OPTIMALISASI PENGGUNAAN SIADPA/SIADPA PLUS DAN PERESMIAN LASKAR AL-HIJRAH FOR SIADPA IMPLEMENTATION
Pada hari Kamis, 04 April 2013, Pengadilan Tinggi Agama Medan mengelar acara peresmian Laskar Al-Hijrah For Siadpa Otomation se-Sumatera Utara dan diberi kepercayaan untuk dilaksanakan di Pengadilan Agama Tebing Tinggi. Dihadiri langsung Ketua Pengadilan Tinggi Agama Medan, Hakim Tinggi Pengawas Daerah wilayah Pengadilan Agama Tebing Tinggi, Ketua, Wakil Ketua, Pansek dan admin Siadpa dari Pengadilan Agama yakni PA. Rantauprapat, Pematangsiantar, Simalungun, Lubuk Pakam, Tanjung Balai, Kisaran serta undangan yakni Kakandepag. Kota Tebing Tinggi (Drs. H. Hasful Huznain, SH), Kabag. Kesra Pemko Tebing Tinggi (Drs. Syahbana Hasibuan, MAP).

Ketua Pengadilan Tinggi Agama Medan (Drs. H. Soufyan M. Saleh, SH) dalam arahannya menyampaikan bahwa "era teknologi yang sekarang ini pemanfaatan Aplikasi Siadpa dilingkungan Pengadilan Agama sangat membantu pekerjaan dalam menyelesaikan suatu perkara. Hal ini bisa dilihat dari jumlah perkara yang diterima Pengadilan Agama Tebing Tinggi pada tahun 2012 sekitar 650 perkara, kalau suatu perkara masih menggunakan mesin ketik manual mungkin dalam satu perkara penyelesaiannya bisa memakan waktu berjam-jam, tapi dengan adanya komputer dan sistem aplikasi siadpa ini dalam satu perkara dapat diselesaikan tidak memakan waktu yang terlalu lama" ujarnya.
Drs. H. Bisman, M.HI (Ketua Pengadilan Agama Tebing Tinggi) juga memberi kata sambutan bahwa "seluruh warga Pengadilan Agama Tebing Tinggi mengucapkan terimakasih atas kepercayaan Ketua Pengadilan Tinggi Agama Medan kepada kami sebagai tuan rumah dalam melaksanakan acara peresmian Laskar Al-Hijrah For Siadpa Otomation sewilayah PTA. Medan". Dalam kesempatan itu juga Ketua Pengadilan Agama Tebing Tinggi menyampaikan bahwa, "penggunaan dan pemanfaatan Siadpa/Siadpa Plus di Pengadilan Agama Tebing Tinggi selama ini sangat membantu pekerjaan dibagian kepaniteraan, mulai dari proses pendaftaran hingga akte cerai". Ungkapnya. Kemudian para user Siadpa Pengadilan Agama Tebing Tinggi mengucapkan ikrar user yakni "Kami user Siadpa/Siadpa Plus Pengadilan Agama Tebing Tinggi, dengan ini berikrar sepenuh hati akan menggunakan Siadpa/Siadpa Plus dalam melaksanakan dan menyelesaikan tugas-tugas administrasi peradilan, semoga Allah SWT senantiasa membimbing kami. Amin Ya Rabbal Alamin." Selanjutnya ucapan terimakasih juga disampaikan Ketua Pengadilan Agama Tebing Tinggi kepada tim siadpa Pengadilan Agama Tebing Tinggi yang telah bekerja siang dan malam untuk pengoptimalisasian penggunaan siadpa dibagian kepaniteraan, dan kepada semua warga Pengadilan Agama Tebing Tinggi kami sampaikan "Sekali layar terkembang berpantang kuncup kembali" ujar beliau.

