PUNCAK PERINGATAN 7 TAHUN 1 ATAP
LEMBAGA PERADILAN AGAMA DI BAWAH MA-RI
Medan (pta-medan.go.id),7-7-11

Gbr.1 Dari ki-kanan : Ketua PTA Medan, Dirjen Badilag, Waka PTA Medan.
Setelah melakukan beberapa rangkaian kegiatan menyambut 7 tahun 1 atap lembaga Peradilan Agama di bawah MARI, dan kegiatan yang terakhir adalah Senam Sambil Membaca bersama Dirjen Badilag-MARI. Tema ini diambil sehubungan dengan kerjasama Panitia Peringatan 7 tahun 1 atap dengan Perpustakaan Daerah Propsu yang mana Panitia meminta izin untuk menggunakan halaman depan kantor Perpusda untuk mengadakan senam pagi bersama Dirjen Badilag yang diikuti oleh seluruh keluarga besar PTA Medan dan PA Se Sumut.

Gbr.2 Doorprize setelah senam
Sebelum senam pagi yang dimulai pukul 06.30 Wib dan berakhir pukul 07.45 wib juga para peserta melakukan jalan santai yang dimulai dari Hotel Madani menuju Kantor Perpusda tempat pelaksanaan senam dan juga diadakan doorpize bagi seluruh peserta senam termasuk Dirjen Badilag dan Ketua PTA, Waka PTA Medan, ini merupakan wujud syukur warga PA karena kita telah menyatu dengan lembaga MARI. Doorprize disediakan oleh Panitia berupa bingkisan baik berupa pakaian olah raga, alat komunikasi (HP), dan juga voucher menginap di hotel berbintang yang ada di Medan yang diserahkan oleh Dirjen Badilag, Ketua PTA dan Wakil Ketua PTA Medan kepada para peserta yang beruntung mendapatkan doorprize tersebut.

Gbr. 3 Kata Sambutan dari KPTA Medan
Dalam sambutannya ketua PTA Medan, menyampaikan sejarah Peradilan Agama di Indonesia tidak terlepas dari ulama, dan atas izin ulama pulalah lembaga PA menyatu dengan MARI dan berkat hal tersebut. “Tahun 2011, Alhamdulillah Pengadilan Agama sudah 7 tahun berada di bawah pembinaan Mahkamah Agung dengan berbagai perkembangan yang telah dinikmati seperti perkembangan sarana /prasarana dan peningkatan SDM yang sangat gencar dilakukan oleh MA melalui Dirjen Badilag. Atas dasar pertimbangan itulah kami keluarga besar PA se Sumatera Utara melaksanakan acara yang sederhana ini sebagi wujud rasa syukur kepada Allah Swt. Yang kegiatannya dilaksanakan berbarengan dengan Rapat Kordinasi tengah tahun PTA dengan PA. Se Sumatera Utara selama tiga hari yaitu sejak tanggal 4 s/d 6 Juli 2011.” Beliau menambahkan : “Dalam rangkamensyukuri tujuh tahun satu atap Peradilan Agama di bawah Mahkamah Agung PTA bersama PA se Sumatera Utara, telah melakukan berbagai kegiatan sosial dan ilmiah yang berorientasi kepada peningkatan kemampuan profesi aparatur Peradilan Agama, mempererat hubungan silaturrahmi dengan ulama dan cendikiawan serta menjalin keharmonisan dengan masyarakat sekitar terutama dengan keluarga miskin dan anak yatim.
Aneka kegiatan yang telah kami lakukan adalah :
1.Seminar Internasional tentang Keluarga Sakinah (kerjasama dengan MUI Sumut, BKKBN, BP4 dan IKADI Sumut)
2.Silaturrahmi dengan salah seorang ulama kharismatik di Sumut yaitu Tuan Guru Babussalam di Kabupaten Langkat.
3.Menyantuni anak yatim 1304 orang yang tersebar di seluruh wilayah Sumatera Utara oleh PTA/PA.
4.Turnamen tenis terbatas antar warga Peradilan Agama.
5.Penulisan 2 buku yang berjudul :
I.Hakim di mata hukum, Ulama di mata umat
“Sebuah Biografi Para Ulama yang pernah memimpin Pengadilan Agama di Sumatera Utara.” (350 halaman)
II.Buku Pintar Panduan Tehnis Beracara di Pengadilan Agama dengan Kata Pengantar Prof. DR. H. Abdul Manan, SH., S.IP., M.Hum dalam bentuk tanya jawab.
Insya Allah sebentar lagi kedua buku tersebut akan di launching.
6.Pemilihan Pengadilan Agama terbaik dengan memberikan “Juctice Award” sebagai suatu penghargaan bagi mereka yang telah bekerja dengan baik dalam 5 kategori (administrasi perkara, administrasi umum, pelayanan public, pengembangan IT dan K3)
7.Mencari model pakaian petugas meja pelayanan menuju pelayanan prima.
8.Persiapan peresmian meuseum Peradilan Agama dan peresmian gedung PA. Binjai sebagai cagar budaya. Insya allah menjelang ramadhan nanti dapat dilaksanakan. Peresmiannya oleh Walikota Binjai.
9.Peresmian pemantapan POSBAKUM PA. Medan oleh Walikota Medan direncanakan setelah ramadhan nanti.
10.Senam jantung sehat bersama bapak Dirjen Badilag.”

