
MEDAN, SELASA 9 DESEMBER 2025 | Kota Medan diguyur hujan sejak sore, tepat pukul 21.00 WIB hujan tambah deras mengantarkan keberangkatan rombongan PTA Medan menuju Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga. Perjalanan rombongan PTA Medan dipimpin pak ketua Dr. Insyafli, MHI, ibu ketua Dharmayukti Karini PTA Medan Dra. Biva Yusmiarti, MA (Hakim Tinggi PTA Medan), sekretaris H. Hilman Lubis, SH, MH, Panitera Heri Eka Siswanta, SH, MH dan tim lainnya.
Pasca dua pekan terjadi bencana banjir dan tanah longsor di Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, dan Kota Sibolga, berita yang terdengar ketua PTA Medan simpang siur, alhasil pak ketua memutuskan untuk turun langsung di lapangan. Perjalanan ini menjadi salah satu misi kemanusiaan yang penuh ketegangan dan drama. Meninggalkan Jalan Kapten Soemarsono, cuaca lembab dan langit yang tampak berat seolah memberi isyarat bahwa perjalanan ini bukan perjalanan biasa.
Konvoi kendaraan mulai bergerak perlahan, melintasi jalan toll Tebing Tinggi Medan lanjut toll Indrapura Kisaran menuju Kota Rantauprapat. Pada dini hari, rombongan memasuki kawasan Padang Lawas Utara. Suasana semakin mencekam: kabut tebal, hujan rintik, serta beberapa titik genangan air mulai tampak. Namun kondisi tersebut masih jauh dari gambaran sesungguhnya yang mereka temui begitu mendekati Kota Padangsidimpuan.

TAPANULI TENGAH, RABU 10 DESEMBER 2025. Meninggalkan Kota Padangsidimpuan, tanda-tanda kerusakan akibat cuaca ekstrem dua pekan terakhir mulai terlihat. Pepohonan tumbang di beberapa sisi jalan, sementara sejumlah warga terlihat membersihkan material lumpur dari halaman rumah mereka. Rombongan PTA Medan terus melanjutkan perjalanan, menjalankan mandat untuk meninjau langsung lokasi terdampak sekaligus memastikan layanan pengadilan agama di wilayah tersebut tetap berjalan, meski dalam suasana krisis.
Ketika kendaraan memasuki wilayah Tapanuli Tengah, situasi berubah drastis. Jalanan yang biasanya mulus kini terputus di beberapa titik. Aliran sungai yang meluap telah menggerus badan jalan, menyisakan celah lebar yang hanya bisa dilalui secara bergantian oleh kendaraan ringan. Petugas BPBD, TNI, POLRI, dan relawan tampak berjibaku mengatur arus lalu lintas darurat, sementara alat berat bekerja tanpa henti menyingkirkan longsoran.
Lumpur tebal—setebal mata kaki hingga lutut—menutupi aspal di beberapa segmen jalan, membuat rombongan harus melambat bahkan sempat berhenti. Beberapa kali kendaraan harus diarahkan ke jalur alternatif sempit yang hanya cukup untuk satu mobil. Pemandangan tenda-tenda pengungsian mulai muncul di kiri dan kanan jalan: ratusan warga berkumpul, sebagian besar anak-anak dan lansia, menunggu bantuan dengan wajah letih.
Bala bantuan dari berbagai daerah tampak berdatangan silih berganti. Truk logistik, ambulans, dan kendaraan relawan hilir mudik tanpa henti sejak dini hari. Suasana di lapangan menggambarkan betapa besar dampak banjir bandang dan tanah longsor yang telah terjadi selama dua pekan berturut-turut. Beberapa bangunan terlihat rusak, jembatan darurat dibangun di atas aliran sungai, dan material batu-batuan berserakan di badan jalan, menjadi saksi bisu dahsyatnya bencana.