pemakaian jaket Al-Hijrah kepada para admin Siadpa

Setelah itu Ketua Pengadilan Tinggi Agama Medan bersama-sama dengan Hakim Tinggi memakaikan jaket Laskar al-Hijrah kepada admin Siadpa seluruh Pengadilan Agama sewilayah PTA. Medan. Acara berakhir sekitar pukul 16.00 Wib. (it/mad).
(sumber : pa-tebingtinggi.net(05/04/13))
PENGAMBILAN SUMPAH DAN PELANTIKAN
KAUR UMUM PENGADILAN AGAMA PEMATANGSIANTAR
Pada hari Kamis, 4 April 2013 Pengadilan Agama Pematangsiantar menggelar acara pelantikan Kepala Urusan Umum yaitu Saudara Renny Wulandary, S.E.
Bertempat di ruang sidang Pengadilan Agama Pematangsiantar acara tersebut dipimpin oleh Bapak Ketua Pengadilan Agama Pematangsiantar Drs. M. Jhon Afrijal, SH., MH. dengan dihadiri oleh Wakil Ketua, Para Hakim, Panitera/Sekretaris, Seluruh Pejabat Fungsional/ Struktural, dan Pegawai Honorer Pengadilan Agama Pematangsiantar.


Dalam Pidato Pelantikan Ketua Pengadilan Agama Pematangsiantar Drs. M. Jhon Afrijal, S.H., M.H., “ mengucapkan selamat kepada Pejabat yang baru dilantik, agar menjaga amanah yang telah diberikan dengan sebaik-baiknya penuh dengan tanggung jawab “


Setelah acara pelantikan selesai, dilanjutkan pemberian ucapan selamat dari seluruh yang hadir didahului oleh Bapak Ketua Pengadilan Agama Pematangsiantar. (Dadan D. Riyadi)
(sumber : pa-pematangsiantar.net(05/04/13))
BUPATI TAPTENG APRESIASI PA PANDAN

PANDAN | Bupati Kabupaten Tapanuli Tengah memberikan apresiasi kepada Pengadilan Agama Pandan dalam pembukaan MTQ ke-39, Bupati Raja Bonaran Situmeang, SH, M.Hum, menyebut nama Ketua PA Pandan secara khusus dalam acara ramah tamah.
"Saya apresiasi dan respon kepada pak Ifdal, orang PA dan juga orang hukum," kata Bupati di sela persiapan pembukaan MTQ di hotel Fansuri Barus, Senin (1/2) lalu.
Dalam acara ramah tamah yang dihadiri oleh forum koordinasi pimpinan Kabupaten tersebut, Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) duduk bersama-sama wakil Bupati, ketua DPRD Kabupaten Tapteng, Danramil, Kapolres, dan Ketua PA Pandan.
Selain membicarakan persiapan pembukaan MTQ ke-39, Bupati dan Ketua PA Pandan juga membahas kota Barus sebagai kota tua awal masuknya Islam ke nusantara.
Setelah memberikan apresiasi dan respon kepada Ketua PA Pandan di hotel fansuri, Bupati juga menyebut jabatan ketua PA Pandan dalam sambutan tertulisnya. "Yang saya hormati, saudara wakil Bupati Tapanuli Tengah, saudara ketua DPRD, saudara Ketua Pengadilan Agama Pandan........hadirin yang berbahagia, horas tapteng!" teriak Raja Bonaran Situmeang.

