rapatkepaniteraan januari 1

Medan | Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Medan menggelar rapat kepaniteraan penting yang fokus pada monitoring dan evaluasi pencapaian kinerja serta pembahasan rencana kerja tahun 2026. Kegiatan yang digelar pada Selasa (13/1) dimulai sejak pukul 09.15 WIB ini berlangsung di ruang Command Center PTA Medan, dihadiri seluruh unsur kepaniteraan dan diarahkan langsung oleh Ketua PTA Medan, Dr. Insyafli, MHI.

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Panitera PTA Medan, Heri Eka Siswanta, SH, MH, didampingi Panitera Muda Hukum H. Amrani, SH, MM dan Panitera Muda Banding Asran, S.Ag. Kehadiran pimpinan kepaniteraan dalam forum itu menunjukkan komitmen penuh PTA Medan terhadap perbaikan mutu layanan yudisial menjelang pelaksanaan program kerja tahun anggaran 2026.

Monitoring Kinerja 2025: Laporan dan Analisis

Dalam sambutannya, Ketua PTA Medan, Dr. Insyafli, MHI, mengapresiasi kinerja kepaniteraan selama 2025, namun tetap menekankan perlunya evaluasi kritis terhadap capaian dan hambatan. “Evaluasi yang kita lakukan hari ini bukan semata untuk melihat angka, tetapi untuk mencermati praktik layanan kepada publik dan pemohon keadilan,” ujarnya saat menyampaikan pesan di hadapan pejabat kepaniteraan, panitera pengganti dan para staf.

Menurutnya, tugas di kepaniteraan adalah tugas pokok lembaga peradilan, maka diperlukan beberapa pemahaman yang harus disepakati bersama, antara lain; Pertama, seluruh jajaran kepaniteraan harus menumbuhkan spirit dan motivasi bekerja dan mempunyai nilai-nilai plus dibandingkan rekan kerja di satker.

“Wajar jika pak panitera mengajak kita rapat di awal tahun ini, karena kepaniteraan itu tugas pokok peradilan, jika keliru bisa merusak hukum,” tegasnya.

Kedua, ketua PTA Medan juga mengajak aparatur di kepaniteraan untuk mempersiapkan diri menyambut RUU Jabatan Hakim yang bulan maret mendatang akan disahkan, salah satu klausul di dalamnya memberikan ruang dan peluang bagi pegawai untuk menjadi hakim peradilan agama.

“Hal ini seperti yang terjadi di tahun 1990-an, menjadi hakim tidak hanya dari jalur calon hakim tapi juga boleh dari jalur pegawai, seriusi dan jangan main-main, mulai sekarang belajar memahami hukum formil dan hukum materiil,” sambung Dr. Insyafli, MHI.

Ketiga, ketua PTA Medan juga mengajak seluruh pejabat dan staf di kepaniteraan untuk bekerja professional, tenang dan gembira.

“Jangan malas, jangan bersedih, dan jangan menggerutu, kalau ada masalah di rumah jangan dibawa ke kantor,” tegasnya.

Keempat, poin penting ini disampaikan Dr. Insyafli, MHI agar masing-masing pejabat dan staf di kepaniteraan bekerja secara jujur dalam rangka beribadah kepada Allah swt.

“Apa saja pekerjaan yang dipercayakan kepada kita, maka lakukan sebaik-baiknya, kalau kita keliru kemudian ada yang menasihati, maka kita terima saja, itulah makna bekerja secara jujur agar hati kita merasa tenang apalagi sebagai pejabat di peradilan, sebagai hakim, panitera, panmud, panitera pengganti bahkan sekalipun staf,” paparnya.

Kelima, ketua PTA Medan menekankan agar arsip perkara dilakukan berbasis digital. Menurutnya, digitalisasi arsip perkara adalah sebuah keniscayaan dan menjadi indikator peradilan modern. 

“Masa depan peradilan agama itu adalah administrasinya berbasis digital termasuk arsip perkara, digitalisasi berkas dan arsip perkara melambangkan modern dan kemajuan PA,” kata Dr. Insyafli, MHI.

