
Medan, 29 Januari 2026 – Ketua Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Medan, Dr. Insyafli, M.H.I., menghadiri kegiatan Pengukuhan Dewan Pimpinan dan Pengurus Komisi-Komisi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara yang diselenggarakan di Gelanggang Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN SU).
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai tokoh ulama, akademisi, pejabat pemerintahan, serta unsur pimpinan lembaga di Provinsi Sumatera Utara, termasuk perwakilan dari lingkungan peradilan agama.
Acara pengukuhan ini merupakan momentum penting bagi MUI Sumatera Utara dalam memperkuat peran dan sinergi antar-komisi dalam menjalankan fungsi keulamaan, pembinaan umat, serta kontribusi terhadap pembangunan moral dan spiritual masyarakat di wilayah Sumatera Utara.

Kehadiran Ketua PTA Medan dalam kegiatan ini mencerminkan dukungan lembaga peradilan agama terhadap peran strategis MUI dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan, keadilan, dan kemaslahatan umat.
Acara berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara lembaga keagamaan dan lembaga peradilan dapat semakin kokoh, dalam upaya bersama membangun masyarakat Sumatera Utara yang berakhlak, religius, dan berkeadilan.
Medan, 27 Januari 2026 – Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Medan kembali melaksanakan kegiatan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan terhadap pejabat baru di lingkungan peradilan agama. Dalam kesempatan ini, MIHARZA, S.H., M.H., resmi dilantik sebagai Panitera Pengganti Pengadilan Tinggi Agama Medan, setelah sebelumnya bertugas sebagai Panitera pada Pengadilan Agama Balige.
Acara berlangsung khidmat di Aula Lantai 3 Gedung PTA Medan, dan dihadiri oleh Ketua PTA Medan, Dr. Insyafli, M.H.I., selaku pejabat yang melantik dan mengambil sumpah, bersama dengan seluruh pimpinan PTA Medan, Hakim Tinggi, pejabat struktural dan fungsional, serta seluruh ASN PTA Medan.
Acara diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan Hymne Mahkamah Agung RI dan Mars PTA Medan yang dinyanyikan secara bersama-sama oleh seluruh hadirin.
Suasana penuh khidmat dan semangat kebersamaan terasa dalam setiap rangkaian kegiatan.

Setelah itu, dilakukan pembacaan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan oleh Ahmad Wahyudi Nasution S.Th.I, S.H., M.M., yang menjadi dasar resmi pelantikan pejabat baru. Acara dilanjutkan dengan pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan, yang secara langsung dipimpin oleh Ketua PTA Medan, Dr. Insyafli, M.H.I., disaksikan oleh para saksi Amrani, S.H., M.M. dan Asran, S.Ag. dan seluruh tamu undangan yang hadir.
Usai pelantikan, Ketua PTA Medan menyampaikan arahan dan bimbingan kepada pejabat yang baru dilantik, dengan harapan agar dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, profesionalisme, dan integritas dalam mendukung kinerja lembaga peradilan agama.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Jasman, sebagai ungkapan rasa syukur dan permohonan agar pejabat yang baru dilantik senantiasa diberikan kekuatan dan keberkahan dalam mengemban amanah baru.

Sebagai penutup, pimpinan satuan kerja melaksanakan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan dukungan terhadap pejabat yang baru dilantik.

Medan, 15 Januari 2026 – Dalam rangka memastikan efektivitas pelaksanaan standar prosedur operasional di lingkungan kerja, Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Medan mengadakan Rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) Standar Operasional Prosedur (SOP) Triwulan IV Tahun 2025.
Kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan kerja PTA Medan dan dihadiri oleh Sekretaris PTA Medan (Plt.), Panitera, serta seluruh Pejabat Struktural dan Fungsional yang berperan dalam proses evaluasi, bersama dengan staf yang terlibat langsung dalam pelaksanaan dan pengawasan SOP.
Rapat ini bertujuan untuk meninjau pelaksanaan SOP pada masing-masing bagian dan bidang kerja, mengevaluasi efektivitas penerapan prosedur yang telah berjalan selama tahun 2025, serta mengidentifikasi kendala yang muncul dalam pelaksanaannya.

Selain itu, rapat juga membahas rencana tindak lanjut terhadap hasil evaluasi untuk peningkatan mutu layanan administrasi, kepaniteraan, dan kesekretariatan di tahun mendatang, guna memastikan seluruh proses kerja berjalan sesuai prinsip transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi.
Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, diharapkan setiap unit kerja di lingkungan PTA Medan dapat memperkuat konsistensi penerapan SOP serta terus melakukan perbaikan berkelanjutan agar kualitas pelayanan publik semakin optimal.
Kegiatan ini juga menjadi sarana refleksi bagi seluruh jajaran untuk menyusun strategi peningkatan kinerja di tahun berikutnya, sekaligus memperkuat budaya kerja berbasis standar yang terukur dan profesional.

