
Bertempat di Aula Lantai III Pengadilan Tinggi Agama Medan pada hari Senin tanggal 26 Juni 2023, dilaksanakan kegiatan Pembinaan Mental. Jadwal pembinaan mental pada hari ini penceramah adalah Drs. H. Habibuddin, S.H., M.H. (Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Agama Medan), yang bertemakan “Besarnya Nikmat Dan Rezeki Dari Allah SWT.”, dihadiri oleh seluruh aparatur Pengadilan Tinggi Agama Medan dengan pembawa acara Chamami (Pegawai Pengadilan Tinggi Agama Medan).

Dalam Ceramahnya Bapak Drs. H. Habibuddin, S.H., M.H. menyampaikan bahwa, ada banyak kenikmatan yang diberikan Tuhan sejak kita lahir hingga sekarang. Hal tersebut perlu disyukuri. Dengan selalu bersyukur, akan membuatmu lebih tenang dan bahagia. Bersyukur atas nikmat Allah bisa dilakukan dengan ucapan dan perbuatan. Selain itu, Allah berjanji akan melipatgandakan pahala bagi umat muslim yang senantiasa selalu bersyukur.
"Ketika membaca Al-Qur’an diingatkan oleh Al-Qur’an, jika kamu berusaha wahai manusia untuk menghitung-hitung kenikmatan yang Allah berikan, kamu tidak akan mampu karena angka terbatas, sedangkan karunia, kenikmatan, dan rezeki yang Allah berikan tidak terbatas,"

Bukankah seluruh yang ada di jasad kita mulai ujung rambut sampai ujung kaki semua ialah kenikmatan dan karunia dari Allah, belum lagi ketika kita melihat di luar fisik kita bukankah alam raya ini semuanya ialah kenikmatan yang Allah berikan untuk manusia tidak ada kurang dari satu detik pun kecuali semua berlimpah dan penuh dengan karunia dan kenikmatan dari Allah. Semoga mata, tellinga dan hati kita dapat menangkap, betapa besar dan banyaknya kenikmatan rezeki yang diberikan, dan semoga kita dapat mesnyukuri nikmat dan rezeki yang Allah berikan. Salah satu wujud syukur yang bisa dilakukan ialah dengan berqurban. Allah Swt memberikan manusia nikmat yang banyak. Ini sesuai dengan Al-Qur'an surat Al-Kautsar, yang berarti banyak dan tak terhingga. Kenikmatan yang Allah berikan tak akan mampu ditandingi dengan materi dan amal yang manusia lakukan.
Dalam hadis lain dijelaskan, "Ada dua kenikmatan yang kebanyakan manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang." (HR Bukhari). Dua hadis ini menjelaskan nikmat Allah itu bukan hanya rezeki tidak terduga, tapi termasuk apa yang kita peroleh setiap saat. Sebulir nasi yang kita makan, seteguk air yang kita minum, badan kita yang sehat, dan waktu luang yang kita lalui, semua itu termasuk nikmat Allah. Tidak hanya itu, sejumput udara yang kita hirup setiap saat dan iman yang senantiasa hadir di dalam hati, itu pun termasuk nikmat Allah.
Jadi, yang mesti disyukuri bukan hanya rezeki yang tidak terduga, tapi semua kebaikan yang diberikan Allah, baik besar maupun kecil, baik yang bersifat material maupun non material. Karena semua itu termasuk nikmat Allah. Dan jika nikmat tersebut senantiasa disyukuri, setidaknya dengan mengucapkan "Alhamdulillah" pada saat memperolehnya dan setelah melakukannya, maka ia akan mendatangkan tambahan kebaikan (berkah).

Sebagaimana firman Allah SWT, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-ku), maka sesungguhnya azab-ku sangat pedih." (QS Ibrahim [14]: 7). Supaya kesadaran kita terjaga terhadap nikmat dan senantiasa mensyukurinya, Allah mangajarkan satu doa, "Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-mu yang telah engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh." (QS an-Naml [19]: 27).
Demikian Acara Pembinaan Mental ini dilaksanakan semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. (Jas)