1

Reformasi birokrasi terus bergulir untuk menuju pemerintahan yang melayani dan bersih dari korupsi. Berbagai upaya dilakukan untuk mewujudkan pemerintahan yang memiliki tata kelola yang baik maupun sumber daya manusia yang profesional.

Kementerian PAN dan Reformasi Birokrasi melakukan terobosan dengan mewujudkan pemerintahan wilayah bebas dari korupsi (WBK) dan wilayah birokrasi bersih dan melayani (WBBM). Maka dibuatlah 6 (enam) area pengungkit guna mewujudkan pemerintahan yang bersih dan melayani tersebut. Bagi satuan kerja yang telah berhasil melaksanakannya diberi sertifikat WBK/WBBM. Artinya satuan kerja tersebut dapat dipastikan melayani dengan baik dan bebas dari korupsi.

Sampai dengan saat ini telah banyak satuan kerja yang meraih WBK/WBBM dari berbagai Kementerian/Lembaga. Menurut data, Kementeri Keuangan termasuk yang paling banyak meraih WBK/WBBM di satuan kerja masing-masing, salah satu di antaranya adalah KPPN Medan II yang beralamat di Jalan Diponegoro, Medan. Selain itu, ada juga satuan kerja yang telah berhasil meraih WBK dari Politeknik Penerbangan Medan yang beralamat di Jalan Sempakata Medan.

Lalu, pada hari Selasa (28/09) dilaksanakan talk show kiat sukses meraih WBK secara virtual yang dikoordinir KPPN Medan II dan diikuti PTA Medan serta Politeknik Penerbangan Medan sebagai mitra kerja KPPN Medan II.  Hadir sebagai nara sumber adalah Kepala KPPN Medan II Irfan Huzairin, Direktur Politeknik Penerbangan Medan I Wayan Juliarta dan Ketua PTA Medan H. Abd. Hamid Pulungan. Talk show tersebut diikuti partisipan sebanyak 40 orang.

Kepala KPPN Medan II Irfan Huzairin menjelaskan kiat sukses satuan kerja yang dipimpinnya dalam meraih WBK tahun 2019 yang lalu dan sekarang ini sedang berjuang meraih WBBM. Menurutnya, kelengkapan dokumen pendukung yang diinput pada LKE menjadi syarat utama. Selanjutnya perubahan pola pikir dan budaya kerja serta integritas seluruh aparatur harus terbangun dengan baik. “Integritas aparatur dengan tegas menolak korupsi dan gratifikasi adalah syarat mutlak meraih WBK,” papar Irfan Huzairin menjelaskan.

Kemudian, yang tidak kalah pentingnya, lanjut Irfan, adalah tata kelola dan proses bisnis serta layanan kepada stakeholder. “Pelayanan harus memuaskan dan didukung dengan terobosan teknologi informasi sehingga cepat dan transparan,” ujar Irfan berbagi pengalaman.

Sementara itu, Direktur Politeknik Penerbangan Medan I Wayan Juliarta menjelaskan kiat sukses meraih WBK di satuan kerja yang dipimpinnya. Menurutnya, komitmen seluruh aparatur menjadi modal dasar meraih WBK. Dirinya membangun tim yang solid yang memiliki visi yang sama untuk memberikan pelayanan prima dan bebas dari korupsi. “Saya sependapat dengan Kepala KPPN Medan II, bahwa komitmrn seluruh aparatur adalah yang utama untuk meraih WBK. Selain itu, pelayanan yang baik yang ditunjukkan hasil SKM,” papar I Wayan Juliarta.

Di sisi lain, Ketua PTA Medan H. Abd. Hamid Pulungan mohon do’a dan dukungan agar satuan kerja yang dipimpinnya berhasil meraih WBK tahun 2021 ini. Menurutnya, seluruh aparatur PTA Medan telah berkomitmen dengan sepenuh hati dalam melakukan perubahan pola pikir dan budaya kerja agar ada peningkatan pelayanan dan terhindar dari korupsi dan gratifikasi.

“Kami sedang melaksanakan pembangunan zona integritas menuju WBK, mohon do’a dari Bapak/Ibu semua semoga kami berhasil meraih WBK tahun 2021 ini,” ujar H. Abd. Hamid Pulungan.

Talk show kiat sukses meraih WBK tersebut berlangsung dengan tertib dan lancar yaitu berbagi pengalaman untuk meraih WBK. Di akhir talk show dilakukan foto bersama. (ahp)

  • 807-d-bahrin.jpg
  • 808-d-syukron.jpg
  • 809-d-syarifuddin.jpg
  • 900-d-parlan.jpg
  • 901-s-basuni.jpg
  • 901-s-mazharuddin.jpg
  • 902-s-syaifuddin.jpg
  • 903-s-syaiful.jpg
  • 904-s-abdullah.jpg
  • 905-s-nurhayati.jpg
  • 906-s-jamaluddin.jpg