Medan, 13 Januari 2026 – Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Medan menerima kunjungan dari Bank Tabungan Negara (BTN) dalam kegiatan Sosialisasi dan Promosi Program Bank BTN, yang diselenggarakan di Aula Lantai 3 Gedung PTA Medan.
Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan PTA Medan, meliputi Ketua, Wakil Ketua, Panitera, dan Sekretaris, serta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) PTA Medan. Kehadiran pihak BTN dalam acara ini menandai resminya kerja sama antara Bank BTN dengan Pengadilan Tinggi Agama Medan, setelah sebelumnya BTN telah menjalin kerja sama dengan Mahkamah Agung Republik Indonesia.
Dalam kegiatan ini, pihak Bank BTN menyampaikan berbagai program unggulan dan layanan perbankan yang diperuntukkan bagi aparatur peradilan, seperti program kepemilikan rumah, layanan tabungan dan kredit, serta berbagai fasilitas perbankan digital yang memudahkan transaksi keuangan pegawai.
Melalui sosialisasi ini, BTN juga memperkenalkan beragam produk dengan skema yang sesuai kebutuhan ASN, termasuk kemudahan akses pembiayaan perumahan dan layanan kredit multiguna yang aman dan kompetitif.

Kerja sama antara Bank BTN dan PTA Medan diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi pegawai, khususnya dalam mendukung kesejahteraan dan kemudahan akses layanan keuangan berbasis digital.
Selain itu, sinergi ini menjadi bagian dari dukungan BTN terhadap visi Mahkamah Agung RI dalam mewujudkan tata kelola keuangan peradilan yang modern dan efisien.
Pimpinan PTA Medan menyambut baik inisiatif ini dan menegaskan pentingnya kemitraan strategis antara lembaga peradilan dan dunia perbankan dalam memberikan nilai tambah bagi aparatur peradilan.
Acara berlangsung dengan hangat dan penuh antusiasme. Para peserta aktif mengikuti sesi tanya jawab untuk mengenal lebih dalam berbagai program dan fasilitas dari Bank BTN.
Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah awal bagi terjalinnya hubungan kemitraan yang konstruktif dan berkelanjutan antara PTA Medan dan Bank BTN, demi mendukung kesejahteraan pegawai serta kemajuan lembaga peradilan di wilayah Sumatera Utara.

Medan | Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Medan menggelar rapat kepaniteraan penting yang fokus pada monitoring dan evaluasi pencapaian kinerja serta pembahasan rencana kerja tahun 2026. Kegiatan yang digelar pada Selasa (13/1) dimulai sejak pukul 09.15 WIB ini berlangsung di ruang Command Center PTA Medan, dihadiri seluruh unsur kepaniteraan dan diarahkan langsung oleh Ketua PTA Medan, Dr. Insyafli, MHI.
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Panitera PTA Medan, Heri Eka Siswanta, SH, MH, didampingi Panitera Muda Hukum H. Amrani, SH, MM dan Panitera Muda Banding Asran, S.Ag. Kehadiran pimpinan kepaniteraan dalam forum itu menunjukkan komitmen penuh PTA Medan terhadap perbaikan mutu layanan yudisial menjelang pelaksanaan program kerja tahun anggaran 2026.
Monitoring Kinerja 2025: Laporan dan Analisis
Dalam sambutannya, Ketua PTA Medan, Dr. Insyafli, MHI, mengapresiasi kinerja kepaniteraan selama 2025, namun tetap menekankan perlunya evaluasi kritis terhadap capaian dan hambatan. “Evaluasi yang kita lakukan hari ini bukan semata untuk melihat angka, tetapi untuk mencermati praktik layanan kepada publik dan pemohon keadilan,” ujarnya saat menyampaikan pesan di hadapan pejabat kepaniteraan, panitera pengganti dan para staf.
Menurutnya, tugas di kepaniteraan adalah tugas pokok lembaga peradilan, maka diperlukan beberapa pemahaman yang harus disepakati bersama, antara lain; Pertama, seluruh jajaran kepaniteraan harus menumbuhkan spirit dan motivasi bekerja dan mempunyai nilai-nilai plus dibandingkan rekan kerja di satker.
“Wajar jika pak panitera mengajak kita rapat di awal tahun ini, karena kepaniteraan itu tugas pokok peradilan, jika keliru bisa merusak hukum,” tegasnya.
Kedua, ketua PTA Medan juga mengajak aparatur di kepaniteraan untuk mempersiapkan diri menyambut RUU Jabatan Hakim yang bulan maret mendatang akan disahkan, salah satu klausul di dalamnya memberikan ruang dan peluang bagi pegawai untuk menjadi hakim peradilan agama.
“Hal ini seperti yang terjadi di tahun 1990-an, menjadi hakim tidak hanya dari jalur calon hakim tapi juga boleh dari jalur pegawai, seriusi dan jangan main-main, mulai sekarang belajar memahami hukum formil dan hukum materiil,” sambung Dr. Insyafli, MHI.
Ketiga, ketua PTA Medan juga mengajak seluruh pejabat dan staf di kepaniteraan untuk bekerja professional, tenang dan gembira.
“Jangan malas, jangan bersedih, dan jangan menggerutu, kalau ada masalah di rumah jangan dibawa ke kantor,” tegasnya.
Keempat, poin penting ini disampaikan Dr. Insyafli, MHI agar masing-masing pejabat dan staf di kepaniteraan bekerja secara jujur dalam rangka beribadah kepada Allah swt.
“Apa saja pekerjaan yang dipercayakan kepada kita, maka lakukan sebaik-baiknya, kalau kita keliru kemudian ada yang menasihati, maka kita terima saja, itulah makna bekerja secara jujur agar hati kita merasa tenang apalagi sebagai pejabat di peradilan, sebagai hakim, panitera, panmud, panitera pengganti bahkan sekalipun staf,” paparnya.
Kelima, ketua PTA Medan menekankan agar arsip perkara dilakukan berbasis digital. Menurutnya, digitalisasi arsip perkara adalah sebuah keniscayaan dan menjadi indikator peradilan modern.
“Masa depan peradilan agama itu adalah administrasinya berbasis digital termasuk arsip perkara, digitalisasi berkas dan arsip perkara melambangkan modern dan kemajuan PA,” kata Dr. Insyafli, MHI.
Keenam, ketua PTA Medan mengajak seluruh peserta rapat agar mempunyai cita-cita ingin maju dan tidak selalu berada di zona nyaman. Saat menutup arahan dan nasihatnya, Dr. Insyafli, MHI menyajikan lagu ciptaannya yang baru dirilis.