Dalam forum koordinasi pimpinan Kabupaten, ketua PA Pandan masuk dalam jajaran anggota forum yang dulunya bernama Muspika-plus. Kedudukan ketua PA Pandan sama halnya dengan Ketua PN, Kapolres, ketua DPRD dan lainnya.
Ketika ditanya sambutan Bupati Tapteng yang menyebut jabatan ketua PA Pandan, Drs. Ifdal, SH mengatakan, "saya belum pernah diperlakukan macam ini, selama ini saya dianggap orang biasa, hakim biasa, tapi malam ini saya diperlakukan seperti layaknya pejabat negara, pimpinan lembaga yudikatif (PA), ini berkat humas dan pejabat protokol PA Pandan yang berjalan, terima kasih," katanya.
Ke depan menurut Drs, Ifdal, SH, hubungan antara PA Pandan dan Bupati harus dibina sebaik-baiknya. Sebelumnya, hubungan yang harmonis antara PA Pandan dan Bupati tidak tersentuh dengan baik sehingga Bupati dan jajarannya tidak mengetahui keberadaan PA Pandan di Kabupaten Tapanuli Tengah.
Bagi Ketua PA Pandan, dengan masuknya PA di bawah MA sebagai lembaga yudikatif satu atap, koordinasi antara lembaga yudikatif, eksekutif dan legislatif harus terjalin baik.
"Bupati, DPRD, dan PA Pandan harus lebih baik lagi, pejabat humas dan protokol harus berfungsi, sering-sering berkomunikasi dengan humas dan protokol Bupati dan DPRD, kita jadikan fungsi PA sebagai lembaga yudikatif di Kabupaten Tapteng," tegas Drs. Ifdal, SH. (Alimuddin)
(sumber : pa-pandan.net(04/04/13))
Tuesday Meeting
PA Sibolga Memiliki 2 Orang Role of Model