Keenam, ketua PTA Medan mengajak seluruh peserta rapat agar mempunyai cita-cita ingin maju dan tidak selalu berada di zona nyaman. Saat menutup arahan dan nasihatnya, Dr. Insyafli, MHI menyajikan lagu ciptaannya yang baru dirilis.

rapatkepaniteraan januari 2

Panitera PTA Medan melalui Panitera Muda Hukum dan Panitera Muda Banding memaparkan sejumlah indikator kinerja utama (IKU) yang telah dicapai sepanjang tahun lalu. Penyampaian data ini mencakup:

  • Realisasi penyelesaian perkara banding sesuai standar prosedur;
  • Akurasi dan kecepatan penyusunan draf putusan;
  • Peningkatan penggunaan aplikasi pendukung seperti SIPP dan e-Court;
  • Efisiensi layanan administrasi kepaniteraan.

Laporan tersebut dikaji berdasarkan tren kinerja dan sejumlah temuan yang telah dicatat oleh unit kepaniteraan. Hal ini selaras dengan semangat akuntabilitas dan transparansi dalam tata kelola peradilan modern, sebagaimana ditekankan dalam berbagai kebijakan Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung RI secara umum pada awal tahun anggaran.

Rencana Kerja 2026: Penguatan Pelayanan dan Kualitas Putusan

Selanjutnya, agenda beralih ke pembahasan rencana kerja kepaniteraan untuk tahun 2026. Panitera Heri Eka Siswanta, SH, MH menyatakan bahwa prioritas kerja akan mencakup beberapa aspek strategis, seperti:

  • Optimalisasi layanan administrasi perkara dengan standar waktu layanan lebih terukur;
  • Perbaikan tata kelola dokumentasi putusan agar lebih mudah diakses publik dan konsisten secara yuridis;
  • Peningkatan kompetensi staf kepaniteraan melalui pelatihan serta bimbingan teknis sepanjang tahun;
  • Penguatan integrasi teknologi informasi dalam proses kepaniteraan untuk mempercepat layanan dan menjamin akurasi data.

“Target perkara tahun ini kita sepakati 150 perkara, rencana kerja ini bukan hanya target administratif, tetapi juga komitmen kita terhadap pencari keadilan agar mendapatkan putusan yang cepat, tepat, dan akuntabel,” tegas Heri dalam paparannya.

rapatkepaniteraan januari 3

Sinkronisasi Program Kerja dan Standar Nasional Peradilan Agama

Rapat juga menjadi momentum penting untuk menyelaraskan rencana kerja internal PTA Medan dengan program nasional Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung RI. Program prioritas yang dicanangkan di tingkat pusat, termasuk digitalisasi layanan, peningkatan kompetensi kepaniteraan, dan evaluasi kinerja berkala, dijadikan basis dalam penyusunan sasaran strategis PTA Medan.

Seluruh peserta rapat kemudian menyepakati beberapa poin rencana operasional yang akan terealisasi dalam bentuk kegiatan bulanan, termasuk jadwal monitoring internal, pembinaan teknis, serta evaluasi triwulan kepaniteraan sepanjang 2026.

Akhir rapat diisi dengan komitmen bersama untuk mengimplementasikan seluruh strategi yang telah disepakati. Panitera PTA Medan menutup kegiatan dengan motivasi kuat: “Kepaniteraan yang kuat adalah fondasi peradilan yang berkualitas. Mari kita pastikan pelayanan terhadap pencari keadilan menjadi lebih baik setiap harinya.”

Rapat ini menjadi salah satu langkah awal kepaniteraan PTA Medan menyambut tantangan layanan peradilan di tahun 2026, dengan optimisme bahwa monitoring yang konsisten serta perencanaan yang matang akan memperkuat kualitas layanan dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi peradilan agama. (am/redaksi)

  • 806_armen.jpg
  • 807_miharza.jpg