1

Bertempat di Aula Lantai III Pengadilan Tinggi Agama Medan pada hari Senin tanggal  4 Desember 2023, pukul 08.30 Wib. dilaksanakan Kegiatan Pembinaan Mental. Sesuai dengan Jadwal pembinaan mental pada hari ini penceramahnya adalah  Dr. H. Syaifuddin, S.H.,M.Hum (Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Agama Medan),  Penceramah mengambil tema adalah “Syukur Dan Sabar Kunci Kebahagian”,  kegiatan ceramah dihadiri oleh seluruh aparatur Pengadilan Tinggi Agama Medan dan mahasiswa-mahasiswi magang dari Universitas Pambangunan Panca Budi. Pembawa Acara dalam pembinaan mental ini adalah Azhari,S.H.,M.H. (Panitera Pengganti Pengadilan Tinggi Agama Medan).

Dalam ceramahnya  bapak Dr. H. Syaifuddin, S.H.  M.Hum., menyampaikan sebagai berikut : “Dua nikmat, kebanyakan manusia tertipu dengan keduanya, yaitu kesehatan dan waktu luang.” (HR. Al-Bukhari).

Nikmat Kesehatan : Banyak manusia yang sehat, namun tertipu dengan kesehatannya. Ia tak gunakan kesehatannya untuk taat, namun untuk maksiat. Sementara di luar sana ada sebagian orang yang ingin melakukan ketaatan, namun tak mampu melakukannya dikarenakan sakit yang di derita. Padahal badan yang sehat akan ditanyakan, digunakan untuk apa. Apakah digunakan untuk mendatangi majelis ilmu ataukah mendatangi tempat-tempat maksiat. Barulah ia tersadar ketika terbaring lemah tak berdaya karena sakit, sehingga sesal pun tak terelakkan.

Nikmat Waktu luang : Waktu adalah sesuatu yang terus berputar dan tak akan kembali lagi. Oleh karena itu betapa banyak manusia yang tersesali oleh waktu. Waktunya hanya berlalu begitu saja, tanpa ada manfaat dan faidahnya. Hidupnya hanya menghabiskan waktu dan menyisakan penyesalan umur. Diantaranya kehadiran kita di Kantor yang seyogianya tepat waktu, akan tetapi dengan ketidakjujuran absen dapat kita laksanakan dari rumah, namun tetap sesuai dengan titik koordinatnya.

Kunci pertama agar hidup selalu merasa bahagia adalah dengan selalu memiliki rasa bersyukur, mengapa bersyukur? karena ketika kamu berhasil untuk memiliki rasa selalu bersyukur apapun tujuan dan pandangan kamu tentang hidup bahagia akan selalu tercapai. Begitupun sebaliknya, ketika kamu tidak pernah memiliki rasa bersyukur, apapun tujuan dan pandangan kamu pada kehidupan yang bahagia malah tidak akan pernah terasa puas dan membuat hidup terasa semakin susah dan melelahkan.

Kunci lainnya agar kamu bisa memiliki hidup yang bahagia adalah memiliki rasa sabar, sabar merupakan pilar penting yang harus dijaga agar hidup senantiasa bahagia, sabar dalam bahasa adalah menahan diri yang dimana menahan diri ini memiliki banyak makna seperti sabar ketika mendapat cobaan, sabar ketika berjuang, sabar untuk taat kepada Tuhan, dan sabar dalam banyak hal lainnya. Melatih kesabaran ini memang bukanlah perkara mudah, yang mana ketika kamu ingin memiliki hidup yang lebih baik dan bahagia tentu kamu di tuntut untuk menghilangkan kebiasaan buruk yang tertanam di dalam diri kamu sendiri misal seperti ketika kamu sulit untuk bangun pagi maka kamu harus bersabar untuk bisa bangun pagi meski kamu mengantuk berat, atau hal lainnya ketika kamu malas untuk bekerja keras maka kamu harus bersabar untuk bekerja keras dan melawan rasa malas yang ada di dalam diri kamu sendiri.

Sabar mengerjakan perintah. Sabar adalah menahan diri untuk selalu taat kepada Allah ta'ala selama-lamanya, menjaga memeprbagus kata-katanya itu dengan ilmu dan menahan diri dari kemaksiatan, subhat atau ketika ia mendapat rayuan kepada sesuatu yang haram, dan dia juga ridho kepada takdir Allah ta'ala tanpa keluh kesah.

Sabar mengerjakan yang dilarang Sabar dalam Menjauhi Maksiat. Ingatlah bahwa jiwa seseorang biasa memerintahkan dan mengajak kepada kejelekan, maka hendaklah seseorang menahan diri dari perbuatan-perbuatan haram seperti berdusta, menipu dalam muamalah, makan harta dengan cara bathil atau dengan riba dan semacamnya, berzina, minum minuman keras, mencuri dan berbagai macam bentuk maksiat lainnya.

Seseorang harus menahan diri dari hal-hal semacam ini sampai dia tidak lagi mengerjakannya dan ini tentu saja membutuhkan pemaksaan diri dan menahan diri dari hawa nafsu yang mencekam.

Sabar kalau kena musibah. Sabar Menghadapi Takdir yang Pahit. Ingatlah bahwa takdir Allah itu ada dua macam, ada yang menyenangkan dan ada yang terasa pahit. Untuk takdir Allah yang menyenangkan, maka seseorang hendaknya bersyukur. Dan syukur termasuk dalam melakukan ketaatan sehingga butuh juga pada kesabaran dan hal ini termasuk dalam sabar bentuk pertama di atas. Sedangkan takdir Allah yang dirasa pahit misalnya seseorang mendapat musibah pada badannya atau kehilangan harta atau kehilangan salah seorang kerabat, maka ini semua butuh pada kesabaran dan pemaksaan diri. Dalam menghadapi hal semacam ini, hendaklah seseorang sabar dengan menahan dirinya jangan sampai menampakkan kegelisahan pada lisannya, hatinya, atau anggota badan.

Garansi orang yang Sabar : sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. Ya ayyuhallazina amanustainu bis sabri was salah, innallaha ma ashobirin artinya hai orang-orang beriman, jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.

Demikian Acara Pembinaan Mental ini dilaksanakan semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.

(Jas).

  • 806_armen.jpg
  • 807_miharza.jpg