www.pa-sibolga.net
Seperti biasanya PA Sibolga, dalam setiap satu minggu sekali mengadakan pertemuan yang biasa disebut Tuesday meeting. Pada rapat mingguan kali ini, pada tanggal 2 April 2013 ada 3 agenda yang di bahas, yakni pertama: Penyampaian BINTAL, Kedua : rapat koordinasi, Ketiga : penghitungan polling role of model.
Sebelum agenda rapat dimulai, yang dimoderatori oleh Bapak Khamami, S.Ag selaku Pansek PA Sibolga dan langsung dipimpin oleh bapak Ketua PA Sibolga Drs. H. Sahnan, SH, MH dan didampingi wakil PA Sibolga, Drs. Zulkarnain Lubis, acara Bina Mental diisi oleh Hakim PA Sibolga Budi Hari Prosetia, SHI yang mengambil tema filosofi dari KETULUSAN SEORANG TUKANG BANGUNAN.
Saat seseorang mendapat pekerjaan sulit, dia akan mengerahkan seluruh kemampuannya. Tetapi saat mendapat pekerjaan mudah, seseorang cenderung menyepelekannya.
Alkisah dua orang pemuda yang mendapat pekerjaan sebagai tukang bangunan. Proyek yang harus mereka jalankan adalah membangun sebuah rumah milik saudagar kaya. Pemuda pertama, yang bertubuh besar mendapat tugas membuat pintu dan kayu. Sedangkan pemuda kedua yang bertubuh kecil mendapat tugas mengaduk semen dan menyusun batu bata.
Pemuda pertama senang karena menganggap pekerjaannya sangat mudah dan tidak perlu banyak tenaga, pemuda kedua tidak banyak mengeluh karena dia berpikir akan memberikan yang terbaik.
Saat tiba di lokasi pembangunan, sang pemuda pertama sangat terkejut karena rumah yang dibangun ternyata rumah model kuno, memerlukan pintu dan jendela yang penuh ukiran. Sang mandor langsung mengajarkan cara mengukir pada pemuda pertama. Meskipun telah diajarkan berkali-kali, sang pemuda pertama tidak bisa mengukir dengan baik, karena sejak awal dia berpikir bahwa pekerjaannya mudah sehingga menyepelekan.
Berbeda dengan pemuda kedua, dia bisa mengaduk semen dan menyusun bata dengan baik walaupun hanya diajarkan sesekali.
Timbul niat untuk bertukar posisi. Pemuda pertama menawarkan diri untuk menggantikan si pemuda kedua, merekapun bertukar pekerjaan.
Saat sore tiba, sang mandor kembali ke rumah yang dibangun. Dia terpesona dengan satu pintu yang memiliki ukiran halus dan indah. “Siapa yang membuat ukiran ini?” tanya sang mandor. Pegawai yang lain langsung menunjuk ke arah pemuda dua.
Sang mandor langsung menghampirinya lalu bertanya bagaimana si pemuda yang tidak memiliki latar belakang mengukir bisa menghasilkan ukiran pintu yang indah.
“Bagi saya, sederhana saja pak,” ujarnya dengan wajah yang rendah hati. “Lakukan semuanya dengan tulus dan jangan pernah meremehkan apapun. Dengan begitu, saya lebih mengerti saat diajarkan dan bersungguh-sungguh mengerjakannya,” lanjut sang pemuda. “Jika kita bekerja dengan kesungguhan hati, maka hasilnya akan luar biasa,”
Hal yang paling menakutkan bukanlah mendapat pekerjaan yang sulit, tetapi mendapat pekerjaan yang mudah. Karena saat mendapatkan pekerjaan yang mudah, kita cenderung meremehkannya.
Satu pelajaran hebat dari seorang tukang bangunan. Semoga kisah ini bisa menjadi inspirasi kita semua.
Pesan moral yang dapat kita ambil pelajarannya dari cerita diatas. Yakni :
- "Kita tidak harus ahli dalam melakukan sesuatu, karena kita akan membangun keahlian itu dari melakukannya"
- Dalam bekerja, apapun yang diberikan tugas kepada kita harus dilasanakan dengan kesungguhan dan keikhlasan yang harus kita utamakan, dan hasilnya pun akan kita rasakan berbeda dengan orang yang tidak melakukan dengan hal yang sebaliknya.
- "Ilmu itu adalah gudang dan kunci pembukanya adalah bertanya"
Kedua: rapat koordinasi.
Dalam rapat koordinasi ini, yang dipimpin langsung oleh Ketua PA Sibolga mengakomodir seluruh permasalahan yang ada pada setiap bagian masing-masing, baik dari bagian kepaniteraan, kesekretariatan maupun dari hakim pengawas yang selama ini menjadi masalah yang perlu di benahi dan dievaluasi. Setelah mengutarakan semua permasalahan yang ada , langsung dicarikan solusinya pada tiap-tiap masalah dengan meminta pendapat kepada seluruh peserta rapat untuk disepakati solusinya.
Ketiga : Pemilihan role of model.
Setelah selama satu minggu bekerja, tim fasilitator yang ditunjuk oleh Ketua PA Sibolga untuk menjaring baik dari pegawai dan honore, akhirnya pada tanggal 2 April 2013 PA Sibolga kini telah mempunyai 2 orang role of model. Dalam penentuan 2 orang ini, seluruh pegawai diberikan kesempatan untuk memilih siapa yang layak dan pantas dijadikan figure tauladan di PA Sibolga, adapun kreteria penilaian untuk para calon role of model ini adalah
1. Kedisipilinannya didalam melaksanakan tugas dan aturan yang berlaku
2. Tangggungjwabnya dalam pelaksanaan tugas yang ditetapkan/perintahkan
3. Skill/kemampuan yang dimilikinya dalam menjalankan tugas yang dibebankan kepadanya.
Hasil dari jejak pendapat yang secara langsung dibacakan didepan seluruh peserta acara rapat, akhirnya telah menghasilkan 2 orang, yaitu
1. Untuk rule of model dari pegawai : ROJUDIN , S.Ag,M.Ag.
2. Untuk rule of model dari pegawai Honorer : JAMILAH, S.Ag
Dalam sambutanya KPA Sibolga menyampaikan bahwa, “Saudara berdua adalah pegawai pilihan yang dipilih oleh seluruh warga PA Sibolga menjadi role model pertama yang ditetapan PA Sibolga di tahun 2013 ini. Dengan segala keterbatasan sebagai manusia, Saudara adalah pegawai-pegawai pilihan yang dinilai dapat bekerja secara profesional, punya integritas, dan berkejujuran yang tinggi. semoga dapat dipertahankan dan menjadi tauladan bagi yang lain.” Diakhir acara, seluruh peserta rapat memberikan ucapan selamat kepada role of model PA Sibolga 2013 terpilih, tepat pukul 12.00 wib, acara Tuesday meeting ditutup oleh moderator acara bapak pansek PA Sibolga.
sumber: www.pa-sibolga.net (04/04/2013)
Pengadilan Agama Panyabungan ‘Kembalikan’ Mahasiswa Ke Kampus