Panitera PTA Medan melalui Panitera Muda Hukum dan Panitera Muda Banding memaparkan sejumlah indikator kinerja utama (IKU) yang telah dicapai sepanjang tahun lalu. Penyampaian data ini mencakup:
- Realisasi penyelesaian perkara banding sesuai standar prosedur;
- Akurasi dan kecepatan penyusunan draf putusan;
- Peningkatan penggunaan aplikasi pendukung seperti SIPP dan e-Court;
- Efisiensi layanan administrasi kepaniteraan.
Laporan tersebut dikaji berdasarkan tren kinerja dan sejumlah temuan yang telah dicatat oleh unit kepaniteraan. Hal ini selaras dengan semangat akuntabilitas dan transparansi dalam tata kelola peradilan modern, sebagaimana ditekankan dalam berbagai kebijakan Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung RI secara umum pada awal tahun anggaran.
Rencana Kerja 2026: Penguatan Pelayanan dan Kualitas Putusan
Selanjutnya, agenda beralih ke pembahasan rencana kerja kepaniteraan untuk tahun 2026. Panitera Heri Eka Siswanta, SH, MH menyatakan bahwa prioritas kerja akan mencakup beberapa aspek strategis, seperti:
- Optimalisasi layanan administrasi perkara dengan standar waktu layanan lebih terukur;
- Perbaikan tata kelola dokumentasi putusan agar lebih mudah diakses publik dan konsisten secara yuridis;
- Peningkatan kompetensi staf kepaniteraan melalui pelatihan serta bimbingan teknis sepanjang tahun;
- Penguatan integrasi teknologi informasi dalam proses kepaniteraan untuk mempercepat layanan dan menjamin akurasi data.
“Target perkara tahun ini kita sepakati 150 perkara, rencana kerja ini bukan hanya target administratif, tetapi juga komitmen kita terhadap pencari keadilan agar mendapatkan putusan yang cepat, tepat, dan akuntabel,” tegas Heri dalam paparannya.

Sinkronisasi Program Kerja dan Standar Nasional Peradilan Agama
Rapat juga menjadi momentum penting untuk menyelaraskan rencana kerja internal PTA Medan dengan program nasional Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung RI. Program prioritas yang dicanangkan di tingkat pusat, termasuk digitalisasi layanan, peningkatan kompetensi kepaniteraan, dan evaluasi kinerja berkala, dijadikan basis dalam penyusunan sasaran strategis PTA Medan.
Seluruh peserta rapat kemudian menyepakati beberapa poin rencana operasional yang akan terealisasi dalam bentuk kegiatan bulanan, termasuk jadwal monitoring internal, pembinaan teknis, serta evaluasi triwulan kepaniteraan sepanjang 2026.
Akhir rapat diisi dengan komitmen bersama untuk mengimplementasikan seluruh strategi yang telah disepakati. Panitera PTA Medan menutup kegiatan dengan motivasi kuat: “Kepaniteraan yang kuat adalah fondasi peradilan yang berkualitas. Mari kita pastikan pelayanan terhadap pencari keadilan menjadi lebih baik setiap harinya.”
Rapat ini menjadi salah satu langkah awal kepaniteraan PTA Medan menyambut tantangan layanan peradilan di tahun 2026, dengan optimisme bahwa monitoring yang konsisten serta perencanaan yang matang akan memperkuat kualitas layanan dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi peradilan agama. (am/redaksi)