1

Sobat semua. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Tim verifikasi Kemenpan RB berkunjung ke PTA Medan pada hari Senin tanggal 7 November 2022 pada pukul 11.15 Wib. Peninjauan dan verifikasi dimulai pada ruangan PTSP dan berlanjut di ruang loby. Setelah itu, Tim verifikasi dan pendamping istirahat di ruang kerja Ketua. Sambil istirahat, berlanjut tentang penjelasan berbagai inovasi yang ada di PTA Medan yang disampaikan secara bergantian oleh Ketua, Wakil Ketua dan Hakim Tinggi. Ada beberapa inovasi yang disampaikan seperti Pariban, Inspektor, Apiz dan inovasi presensi istirahat. Seperti diketahui, ada 13 inovasi yang dirancang PTA Medan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat maupun pelayanan kepada stakeholder. “Kami banyak membuat inovasi dan ada di antaranya merupakan inovasi unggulan seperti Pariban, Apiz, Inspektor dan lain-lain,” kata H. Abd. Hamid Pulungan memulai pembicaraan.

Seraya istirahat, H. Abd. Hamid Pulungan menjelaskan beberapa inovasi tersebut. Tapi, yang sangat menarik bagi Tim verifikasi adalah inovasi Pariban. Terhadap inovasi ini, banyak pertanyaan yang disampaikan Tim verifikasi seperti percepatan penyelesaian perkara dan pemangkasan biaya penggandaan dan pengiriman berkas perkara banding oleh PA ke PTA Medan. Dalam menjawab berbagai pertanyaan tersebut, H. Abd. Hamid Pulungan memberikan penjelasan secara menyeluruh. Misalnya, dengan inovasi Pariban, maka semakin cepat penyelesaian perkara. “Selama ini proses perkara banding dapat diselesaikan dalam waktu 20 hari sampai 30 hari, tapi dengan menggunakan inovasi Pariban, maka penyelesain perkara menjadi 7 hari sampai 15 hari,” ungkap H. Abd. Hamid Pulungan.

Tidak selesai sampai di situ, dijelaskan juga tentang urgensi pengawasan kinerja PA dalam proses administrasi perkara banding. Selama ini, terkadang PA terlambat mengirimkan berkas perkara banding ke PTA dan hal ini merugikan pencari keadilan. Dalam aplikasi Pariban telah dirancang proses pengiriman berkas banding sesuai dengan waktu tahap-tahapan yang ditentukan. Apabila ada PA yang terlambat mengirimkan berkas perkara banding, maka secara otomatis aplikasi Pariban dalam posisi terkunci yang mengakibatkan tidak bisa input data, kecuali setelah ada permintaan pembukaan kunci. “Dengan aplikasi Pariban ini, maka PA dimonitor agar patuh dan taat terhadap tahap-tahapan proses yang ditentukan agar berkas perkara banding dapat diinput tepat waktu,” ujarnya menjelaskan.

2

Dalam waktu yang bersamaan, H. Darmansyah menyebutkan, bahwa para pihak akan menerima notifikasi apabila perkara telah terdaftar di SIPP dan akan mendapat notifikasi apabila perkara telah diputus. Hal ini, katanya lebih lanjut, dimaksudkan sebagai bentuk pelayanan prima dan berkualitas. “Pihak yang mengajukan perkara banding akan menerima notifikasi dalam bentuk SMS apabila perkaranya telah terdaftar di SIPP, begitu juga apabila perkara telah diputus,” papar H. Darmansyah menjelaskan.

Selain menjelaskan inovasi Pariban, dalam kesempatan tersebut dijelaskan juga tentang inovasi Apiz. Inovasi ini adalah tentang permohonan cuti maupun izin keluar kantor. Dengan inovasi Apiz, maka permohonan cuti maupun izin keluar kantor tidak lagi disampaikan secara tertulis, tapi cukup di input di inovasi Apiz. Hebatnya lagi, setiap ada permohonan cuti atau izin keluar kantor, maka pimpinan mendapatkan notifikasi berupa pesan WhasApp untuk mendapatkan persetujuan. “Saya mendapat pesan WhasApp untuk persetujuan cuti dan izin keluar kantor sehingga prosesnya lebih cepat,” ujar H. Abd. Hamid Pulungan.

Tertarik akan inovasi Pariban, lalu Ketua Tim verifikasi Ibu Hatni,  ingin melihat secara langsung proses penangan perkara dengan mendatangani admin. “Saya tertarik dengan inovasi Pariban, saya mau melihat secara langsung,” pintanya. Dengan senang hati, H. Abd. Hamid Pulungan menemui admin inovasi Pariban yaitu Asran. Berbagai pertanyaan disampaikan Ibu Hatni untuk mengetahui secara mendalam inovasi Pariban tersebut. Dirinya merasa kagum setelah diperlihatkan kepadanya proses perkara banding yang dapat diputus hanya dalam waktu 7 hari. “Setelah berkas perkara banding diinput oleh PA di inovasi Pariban, maka akan dibentuk Majelis Hakim bayangan untuk mempelajari berkas perkara banding sambil menunggu selesai proses penginputan data. Dan akan segera didaftar di SIPP setelah berkasnya lengkap dan Ketua membuat PMH sesuai dengan Majelis Hakim bayangan tersebut,” ujar Asran menjelaskan.  

Hanya satu kata sebagai ungkapan kagum atas inovasi tersebut. “Hebat,” kata Ibu Hatni sambil mengacungkan dua jempol. (ahp)

  • 796-d-manan.jpg
  • 797-s-amrani.jpg
  • 798-s-syarwani.jpg
  • 799-s-asran.jpg
  • 800-s-armiwati.jpg
  • 801-s-edy.jpg
  • 802-p-rohyan.jpg