Gbr. 4 Penyerahan hasil Rakor dari Ketua SC kepada Ketua PTA Medan
Sedangkan acara puncak peringatan 7 tahun adalah pemberian Justice Award dan peluncuran 2 buah buku yaitu Buku Pintar Hasil Bintek dan Buku “Ulama di mata Ummat Hakim di mata Hukum” (sebuah kenangan ketika ulama memimpin pengadilan) buah karya dari warga-warga terbaik PA se Sumut yang mencurahkan segala pikiran dan tenaga untuk terbitnya dua buku ini dan bersamaan dengan Penutupan Rakor PTA Medan dan PA se Sumut yang telah dimulai sejak 4/7/2011 di Hotel Madani Medan dan berakhir 6/7/2011 dengan penyerahan Hasil Rakor PTA Medan dan PA se Sumut dari Ketua SC kepada Ketua PTA Medan.

Gbr.5 Penyerahan secara simbolik Buku Pintar Hasil Bintek
Adapun peluncuran buku Pintar hasil Bintek Hakim dilakukan oleh Dirjen Badilag, Wahyu Widiana, pada kesempatan peluncuran tersebut Dirjen Badilag mengatakan bahwa Ditjen Badilag sangat mendukung atas peluncuran buku Pintar ini sebagai salah satu pedoman bagi Hakim dalam memutus dan mengadili sebuah perkara karena buku ini berbentuk Tanya jawab berkenaan dengan Hukum Materil dan formil yang berlaku di lingkungan Peradilan Agama.

Gbr 6. Penghargaan bagi Gus Irawan, SE, AK, MM yang berkontribusi besar atas terbitnya
buku “Ulama di mata Ummat dan Hakim di mata Hukum”
Untuk buku Ulama di mata Ummat dan Hakim di mata Hukum (sebuah kenangan ketika ulama memimpin pengadilan) diluncurkan oleh Dirut Bank Sumut yang juga Ketua MES (Masyarakat Ekonomi Syariah) Gus Irawan, SE, AK, MM. mengatakan intinya adalah “bahwa Ulama merupakan pewaris para nabi dan nabi merupakan utusan Tuhan, jika ulama menjatuhkan hukum dalam mengadili sebuah perkara maka kita yakin keadilan pasti terjadi, dan dengan terbitnya buku ini maka menjadi sebuah inspirasi bagi PA khususnya dan Pengadilan pada umumnya dan sebagai motivasi dan penyemangat bagi kita dalam menegakkan syariat Islam di atas bumi ini, semoga buku ini menjadi penyemangat bagi kita semua”.