PANDAN, PUKUL 11.16 WIB. Saat rombongan akhirnya memasuki Kota Pandan, udara terasa lebih lembab dan aroma lumpur begitu pekat. Di daerah inilah dampak bencana tampak sangat parah. Tim PTA Medan berhenti sejenak untuk menyapa aparatur PA Pandan dan menerima laporan langsung dari sana. Banyak aparatur yang kehilangan harta benda, kerusakan rumah, kendaraan dan sebagian lagi masih terjebak di wilayah sulit dijangkau.
Perjalanan berlanjut menuju Kota Sibolga, melalui jalur yang tak biasanya dengan pemandangan lumpur di sana sini yang juga terkena dampak longsoran. Di beberapa titik, rombongan harus turun dari kendaraan untuk memastikan jalur aman dilalui. Meski melelahkan, misi kemanusiaan ini dilakukan dengan penuh tanggung jawab.
Kunjungan ini bukan hanya bentuk kepedulian institusi peradilan agama, tetapi juga momentum solidaritas bagi masyarakat yang sedang diuji oleh bencana alam. Melihat langsung kondisi lapangan diharapkan membantu perencanaan dukungan lanjutan, khususnya pemulihan layanan administrasi dan bantuan hukum bagi warga yang terdampak.

SIBOLGA, KAMIS 11 DESEMBER 2025. Setelah menuntaskan peninjauan lapangan di Pandan dan Sibolga, rombongan Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Medan memutuskan untuk kembali ke Medan melalui jalur utara, melewati Barus dan daerah perbukitan Siburu-buru yang terkenal ekstrem. Keputusan ini diambil karena sejumlah ruas jalan utama yang dilewati saat berangkat masih terputus dan belum dapat dilalui dengan aman.
Perjalanan pulang dimulai pada Kamis pagi usai mengunyah sarapan dan mengisap beberapa batang rokok (bagi perokok) dengan kondisi yang tidak kalah dramatis dibanding rute keberangkatan. Memasuki wilayah Barus, rombongan menghadapi tantangan besar: tanah lumpur yang retak menggantung rendah, mengurangi jarak pandang hanya beberapa meter. Lampu sorot kendaraan harus bekerja keras menembus jarak pandang ke depan, sementara suara deru mesin mobil terdengar jelas, menambah ketegangan suasana.
Ketika kendaraan mulai memasuki kawasan Siburu-buru di Tapanuli Tengah, medan perjalanan berubah tajam. Jalur menanjak dan menurun curam dengan tikungan-tikungan sempit di bibir jurang menuntut kehati-hatian penuh. Tanah longsor kecil yang tersisa di beberapa titik membuat lajur jalan menyempit, memaksa rombongan untuk melintas satu per satu. Getaran tanah dan serpihan batu yang sesekali jatuh dari tebing membuat suasana semakin dramatis.
Hujan kembali turun deras ketika rombongan melewati lembah-lembah Siburu-buru. Air mengalir dari sela bebatuan, sementara kabut kembali menebal. Beberapa kali rombongan terpaksa berhenti untuk memastikan jalur tidak tertutup material longsor susulan. Meski fisik mulai lelah setelah perjalanan panjang sejak hari sebelumnya, semangat tim tidak surut. Tekad untuk kembali ke Medan dengan selamat menjadi dorongan utama.

