1

Sistem informasi penelusuran perkara (SIPP) menjadi indikator dalam penyelesaian perkara di pengadilan. Selain itu, SIPP menjadi wadah keterbukaan informasi bagi masyarakat pencari keadilan tentang proses perkara yang diajukannya. Oleh sebab itu, SIPP menjadi sangat penting dalam administrasi perkara dan menjadi bahan pertimbangan bagi pimpinan untuk promosi dan mutasi.

Untuk lingkungan peradilan agama, Badilag selalu mempublish setiap minggu capaian kinerja SIPP, baik untuk pengadilan tingkat pertama (PA) maupun pengadilan tingkat banding (PTA) seluruh Indonesia. Sehubungan dengan hal tersebut, PTA Medan selalu memacu dan mendorong kinerja hakim tinggi agar proses penyelesaian perkara dapat diselesaikan secepatnya tanpa mengurangi kualitas pemeriksaan perkara.

Mahkamah Agung RI melalui Surat Edaran Nomor 2 tahun 2014 menetapkan penyelesaian perkara pada tingkat banding paling lambat 3 (tiga) bulan. Lalu, untuk PTA Medan telah diterbitkan SOP bahwa penyelesaian perkara tingkat banding paling lama 1 (satu) bulan. Dengan progres yang ditetapkan PTA Medan tersebut, maka capaian kinerja SIPP PTA Medan pada tahun 2021 yang lalu selalu berada pada posisi 3 (tiga) besar secara nasional. Selain progres SIPP, juga yang tidak kalah pentingnya adalah publish putusan yang mempengaruhi nilai SIPP. Oleh sebab itu, PTA Medan telah menerapkan one day publish, artinya putusan yang dibacakan pada hari ini maka hari ini juga dipublish.

Alhamdulillah, untuk penilaian SIPP sampai dengan bulan April 2022, PTA Medan mencatatkan rekor tertinggi dan berada di posisi peringkat 1 (satu) dengan nilai 100%. Ketua PTA Medan H. Abd. Hamid Pulungan merasa bersyukur dan gembira dengan prestasi yang diraih tersebut. Dirinya mengucapkan terima kasih kepada semua unsur yang telah bekerja dengan baik dan menerapkan SOP tentang penyelesaian perkara yaitu paling lambat 1 (satu) bulan.

“Alhamdulillah, kita patut bersyukur bahwa SIPP PTA Medan berada di peringkat 1 (satu) sampai dengan bulan April 2022,” ujar H. Abd. Hamid Pulungan dengan bangga.

“Semoga dapat dipertahankan selama tahun 2022 ini,” tambahnya lagi memberikan semangat.

Menurut H. Abd. Hamid Pulungan, prestasi yang ditorehkan tersebut tidak terlepas dari kesungguhan semua elemen yang terlibat dengan penyelesaian perkara. Misalnya saja, Panitera Pengganti selalu memberitahu Majelis Hakim mengenai waktu proses penyelesaian perkara yang tertera di SIPP agar tidak melebihi 1 (satu) bulan. Begitu juga dengan Majelis Hakim, telah mempersiapkan dengan sebaik-baiknya pemeriksaan perkara sehingga dapat diputus tepat waktu. (ahp)

  • 803-d-parluhutan.jpg
  • 804-s-khairuddin.jpg
  • 805-s-rafiuddin.jpg
  • 806-s-hilman-lubis.jpg