
Bertempat di Aula Lantai III Pengadilan Tinggi Agama Medan pada hari Senin tanggal 30 Oktober 2023, pukul 08.30 Wib. dilaksanakan Kegiatan Pembinaan mental. Jadwal pembinaan mental pada hari ini penceramah adalah Drs. H. Habibuddin, S.H., M.H. (Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Agama Medan), Penceramah mengambil temah adalah “Jujur Sifat Orang Taqwa”, kegiatan ceramah dihadiri oleh seluruh aparatur Pengadilan Tinggi Agama Medan dengan pembawa acara Drs. Aidil (Panitera Pengganti Pengadilan Tinggi Agama Medan).
Dalam Ceramahnya Bapak Drs. H. Habibuddin, S.H., M.H. Berangkat dari moto Pengadilan Tinggi Agama Medan “Jujur dalam bertindak, berkualitas dalam melayani” Penceramah menyampaikan bahwa Islam selalu mengajarkan kepada umatnya untuk berperilaku jujur. Sebab, jujur merupakan salah satu bukti bahwa kita bertaqwa sebagai hamba Allah SWT.

Berlaku jujur atau benar merupakan perintah Allah SWT yang diwajibkan kepada orang-orang beriman. Sebab, beriman tidak hanya ada di dalam hati, namun juga harus diikrarkan lewat lisan dan diaplikasikan melalui perbuatan. Hal tersebut juga dijelaskan dalam surat At Taubah ayat 119. Allah berfirman:
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah, dan bersamalah kamu dengan orang-orang yang benar.”
Sesungguhnya agama islam adalah agama yang menjunjung tinggi kejujuran. Baginda Nabi Muhammad SAW pun seorang yang mendapat gelar al amin (orang yang dapat dipercaya) di masa itu, karena beliau melandasi setiap tindakannya di atas prinsip kejujuran. Di dalam Al-Qur’an, Allah SWT telah menyeru orang-orang yang beriman agar bersikap jujur. Allah juga berfirman dalam QS. Al-Ahzab ayat 70 yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar (diantara perkataan yang benar adalah jujur).”
Kandungan ayat diatas, Allah SWT memanggil kepada orang-orang beriman agar mereka bertaqwa dan berjalan bersama orang-orang yang jujur. Mengisyaratkan bahwa konsekuensi orang yang mengikrarkan dirinya beriman kepada Allah SWT, hendaknya dia bertaqwa. Dan salah satu bentuk taqwa dia kepada sang pencipta adalah melandasi semua perkataan dan perbuatan diatas prinsip kejujuran. Karena kejujuran itu merupakan tanda kesempurnaan iman dan taqwa dia kepada Allah SWT.

Masih banyak disebutkan di dalam Al-Qur’an mengenai Sifat Jujur yang disampaikan oleh Penceramah, namun karena keterbatasan waktu tidak semuanya dapat disampaikan dalam ceramahnya pada kesempatan ini. Demikian Acara Pembinaan Mental ini dilaksanakan semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. (Jas).