DOLOK SANGGUL, PUKUL 13.57 WIB. Setelah melewati medan ekstrem itu, rombongan tiba di wilayah Kabupaten Humbang Hasundutan. Jalan mulai membaik, meski sesekali genangan air dan kerikil berserakan masih menghiasi rute. Ketika kendaraan memasuki Kota Dolok Sanggul, suasana mulai terasa lebih tenang. Sejumlah anggota rombongan turun sejenak untuk beristirahat dan memastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum melanjutkan perjalanan.
Dari Dolok Sanggul, perjalanan berlanjut ke Siborongborong. Udara dingin pegunungan menyambut kedatangan rombongan, namun kondisi jalan relatif lebih stabil. Menjelang siang, rombongan singgah di Pengadilan Agama (PA) Balige untuk bersilaturahmi dan bercerita singkat mengenai kondisi Tapanuli Tengah–Sibolga yang baru saja ditinjau. Pertemuan berlangsung singkat tetapi penuh makna, sebagai bentuk koordinasi dan kepedulian antarlembaga peradilan agama.
Setelah dari Balige, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Pematangsiantar. Jalur menuju kota itu cukup padat karena aktivitas masyarakat mulai normal kembali setelah beberapa hari diguyur hujan. Rombongan kembali singgah di PA Pematangsiantar untuk berkoordinasi serta melepas lelah setelah menempuh rute panjang melewati pegunungan dan lembah.
Menjelang sore, perjalanan terakhir menuju Kota Medan pun dimulai. Rute Siantar–Medan via toll Sinaksak Medan yang sering dilalui terasa berbeda kali ini karena kelelahan panjang mulai terasa. Meski demikian, seluruh anggota rombongan tetap menjaga fokus, saling berbagi semangat, dan memastikan keselamatan sebagai prioritas utama.
MEDAN, KAMIS MALAM. Akhirnya, setelah menempuh perjalanan ribuan tikungan, puluhan tanjakan, serta melewati jalur rawan bencana dan cuaca ekstrem, rombongan Pengadilan Tinggi Agama Medan tiba kembali di Kota Medan pada Kamis malam, 11 Desember 2025 pukul 20.46 WIB. Kedatangan ini disambut rasa syukur mendalam, mengingat perjalanan pulang tidak kalah menegangkan dibanding perjalanan menuju lokasi bencana.
Misi kemanusiaan yang kami jalankan menjadi saksi solidaritas dan pengabdian lembaga peradilan agama bagi masyarakat yang sedang tertimpa musibah. Perjalanan ini tidak hanya membawa laporan kondisi lapangan, tetapi juga membawa pelajaran tentang ketahanan, kepedulian, dan kekuatan untuk tetap bergerak di tengah situasi paling sulit sekalipun. (alm/redaksi)

SIBOLGA, 10 Desember 2025 | Usai melihat kondisi PA Pandan, Ketua PTA Medan Dr. Insyafli, MHI didampingi istri Dra. Biva Yusmiarti, MA (Hakim Tinggi PTA Medan), sekretaris H. Hilman Lubis, SH, MH, Panitera Heri Eka Siswanta, SH, MH dan beberapa apratur PTA Medan bertolak menuju PA Sibolga, saat itu waktu menunjukkan pukul 14.34 WIB.
Udara bercampur debu-debu bekas banjir dan tanah longsor, kondisi hujan gerimis terus mengguyur kota Sibolga hingga kedatangan rombongan PTA Medan. Wajah-wajah aparatur di sana datar, tenang, namun ada kecemasan yang dibalut senyum bermakna.
Sesekali mereka melirik air laut dan memandang langit, seolah ada harapan mereka agar hujan berhenti dan matahari menampakkan sinarnya.
Wajar saja, suasana seperti itu mereka rasakan sejak dua pekan bencana banjir dan tanah longsor hadir di kota mereka, meskipun bala bantuan bertahap-tahap masuk, namun kondisi psikologis tidak sepenuhnya mudah terobati.
“Sabar, ini musibah kita semua,” kata Ketua PTA Medan saat menyapa mereka satu persatu, disusul sekretaris dan panitera.
Kecemasan tadi mulai pudar Ketika rombongan PTA Medan tiba, duduk bersama dalam satu tempat dan berbagi cerita tentang banjir dan tanah longsor.

Dalam laporannya, ketua PA Sibolga Dr. Muhammad Azhar Hasibuan, SHI, MA menyampaikan kronologi terjadinya bencana banjir dan tanah longsor.
“Seperti yang kita lihat, kantor PA Sibolga masih aman, tapi rumah dinas menyedihkan, persis seperti yang kita tinjau tadi (setelah dari PA Pandan), kami bersemangat pak KPTA dan rombongan datang,” tegasnya.
Setali tiga uang, ketua PTA Medan juga menyampaikan hal yang sama seperti yang disampaikan di PA Pandan, antara lain sikap empati sesama warga PA, kepedulian dan mau berbagi rasa dan harta.
Selanjutnya, Dr. Insyafli, MHI menuturkan, saat musibah datang manusia mempunyai persepsi bahwa lebih takut kepada kondisi musibah itu daripada kepada Allah SWT.

