
Bertempat di loby lantai I Pengadilan Tinggi Agama Medan pada hari Senin tanggal 2 Oktober 2023, pukul 08.00 Wib. dilaksanakan upacara peringatan hari kesaktian pancasila 1 Oktober 2023, sebagai Ispektur dalam upacara tersebut adalah Drs. H. Alaidin, M.H. (Wakil Ketua Tinggi Pengadilan Tinggi Agama Medan), pembawa acara Sri Fitriani, S.Kom (Pranata Komputer Ahli Muda pada Pegawai Pengadilan Tinggi Agama Medan), Komandan Upacara adalah Ahmali Fakar Tarigan, S.Kom.
Dalam Pengarahannya Bapak Drs. H. Alaidin, M.H. menyampaikan bahwa setiap tahunnya, bangsa Indonesia memperingati Hari Kesaktian Pancasila untuk mengenang peristiwa perongrongan Pancasila oleh kaum komunis dalam peristiwa G30S/PKI. Pada masa itu, kaum komunis berusaha untuk mengubah pancasila menjadi ideologi komunis.

Berkat perjuangan para pahlawan dan kesadaran bangsa Indonesia untuk mempertahankan Pancasila, usaha kaum komunis tersebut gagal. Sejak saat itu, 1 Oktober pun ditetapkan sebagai peringatan Hari Kesaktian Pancasila. Hari Kesaktian Pancasila ditetapkan sebagai hari libur nasional bukan tanpa alasan. Terdapat makna di balik penetapan hari ini yang mampu mempererat persatuan dan kesatuan bangsa.
Makna peringatan Hari Kesaktian Pancasila yaitu bahwa dasar negara Indonesia, Pancasila terbukti sakti. Disebut demikian karena ideologi ini tidak mudah diganti dengan ideologi lain yang tidak berakar dari nilai luhur bangsa. Mengingat sebelumnya dalam peristiwa G30S PKI pada tahun 1965 dibuktikan bahwa bangsa Indonesia senantiasa berpegang dan meyakini kebenaran Pancasila saat ideologi negara ini hendak diganti oleh kaum komunis. Akibat peristiwa kelam itu, bangsa Indonesia menjadi semakin sadar untuk terus waspada akan usaha-usaha untuk mengganti Pancasila.

Adapun makna lain dari Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yaitu meyakini kebenaran ideologi bangsa. Bangsa Indonesia diharapkan dapat memahami dasar negara yang telah digali, diolah, dan dikembangkan para pendiri bangsa melalui sejarah yang panjang. Hari ini juga memiliki makna memperkukuh Pancasila sebagai dasar dan pandangan hidup bangsa. Hari Kesaktian Pancasila dijadikan sebagai pedoman membangun masyarakat ke arah kehidupan yang sejahtera lahir-batin.
Upacara di tutup dengan pembacaan Do’a oleh H. Munzir, S.H. (Panitera Pengganti Pengadilan Tinggi Agama Medan).
Demikian upacara peringatan kesaktian pancasila dilaksanakan semoga dapat menjadi renungan bagi kita semua. (Jas).