Kamis, 4 April 2013 (www.pa-panyabungan.net)
Salah satu yang mewarnai aktivitas perkantoran di Pengadilan Agama Panyabungan sejak dua bulan yang lalu adalah kehadiran mahasiswa PPL. Mahasiswa yang berjumlah 9 orang tersebut merupakan bagian dari delegasi dari kampus Badan Layanan Umum STAIM Panyabungan. kini, kehadiran sembilan Mahasiswa tersebut telah resmi ‘dikembalikan’ ke kampus. Bertempat di ruang lobi Pengadilan Agama Panyabungan telah diadakan perpisahan.
Praktek Pengalaman Kerja (PPL) yang dimulai sejak bulan Februari 2013 merupakan salah satu program rutin tahunan yang dilakukan oleh institusi pendidikan milik Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal. Dalam perpisahan yang dimulai Jam 10.00 WiB dihadiri langsung oleh Ketua Pengadilan Agama Panyabungan Drs.H. Alimuddin, SH.MH, Wakil Ketua Bukhari, SH seluruh Hakim, Panitera dan pejabat struktural dan fungsional Pengadilan Agama Panyabungan. selain itu, turut hadir dalam acara perpisahan perwakilan dari BLU STAIM Panyabungan Mukhtar Nasution.

Dalam sambutan perwakilan Mahasiswa disampaikan oleh Rafsanjani Nasution. Menurutnya, kehadiran mahasiswa di Pengadilan Agama Panyabungan memberikan ilmu dan pengalaman yang sangat berharga.
“Kami mengucapkan terima kasih atas bimbingan dari Pengadilan Agama Panyabungan, karena selama praktek lapangan disini kami telah diberi ilmu dan pengalaman yang sangat berharga”. Ujar Rafsanjani.
Oleh sebab itu, lanjutnya atas nama perwakilan mahasiswa mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.
“Atas nama mahasiswa PPL saya mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada bapak-bapak dan ibu-ibu di pengadilan agama panyabungan ini”, kami berharap bapak dan ibu mendoakan kami agar sukses menyelesaikan kuliah, ucap Rafsanjani.
Usai sambutan mahasiswa, dilanjutkan dengan kata sambutan dari Ketua Pengadilan Agama Panyabungan. Dalam sambutannya Ketua Pengadilan Agama Panyabungan menyampaikan rasa terima kasih kepada BLU STAIM Panyabungan yang telah memberikan kepercayaan penuh kepada Pengadilan Agama Panyabungan dalam membimbing praktek lapangan mahasiswa.
“Sebagai pimpinan saya mengucapkan terima kasih kepada pihak BLU STAIM yang telah memberikan kepercayaan kepada kami untuk membimbing Mahasiwa”. Ungkap Pak Alimuddin.

Setelah sambutan ketua Pengadilan Agama Panyabungan, dilanjutkan dengan kata Sambutan dari perwakilan kampus yang disampaikan oleh Bapak Mukhtar Nasution. Menurut Mukhtar bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama stake holder bangsa, sehingga sangat keliru jika menempatkan tanggungjawab keberhasilan pendidikan pada institusi pendidikan semata. Oleh sebab itu, pihaknya mengucapkan terima kasih atas diterimanya Mahasiswa melaksanakan praktek di Pengadilan Agama Panyabungan.
“Tanggung jawab pendidikan bukan pada institusi pendidikan saja, namun semua elemen bangsa turut andil dalam menyukseskan pendidikan bangsa ini." Tandas Mukhtar.
Usai sambutan, acara dilanjutkan dengan penyerahan kembali Mahasiswa ke BLU STAIM dan penyerahan cendra mata dari Mahasiswa ke PA Panyabungan dan dosen Supervisor. Kemudian, dipenghujung acara ditutup dengan doa yang diimami oleh Khairil Anwar, serta salam-salaman.
Ditulis Oleh : TIM Redaksi PA Panyabungan & TIM IT PA Panyabungan.
sumber: www.pa-panyabungan.net (04/04/2013)