“Saat hujan deras, kita takut kalua-kalau banjir dan tanah longsor sehingga membuat kita tak berdaya dan tak yakin kita mempunyai iman,” papar ketua.
Kepercayaan tersebut menurutnya, seringkali diyakini dalam konteks kelilmuan disebut hukum kausalitas. Apa itu hukum kausalitas?
Hukum kausalitas adalah prinsip dasar yang menyatakan bahwa setiap peristiwa (akibat) memiliki sebab yang mendahuluinya, sebuah hubungan sebab-akibat yang mutlak dan menjadi landasan ilmu pengetahuan dan hukum, terutama dalam hukum pidana untuk menentukan pertanggungjawaban atas suatu tindak pidana. Ini adalah konsep bahwa satu kejadian berkontribusi pada kejadian lain, di mana sebab bertanggung jawab atas akibat, dan menjadi asumsi fundamental dalam metode ilmiah untuk menguji hipotesis.
Sedikit berteori dan sulit dipahami masyarakat awam, namun hukum sebab akibat seringkali dirasakan dalam kehidupan kita, ada sebab pasti ada akibat, saat turun hujan deras sebagai sebab pasti berakibat banjir dan tanah longsor sehingga kejadian itu diyakini, dipercaya dan menjadi persepsi hingga ketakutan (trauma panjang).

Alhasil menurut ketua PTA Medan, keyakinan akan hadirnya Allah SWT seringkali lupa dan dilupakan. “Akibatnya kita lupa ada Tuhan, Allah SWT yang menciptakan, melindungi, bahkan hukum Allah itu lebih dahsyat lagi kalau kita yakinim,” tegasnya.
Lebih jauh pak Ketua PTA memberikan ilustrasi, saat dulu Nabi Yusuf dijebloskan dalam sumur oleh saudara-saudaranya selama 40 hari 40 malam tanpa busana, hukum Allah berlaku di sana hingga Nabi Yusuf selamat dan menjadi penguasa (red. Nabi).
“Kita ingat Nabi Nuh yang membuat kapal besar, ada bencana banjir bandang dan Nuh bersama pengikutnya selamat, oleh karena Nabi Nuh percaya hukum Allah dengan melihat hukum kausalitas, yaitu ada hujan pasti ada banjir dan ada antisipasi yaitu kapal besar,” paparnya.
Ilustrasi itu sedikit demi sedikit dapat diterima aparatur PA Sibolga yang terkena dampak banjir dan tanah longsor, mereka yakin dibalik musibah selalu ada rahasia dan hikmah Allah SWT.

Jam menunjukkan pukul 16.08 WIB, ketua PTA Medan dan rombongan menyalurkan bantuan kepada aparatur PA Sibolga yang terdampak banjir dan tanah longsor.
“Ada beberapa bantuan yang kami sampaikan, antara lain bantuan dari PP IKAHI, bantuan dari MA peduli, bantuan dari Dharmayukti Karini PTA Medan, bantuan dari IPASPI dan PPHIM, semuanya akan kami salurkan kepada PA Pandan dan PA Sibolga secara langsung,“ jelas ketua PTA saat memberikan bantuan uang tunai kepada masing-masing aparatur PA Pandan yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor.
"Ini bentuk empati dan kami peduli, mudah-mudahan dapat membantu meringankan kesulitan akibat bencana,” imbuhnya.

Di akhir acara penyerahan bantuan di PA Sibolga, ketua PTA Medan berharap, bencana seperti ini tidak terulang lagi dan warga PA Sibolga memahami eksistensi musibah dan hikmah Allah SWT. (alm)

PANDAN, 10 Desemeber 2025 | “Innalillahi wainna ilaihi raajiuun…,” itulah ungkapan pertama keluar dari lisan Ketua PTA Medan Dr. Insyafli, MHI saat melihat kondisi terkini bencana banjir dan tanah longsor di Tapanuli Tengah pada Rabu (10/12) lalu, pandangan mata tertuju pada lumpur-lumpur yang masih lengket di sejumlah perkampungan warga, mulai dari BatangToru, Tukka, sebagian Pinangsori dan kota Pandan.
Lalu bagaimana dengan kondisi PA Pandan? Mhd. Ghozali, SHI, MH menuturkan, kantor masih aman dan terkendali, tapi rumah dinas terkepung lumpur dan belum dibersihkan.
Ketua PA Pandan kemudian menguraikan kronologi masuknya arus air laut dan air dari pegunungan ke beberapa perkampungan, perumahan dan jalan protokol di kota Pandan, termasuk rumah dinas.
“Kami membuka dapur dadakan untuk masak di kantor, masak bersama dan makan di sini, sedihlah, kondisi rumah pegawai rata-rata di pinggir jalan hampir kena 1,5 meter,” paparnya. Menurut Ghozali, beberapa pegawai PA Pandan ada yang terdampak bencana banjir dan tanah lonsor.
“Mereka yaitu Solatiyah, Nani, Hary Fadli, Asmawati Zebuah, Miswar Siagian, Panitera Mardiyah Batubara, Lisa, dan saudara Imam,” sambung ketua PA Pandan.