Gbr.7 Foto bersama Pemenang Turnamen Tenis Menyambut Peringatan 7 Tahun 1 Atap
Dalam puncak peringatan ini juga dilaksanakan penyerahan hadiah bagi para pemenang pertandingan tenis PTWP Daerah. Kategori pemenang yaitu putra, putri dan veteran.

Gbr. 8 Foto bersama Dirjen Badilag, Ketua, Waka, dan Pansek PTA Medan
serta Para Ketua PA Pemenang Justice Award 2011
Dan momen yang dinantikan oleh seluruh PA di Sumut adalah pemberian Justice Award, berdasarkan SK KPTA Medan No: W2-A/1661/Kp.05.8/VI/2011 yang memutuskan Pengadilan Agama terbaik 1, 2 dan 3 justice award tahun 2011 bidang Pelayanan Publik, Administrasi Perkara, Administrasi Umum, Pengembangan IT dan Kebersihan/kenyamanan Kantor. Penilaian ini merupakan hasil dari penilaian Tim Pengawas dan Pembinaan tahun 2011 yang sekaligus sebagai tim penilai pemilihan Pengadilan Agama terbaik (Justice Award) tahun 2011.
Adapun pemenangnya adalah :1. Bidang Pelayanan Publik, terbaik I PA Padangsidempuan, II PA Medan dan III PA Kisaran, 2. Bidang Administrasi Perkara, terbaik I PA Stabat, II PA Tanjung Balai, III PA Binjai, 3. Bidang Administrasi Umum, terbaik I PA Tebing Tinggi, II PA Simalungun, III PA Gunungsitoli, 4. Bidang Pengembangan IT, terbaik I PA Sidikalang, II PA Panyabungan, III PA Balige, 5. Bidang Kebersihan dan Kenyamanan Kantor, terbaik I PA Stabat, II PA Lubuk Pakam, III PA Kabanjahe.
Para pemenang justice award selain mendapat penghargaan dan piala juga mendapatkan laptop, PC dan printer bagi juara I, II dan III.

Gbr.9 Kata Sambutan dari perwakilan Plt. Gubsu
(Ka. Biro Pemerintahan dan Umum)
Pada kesempatan tersebut Plt. Gubsu yang diwakili oleh Kepala Biro Pemerintahan dan Umum menyampaikan permohonan maaf Gubsu karena pada kesempatan yang sama juga menghadiri beberapa kegiatan, dan pada prinsipnya Gubsu sangat mendukung sekali peran PA dalam pembangunan di Sumatera Utara karena PA sebagai lembaga yudikatif dapat mengawal jalannya pemerintahan di Sumut ini.


Gbr.10 Dirjen Badilag memberikan Bimbingan dan Arahan
Sekaligus Menutup secara resmi rangkaian kegiatan Rakor dan Syukuran 7 Tahun 1 Atap
Dan dalam pengarahannya Dirjen Badilag, Drs. H. Wahyu Widiana, MA mengatakan bahwa PTA Medan dan PA se Sumut sudah maju selangkah dibandingkan dengan kami di pusat, karena PTA Medan telah memberikan beberapa penghargaan kepada PA terbaik dalam beberapa bidang, sedangkan kami di Badilag baru sebatas penghargaan website terbaik sebagai program reformasi birokrasi yang ditetapkan pemerintah kepada lembaga MA.
Oleh karenanya kami ucapkan selamat kepada PTA Medan dan PA se Sumut yang telah lebih dulu memberikan penghargaan di beberapa bidang semoga Badilag juga dapat mencontoh untuk dapat memberikan penghargaan kepada lembaga PA di beberapa bidang pula. Lanjut Dirjen.
Mengenai peluncuran 2 buah buku sebagai sebuah karya warga PA Sumut mengingatkan kita bahwa lembaga PA tidak lepas dari peran Ulama, oleh karenanya untuk menjadi hakim PA harus menguasai dan dapat membaca kitab kuning selain hukum acara yang berlaku di PA karena sumber dari hukum Islam selain al-Quran dan as-Sunnah juga berasal dari kitab-kitab Fiqh hasil buah karya ulama mujtahid yang menggunakan bahasa Arab, tegas Wahyu Widiana.