Bertepatan dengan 15 Ramadhan 1442 H yang jatuh pada Selasa, 27 April 2021seluruh aparatur Pengadilan Agama Pematangsiantar mendengarkan tausiyah yang dibawakan oleh Wakil Ketua Pengadilan Agama Pematangsiantar, Asri Handayani, S.H.I., M.E.. Adapun tausiyah yang dibawakan oleh Ibu Wakil Ketua ialah kisah inspiratif dari seorang kakek dan pencuri pepaya. Cerita ini tentang seorang kakek yang  hidup sederhana dan bersahaja yang tinggal di kampung. Ia mempunyai  pohon pepaya di depan rumahnya dan saat itu ada dua buah pepaya yang telah menguning dan siap dipanen. Ia berencana memetik buah itu di keesokan hari. Namun, keesokan harinya disaat ia ingin mengambil pepaya tersebut, ia mendapati satu buah pepayanya telah hilang dicuri orang.

Kakek itu begitu bersedih, hingga istrinya terheran dan menanyakan. “Kenapa kamu bersedih  hanya karena sebuah pepaya yang hilang?” ujar sang istri. Lalu ia menjawab “bukan itu yang aku sedihkan. Aku khawatir, betapa sulitnya orang itu mengambil pepaya kita. Ia harus sembunyi-sembunyi di tengah malam dan tanpa penerangan agar tidak ketahuan orang”. Selanjutnya si kakek berinisiaitf untuk meminjam tangga dan meletakkannya di bawah pohon pepaya agar ketika si pencuri datang kembali malam ini ia tidak akan kesulitan untuk mengambil pepaya yang satunya. Namun saat pagi harinya, ia mendapati pepaya tersebut masih tetap ada dan tangga yang disediakan tidak bergeser sedikitpun. Ia pun menunggu di hari-hari berikutnya berharap pencuri itu akan datang lagi. Hingga suatu sore, sang kakek kedatangan tamu seorang pemuda dengan menenteng dua buah pepaya. Setelah berbincang lama, ternyata pemuda tersebut menyesal dan mengakui bahwa ia lah yang pencuri pepaya si kakek.

Pemuda tersebut berkata, “Sebenarnya  di malam berikutnya aku ingin mencuri pepaya yang tersisa, namun saya menemukan tangga disana, sehingga saya tersadar dan bertekad untuk tidak mau mencuri lagi”.  Lalu oleh pemuda tersebut ia menghadiahkan 2 buah pepaya yang ia beli di pasar sebagai hadiah dan untuk menebus kesalahannya. Dari kisah ini kita bisa memetik  bahwa suatu kejahatan tidak perlu dibalas dengan kejahatan juga. Alangkah lebih baik jika kejahatan tersebut dibalas dengan kebaikan sesuai perintah Allah dalam Alqur’an di Surah Al Fushilat ayat 34.

Tim IT PA Pematangsiantar.

  • 905-s-nurhayati.jpg
  • 906-s-jamaluddin.jpg
  • 907-p-muhsin-halim.jpg
  • 908-d-abdullah.jpg
  • 909-p-masdarwiaty.jpg
  • 910-d-yazid-bustami.jpg
  • 911-d-mannan-hasyim.jpg
  • 912-d-aminuddin.jpg
  • 913-p-mansur-muda.jpg
  • 914-s-zulkarnaen.jpg
  • 915-s-hamid-saleh.jpg
  • 916-s-maharnis.jpg
  • 917-s-ahmad-zein.jpg
  • 918-s-jeje.jpg
  • 919-s-asep.jpg
  • 920-s-misran.jpg
  • 921-s-aminuddin.jpg
  • 921-s-kasim.jpg
  • 922-s-ribat.jpg
  • 923-s-sakwanah.jpg