Dengan mata berkaca-kaca, suara lirih dan meyakinkan, Mhd. Ghozali menuturkan setahap demi setahap perjalanan air bandang memasuki perkampungan, rumah dinas dan beberapa jalan penting di kota Pandan, ia menguraikan yang paling parah terjadi di rumah dinas dengan limit air setinggi 2,5 meter.
“Rumah saudara Hary Fadli setinggi 5 meter, saudari Nani setinggi 1,5 meter, saudara Miswar setinggi 1 meter, ibu panitera setinggi 1,5 meter, saudara Imam setinggi 1 meter, sisanya hanya terdampak saat keluar rumah, maksudnya air berada di sekitar rumah mereka dan sulit akses untuk keluar rumah,” tegasnya.
Ketua Dharmayukti Karini PTA Medan Dra. Biva Yusmiarti, MA yang turut mendampingi perjalanan dinas ketua PTA turut menyimak kronologi cerita yang disampaikan pimpinan dan aparatur PA Pandan, tak ketinggalan Sekretaris PTA Medan H. Hilman Lubis, SH, MH dan Panitera Heri Eka Siswanta, SH, MH juga berempati dan haru.
Aparatur yang hadir siang itu di aula PA Pandan terdiam, deretan tempat duduk paling depan yang diisi Ketua PA Kota Padangsidimpuan, Ketua PA Padangdisimpuan (kabupaten), Ketua PA Sibolga, dan sejumlah pejabat teras di masing-masing PA menahan haru, air mata dan tangisan.

Meskipun demikian, rasa tegar dan percaya diri kembali dirasakan saat Dr. Insyafli, MHI selaku Ketua PTA Medan memotivasi mereka,
“Mestinya dari musibah ini kita mengambil beberapa hikmah, pertama rasa empati sesama warga peradilan agama,” ujar pak ketua.
Kedua, ada kepedulian di antara warga peradilan terkhusus peradilan agama untuk berbagi rasa dan berbagi duka.
“Ketiga, mari kita menunjukkan militansi sebagai warga peradilan agama dalam melayani masyarakat, jangan dijadikan berlama-lama istirahat walaupun sekretaris MA menyatakan fleksibel masuk kantor, ini ibadah kita dalam melayani masyarakat.., " tegasnya.
Ketua PTA Medan juga menyarankan agar apratur PA Pandan dan PA Sibolga tidak berlama-lama dan berlarut-larut dalam membersihkan rumah dinas. “Itu kan asset negara yang harus dijaga,” sambungnya.
Menjelang siang, tepat pukul 12.15 WIB, rombongan PTA Medan memberikan bantuan kepada aparatur PA Pandan yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor.

“Ada beberapa bantuan yang kami sampaikan, antara lain bantuan dari PP IKAHI, bantuan dari MA peduli, bantuan dari Dharmayukti Karini PTA Medan, bantuan dari IPASPI dan PPHIM, semuanya akan kami salurkan kepada PA Pandan dan PA Sibolga secara langsung,“ jelas ketua PTA saat memberikan bantuan uang tunai kepada masing-masing aparatur PA Pandan yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor.
"Ini bentuk empati dan kami peduli, mudah-mudahan dapat membantu meringankan kesulitan akibat bencana,” imbuhnya.
Pantauan di lapangan sampai terakhir rombongan PTA Medan berada di Pandan pada Kamis (12/12) lalu, kegiatan masyarakat sudah berjalan normal meskipun ada beberapa titik rawan bencana yang masih terisolasi (Kec. Tukka, Kec. Hutabalang, Kec. Dairi, Kec. Pinangsori dan Pandan) sampai akses menuju kota Padangsidimpuan.

