1

Bertempat di Aula Lantai III Pengadilan Tinggi Agama Medan pada hari Senin tanggal 24 Juli 2023, pukul 08.30 Wib. dilaksanakan Kegiatan Pembinaan mental. Jadwal pembinaan mental pada hari ini penceramah adalah Drs. H. Habibuddin,  S.H., M.H. (Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Agama Medan),  yang bertemakan “Fadhilah Sepuluh Muharram.”, dihadiri oleh seluruh aparatur Pengadilan Tinggi Agama Medan dengan pembawa acara  Chamami (Pegawai  Pengadilan Tinggi Agama Medan).

Dalam Ceramahnya  Bapak adalah Drs. H. Habibuddin,  S.H., M.H. menyampaikan bahwa, Umat Islam juga melaksanakan puasa pada 10 Muharram atau yang dikenal sebagai puasa Asyura. Puasa Asyura dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu. Akan tetapi untuk membedakan dengan kaum Nabi Musa sebaiknya dilakukan pula puasa sehari sebelum dan sesudahnya. Kenapa Yahudi berpuasa pada 10 Muharram, Buya Yahya mengatakan Orang Yahudi itu menjawab bahwa ia berpuasa pada 10 Muharram karena ungkapan syukur kepada Allah yang telah menyelamatkan Nabi Musa.

2

Rasulullah SAW bersabda, puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Muharram. Puasa Muharram boleh dilakukan hanya sehari, dua hari, tiga hari, atau bahkan sebulan penuh. Puasa yang diutamakan pada Muharram adalah puasa ‘Asyura yang bertepatan pada 10 Muharram. Dalam hadis riwayat Muslim disebutkan bahwa keutamaan puasa 10 Muharram adalah dapat meleburkan dosa setahun yang lalu.

Kemudian Rasulullah SAW berpuasa pada 10 Muharram dan menyuruh umatnya untuk ikut berpuasa. Namun, perintah ini menimbulkan pertanyaan dari sahabat nabi. Sahabat bertanya berkaitan iman dan prinsip yang dipegang.

“Lalu mereka bertanya, ya Rasulullah kita disuruh berpuasa pada 10 Muharram. Ya Rasulullah 10 Muharram adalah hari yang diagungkan oleh orang Yahudi, sementara engkau melarang kami menyerupai kaum lain. Akan tetapi, mengapa engkau perintahkan kami berpuasa sama seperti puasanya orang Yahudi?” tanya sahabat yang disampaikan ulang Buya Yahya.

3

Pertanyaan dari sahabat nabi ini bukan penentangan. Sebab, nabi pernah melarang umatnya menyerupai orang Yahudi. Namun, kali ini nabi memerintah menjalankan puasa 10 Muharram sebagaimana orang Yahudi juga melakukannya. “Spontan nabi menjawab, kalau seandainya aku hidup sampai yang akan datang, aku akan berpuasa tanggal 9 (Muharram),” katanya.

Buya Yahya mengimbau agar umat Islam untuk menjalankan amalan puasa 10 Muharram.  Kemudian untuk mendapatkan kesunnahan-kesunnahannya menambah satu hari puasa agar berbeda dari orang Yahudi, bisa tanggal 9 Muharram, 11 Muharram, atau hari lain yang masih di bulan Muharram. Demikian Acara Pembinaan Mental ini dilaksanakan semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. (Jas)

  • 806_armen.jpg
  • 807_miharza.jpg