Suasana Haru di Pengadilan Agama Pandan

Pandan, 31 Oktober 2012
Suasana haru menyelimuti warga Pengadilan Agama (PA) Pandan, langit biru memandang dari kejauhan seiring dengan hembusan angin laut pantai Pandan. Betapa tidak, Ketua PA Pandan Drs. Miranda mengumpulkan seluruh pejabat dan pegawai di ruang kerjanya, Rabu (31/10).
"Saya ingin menyampaikan rasa haru dan ucapan terima kasih kepada bapak ibu semua, selama saya memimpin mungkin terdapat kesalahan dan ketidak wajaran, mohon dibukakan pintu maaf," kata Drs. Miranda di hadapan pejabat dan pegawai PA Pandan.

Pagi itu, Ketua PA Pandan berpamitan dengan seluruh hakim, pansek, pejabat struktural dan fungsional, pegawai, dan tenaga honor, menyusul pengumuman dari Tim Promosi dan Mutasi (TPM) Hakim dan pimpinan PA periode kedua tahun 2012. Drs. Miranda dimutasikan sebagai Ketua Mahkamah Syar'iyah Sigli Aceh setelah lebih kurang 2 tahun menjadi Ketua PA Pandan.
Dalam kesempatan yang sama, Drs. Miranda juga menyampaikan motivasi dan saran tentang pentingnya pengabdian dan kerjasama. "Selama ini saya berusaha menjalankan program dan rencana kerja, tapi ada yang sudah berjalan dan banyak juga yang belum sempat, bapak dan ibu yang terus menjalankannya," tegasnya.
Program dan rencana kerja yang dimaksud adalah sidang keliling, sosialisasi dan pelayanan hukum, monitoring dan evaluasi pelaksanaan SIADPA Plus, meja informasi, implementasi dari hasil bintek di Hotel Bumi Asih Pandan, dan perubahan sistem internal.
Meskipun demikian, mantan hakim PA Medan ini juga berharap di masa mendatang PA Pandan akan semakin kokoh dan maju seiring dengan rencana pembaruan peradilan agama di Indonesia.
Menanggapi kata pamitan dari Drs. Miranda, wakil ketua PA Pandan Drs. Malkan, SH, MA menyampaikan ungkapan syukur yang mendalam. "Kami bersyukur bisa bertemu dengan pak ketua, meskipun dalam waktu yang singkat, kalaulah ada kesalahan sudah lama kami maafkan, karena kami anggap bapak adalah orangtua kami yang selalu memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya," urainya.
Lebih lanjut, Drs. Malkan, SH, MA juga tidak henti-hentinya mendorong agar Drs. Miranda bersemangat di tempat yang baru, melanjutkan rencana kerja yang sudah berhasil selama berada di PA Pandan. "Suatu saat kita akan berjumpa lagi, dan saya yakin pak ketua akan membawa perubahan di sana (Sigli) nanti," kata mantan hakim PA Kisaran itu.
Keheningan dalam suasana pagi itu, larut dengan acara salam-salaman dan juga saling berpelukan antara Drs. Miranda dengan wakil ketua PA Pandan, hakim, pansek, pejabat struktural dan fungsional, pegawai dan tenaga honor. Tepat pukul 10.30 WIB, warga PA Pandan mengantarkan kepergian Drs. Miranda dan keluarganya dari rumah dinas di kawasan Sibuluan Pandan Tapanuli Tengah. "Selamat jalan pak ketua, guru tenisku!" ungkap Harry Fadli dengan mata berkaca-kaca. (Alimuddin)
sumber: www/pa-pandan.net (31/10/2012)