Di akhir acara penyerahan bantuan di PA Pandan, ketua PTA Medan berharap, bencana seperti ini tidak terulang lagi dan warga PA Pandan tetap tawakkal kepada Allah SWT. (alm)

Medan, 8 Desember 2025 – Sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Medan melaksanakan kegiatan Penyerahan Bantuan Kepada Pegawai Terdampak Banjir Bandang yang melanda Kota Medan dan sekitarnya. Kegiatan berlangsung di Aula Lantai 3 Gedung PTA Medan dan dihadiri oleh pimpinan serta seluruh aparatur di lingkungan PTA Medan.
Bantuan diserahkan secara langsung kepada pegawai PTA Medan yang rumahnya terdampak banjir bandang sebagai wujud solidaritas dan empati dari keluarga besar PTA Medan terhadap rekan kerja yang mengalami musibah.

Acara diawali dengan sambutan dari pimpinan PTA Medan yang menyampaikan rasa prihatin dan dukungan moril kepada para pegawai yang terkena dampak banjir. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban para pegawai dalam memulihkan kondisi pascabencana.
Penyerahan dilakukan secara simbolis di hadapan seluruh pegawai, dengan suasana hangat dan penuh kebersamaan. Momen ini menjadi refleksi nyata atas semangat gotong royong dan rasa kekeluargaan yang terus dijaga di lingkungan PTA Medan.

Kegiatan ini tidak hanya sekadar penyerahan bantuan materiil, tetapi juga merupakan bentuk nyata komitmen PTA Medan dalam menumbuhkan kepedulian sosial dan kebersamaan antarpegawai.
PTA Medan berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat dan semangat baru bagi para pegawai yang terdampak untuk bangkit kembali. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi pengingat pentingnya saling mendukung dan mempererat hubungan kekeluargaan di tengah ujian yang dihadapi.

Medan, 3 Desember 2025 – Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Medan melaksanakan kegiatan menyaksikan bersama (nonton bareng) penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama (Badilag). Kegiatan berlangsung di Command Center Lantai 3 PTA Medan, dan dihadiri oleh unsur pimpinan serta perwakilan dari BSI.
Sebelum penyaksian MoU secara virtual, kegiatan diawali dengan seremoni penyerahan plakat dari Regional CEO BSI Region II Medan kepada Ketua PTA Medan, Dr. Insyafli, M.H.I. Plakat ini menjadi simbol apresiasi dan komitmen kerja sama antara BSI dan peradilan agama, khususnya di wilayah Sumatera Utara.
Acara berjalan dalam dua bagian utama:
- Seremoni Penyerahan Plakat
Pimpinan BSI Kanwil Sumut menyerahkan plakat penghargaan kepada Ketua PTA Medan.
Penyerahan ini mencerminkan semangat kolaborasi dalam mendukung modernisasi layanan peradilan, khususnya dalam aspek keuangan berbasis syariah.
- Nonton Bersama MoU BSI – Badilag
Setelah seremoni, kegiatan dilanjutkan dengan menyaksikan secara daring penandatanganan MoU antara BSI dan Badilag melalui Zoom Meeting.
MoU tersebut menjadi langkah strategis dalam penguatan layanan perbankan syariah di lingkungan peradilan agama, termasuk integrasi layanan perbankan, dukungan digitalisasi, serta percepatan layanan keuangan satuan kerja.

Kegiatan ini mencerminkan dukungan PTA Medan terhadap program nasional Badilag yang terus mendorong kerja sama lintas lembaga untuk memperkuat tata kelola keuangan dan meningkatkan kualitas layanan publik di lingkungan peradilan agama.
Sinergi antara Peradilan Agama dan BSI diharapkan membawa dampak positif bagi modernisasi sistem pembayaran, pengelolaan anggaran, serta layanan keuangan syariah yang semakin adaptif dan efisien.
Acara berlangsung hangat, tertib, dan penuh semangat kolaboratif, menandai komitmen PTA Medan untuk terus mendukung upaya peningkatan layanan melalui pemanfaatan teknologi dan kerja sama strategis dengan mitra eksternal.