1

Reformasi birokrasi merupakan suatu upaya dalam melaksanakan penataan terhadap sistim penyelenggaraan pemerintahan yang baik, efektif dan efisien. Pelaksanaan reformasi birokrasi ini diarahkan agar penyelenggaraan pemerintahan berorientasi untuk melayani masyarakat secara cepat, tepat dan profesional. Terdapat 3 (tiga) target utama yang hendak dicapai, yakni peningkatan kapasitas dan akuntabilitas organisasi, pemerintahan yang bersih dan bebas KKN, serta peningkatan pelayanan publik.

Implementasi nyata dari pelaksanaan reformasi birokrasi adalah dengan dilaksanakannya Pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) / Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Pembangunan Zona Integritas itu sendiri dilaksanakan sesuai dengan Permenpan RB Nomor 90  tahun 2021 yaitu penataan pada 6 area perubahan yang meliputi Manajemen Perubahan, Penataan Tata Laksana, Penataan Sistem Manajemen SDM Aparatur, Penguatan Akuntabilitas, Penguatan Pengawasan dan Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik. Adapun predikat ZI nantinya akan diberikan kepada unit kerja pemerintah yang berkomitmen menjalankan 6 area perubahan tersebut dalam meraih WBK/WBBM, khususnya dalam hal pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Lalu, pada hari Jum’at (01/04), PTA Medan melakuan pengisian LKE dan upload data dukung. Kegiatan digelar di Lt. III dengan dihadiri koordinator dan sekretaris masing-masing 6 area zona integritas. Ketua PTA Medan H. Abd. Hamid Pulungan dalam arahannya menyebutkan, pengisian LKE dan upload data dukung harus dilakukan dengan teliti dan cermat agar eviden yang diinput sesuai dengan yang ditentukan. Dirinya meminta kepada koordinator dan sekretaris masing-masing area untuk bersungguh-sungguh input data.

“Saya harap kepada kita semua dapat mengisi LKE dan upload data dukung sesuai dengan Permenpan RB nomor 90 tahun 2021 dan semoga mendapatkan nilai yang amat baik,” pinta H. Abd. Hamid Pulungan.

Masih menurut H. Abd. Hamid Pulungan, dengan pengalaman tahun lalu yaitu PTA Medan gagal meraih WBK, maka tahun 2022 ini tidak ada kata lain kecuali berhasil meraih WBK. “Dengan pengalaman tahun 2021 yang lalu, di mana nilai LKE hanya pas-pasan, maka pada tahun 2022 ini nilainya harus sangat baik sebagai modal dasar meraih WBK,” tandas H. Abd. Hamid Pulungan.

Sementara itu, Drs. Mazharuddin, M.H. yang ditunjuk sebagai koordinator menyebutkan, dirinya beserta seluruh Tim yang ditugaskan mengisi LKE dan upload data dukung akan bekerja keras dan tuntas sehingga tugas yang mulia ini dapat terlaksana dengan sebaik-baiknya. ”Saya sebagai koordinator mengajak seluruh Tim untuk bekerja keras sehingga memperoleh nilai yang sangat baik," ujar H. Mazharuddin bersemangat. (ahp)

  • 806_armen.jpg
  • 807_miharza.jpg