Dirjen Badilag Tinjau Museum Rumah Keadilan

Dirjen Badilag Mahkamah Agung Republik Indonesia, Drs. H. Wahyu Widiana, MA, berkunjung ke Pengadilan Agama Binjai. Ikut serta dalam kunjungan tersebut Hakim Tinggi PTA Medan Drs. Sudirman Cik Ani, SH, MH, Pansek PTA Medan Tukiran, SH, Ketua Pengadilan Agama Stabat Drs. Syaifuddin, SH, M.Hum dan Kasub Bagian Umum PTA Medan Zulfikar Arif Rahman Purba, SH. Dirjen tiba di Pengadilan Agama Binjai pada hari Rabu, tanggal 5 September 2012 pukul 14.00 WIB. Kehadiran Pak
Dirjen sangat dinantikan oleh keluarga besar Pengadilan Agama Binjai. Beliau disambut oleh Wakil Ketua Drs. Rusyidi An, SH, para hakim, Panitera/Sekretaris, Pejabat struktural dan fungsional, serta seluruh pegawai Pengadilan Agama Binjai. Setelah beramah tamah dengan hakim dan pegawai PA Binjai, Pak Dirjen berkeliling, melihat ruangan gedung Pengadilan Agama Binjai.
Pengadilan Agama Binjai memiliki dua gedung yang berdampingan. Gedung lama yang merupakan cagar budaya adalah tempat pelayanan masyarakat pencari keadilan. Di gedung ini terdapat ruang sidang 2 ruangan, ruang mediasi, ruang tunggu hakim, ruang arsip, ruang posbakum, ruang informasi, ruang pelayanan perkara (meja I, II, III dan kasir) dan satu ruangan khusus untuk museum. Sedangkan gedung baru (dua lantai dibangun tahun 2010) bersebelahan dengan gedung lama adalah merupakan tempat kerja, di lantai dua terdapat ruang Ketua, Wakil Ketua, ruang hakim, ruang rapat, ruang pustaka, sedangkan lantai 1 ada ruang Panitera/Sekretaris, Wapan, Wasek, kepaniteraan, kesekretariatan(kepegawaian dan umum), dan ruang keuangan.
Yang cukup menarik di dalam gedung Pengadilan Agama Binjai ini adalah adanya satu ruangan khusus untuk Museum. Museum ini dinamakan Museum Rumah Keadilan, karena isi museum adalah berupa foto dan barang bersejarah tentang perjalanan dan perkembangan peradilan agama di Sumatera Utara. Nuansanya sederhana namun syarat makna. Diresmikan oleh Walikota Binjai, M. Idaham, SH, M.Sc pada tanggal 14 September 2011 yang lalu kini usianya hampir satu tahun. Museum ini berukuran 4,5 x 4,5 m. “Yang mahal dari museum ini adalah ide”ujar Pak Dirjen, ketika beliau melihat-lihat isi museum tersebut.
Setelah berkeliling meninjau gedung Pengadilan Agama Binjai, beliau juga menyaksikan tampilan aplikasi baru yang dibuat oleh Fadli Iskandar, SH (honorer yang memiliki pengetahuan IT) aplikasi antrian sidang yang nantinya akan terkoneksi dengan siadpa. Program aplikasi ini akan memudahkan masyarakat pencari keadilan untuk mengikuti persidangan, karena daftar/jadwal dan nomor urut/antri persidangan dapat dilihat pada monitor yang diletakkan di ruang tunggu sidang. Pak Wahyu memberikan apresiasi dan mendukung program ini. Program ini diharapkan dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. Beliau juga memberikan saran-saran terhadap aplikasi ini. Agar masyarakat lebih jelas supaya antrian ini dibuat lebih besar dan ditampilkan pada monitor tersendiri tidak digabung dengan siaran televisi. Beliau mengucapkan selamat dan berharap kepada warga Peradilan Agama Binjai agar tetap berkarya, inovatif dan kreatif, membuat ide dan gagasan-gagasan baru yang mendukung pelaksanaan tugas pokok dan fungsi serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan.
Sekitar pukul 16.00 WIB Pak Wahyu pamit meninggalkan Pengadilan Agama Binjai kembali ke Jakarta. Selamat jalan Pak Wahyu, semoga bapak tetap diberikan kesehatan dan keselamatan serta kesejahteraan oleh Allah SWT dan sukses dalam melaksanakan tugas. Amin.(Amr)
(sumber : pa-binjai.net(07/09/12))