1

Senin, tanggal 24 Februari 2020 Ketua Pengadilan Agama Rantauprapat Drs.H. Bakti Ritonga, S.H., M.H menghadiri Launching Laporan Catatan Tahunan peta kasus kekerasan terhadap perempuan bertempat di Hotel Platinum Rantauprapat Kabupaten Labuhanbatu pada pukul 09.30 Wib yang diselenggarakan oleh Serikan Perempuan Independen (SPI).

Kegiatan Launching Laporan Catatan Tahunan yang bertujuan untuk mendorong disahkannya Rancangan Undang – Undang Penghapusan Kekerasan Seksual oleh DPR RI ini di hadiri oleh Ketua PA Rantauprapat yakni Drs. H. Bakti Ritonga, S.H., M.H, unit PPA Polres Labuhanbatu, Ketua SPI Labuhanbatu, Kepala Desa, Pendamping Desa.

Berdasarkan Laporan Catatan Tahunan data yang terhimpun berdasarkan rujukan dari Posko Peduli Perempuan, Pemerintahan Desa, Mitra, Penyintas, dan Pengaduan Langsung ke Kantor SPI Labuhanbatu bahwa tingkat respon pengaduan kasus yang dilaporkan meningkat sebesar 18% dari tahun sebelumnya, salah satunya yang wajib menjadi perhatian adalah marital rape (pemerkosaan dalam rumah tangga ), kekerasan seksual terhadap anak dan pelaku anak serta kekerasan sexsual cyber.

Dengan meningkatnya kasus KDRT dan Kekerasan Seksual yang terjadi dimasyarakat Kabupaten Labuhanbatu, secara tidak langsung juga meningkatkan tingkat perceraian di Pengadilan Agama Rantauprapat, karena hanya sebanyak 28 korban memilih untuk menyelesaikan kasusnya secara kekeluargaan dan 15 korban lainnya masih dalam tahap pelaporan, serta selebihnya memilih untuk menyelesaikan masalahnya pada Pengadilan Agama dengan jalan bercerai.

2

Ketua PA Rantauprapat menyampaikan bahwa, kasus perceraian pada Tahun 2019 lebih dari 2000 kasus, dan dari meningkatnya kasus perceraian tersebut dapat kita simpulkan bahwa anak-anak dari 2000 lebih suami isteri tersebut menjadi korban kurangnya memperoleh kasih sayang dari orangtua. Dan Kemungkinan dapat menjadi anak – anak yang mungkin mampu melakukan kejahatan di masyarakat disebabkan kurangnya perhatian dari orangtua, karena banyaknya sebab percaraian salah satunya yang tingkat persenannya paling tinggi yakni penyalahgunaan narkoba oleh suami sehingga istri tidak sanggup lagi hidup bersama karena sering melakukan tindak kekerasan. Maka organisasi SPI ini merupakan organisasi yang sangat dibutuhkan masyarakat untuk melakukan pendampingan terhadap korban kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terjadi ditengah masyarkat, dan saya sangat mengapresiasi kegiatan yang telah dilakukan oleh SPI Labuhanbatu karena beberapa waktu yang lalu SPI juga melibatkan diri dalam pendampingan Itsbat Nikah dibeberapa kecamatan di Labuhanbatu.

  • 942-d-nurlela.jpg
  • 943-habibuddin.jpg
  • 944-paet-hasibuan.jpg
  • 945-muslim.jpg
  • 946-habib-rasyidi.jpg
  • 947-rosyid-mumtaz.jpg
  • 948-syarkawi.jpg
  • 949-eldi-harponi.jpg
  • 950-abdul-wahid.jpg
  • 951-muslih.jpg
  • 952-rizal.jpg
  • 953-d-ahsin-hamid.jpg
  • 954-d-pahlawan-harahap.jpg
  • 955-s-rosmawardani.jpg