1

Binjai, 29 Nopember 2019. Bagaikan mendapat durian runtuh, Ketua Pengadilan Agama Binjai Masalan Bainon, S.Ag., M.H. beserta hakim dan pegawai Pengadilan Agama Binjai merasa bertuah dapat melakukan teleconference dengan Direktur Pembinaan Tenaga Teknis Peradilan Agama, Bapak Dr. Candra Boy Seroza, S.Ag., M.Ag. yang didampingi oleh Kasubdit Mutasi Hakim, Bapak Dr. Sultan, S.Ag., S.H., M.H. pada Jumat (29/11/2019). Teleconference ini berlangsung di teleconference room Pengadilan Agama Binjai.

2

Dalam teleconference ini Direktur Pembinaan Tenaga Teknis Peradilan Agama berdialog secara langsung dengan Ketua Pengadilan Agama Binjai. Adapun beberapa arahan dan evaluasi yang diberikan Direktur Pembinaan Tenaga Teknis Peradilan Agama kepada Pengadilan Agama Binjai adalah :

  1. 9 Aplikasi Inovasi Badilag harus sudah diimplementasikan. Dari 9 aplikasi tersebut hanya aplikasi antrian sidang yang dikirim oleh Badilag masih dalam tahap penyempurnaan karena blm bisa digunakan secara efektif dan lancar. Namun demikian meskipun belum sempurna, Pengadilan Agama Binjai selama ini sudah memiliki aplikasi antrian sidang mandiri bahkan punya aplikasi "Apel Satu" Aplikasi Pelayanan Satu Pintu. Kemudian Pak Direktur berpesan agar bila nanti Aplikasi Antrian Sidang yang dari Badilag sudah sempurna dan efektif serta lancar untuk dijalankan, maka aplikasi antrian sidang mandiri milik Pengadilan Agama Binjai tidak usah digunakan lagi.
  2. Untuk meningkatkan penilaian SIPP diharapkan penyelesaian perkara dilakukan dengan cepat dan efisien. Upayakan untuk tundaan sidang dalam kota hanya 1 hari dan untuk tabayyun hanya 1 minggu.
  3. Aplikasi Basis Data Terpadu Kemiskinan digunakan untuk membantu pencari keadilan yang berperkara secara cuma-cuma. Jika data pencari keadilan sudah terdaftar di Aplikasi Basis Data Terpadu Kemiskinan, maka tidak perlu surat keterangan tidak mampu dalam memohon berperkara secara cuma-cuma di peradilan agama. Sebaliknya, apabila sudah memiliki surat keterangan tidak mampu tidak perlu lagi memeriksa datanya pada Aplikasi Basis Data Terpadu Kemiskinan.
  4. Untuk implementasi e-court dan e-litigation hendaknya petugas meja e-court membantu masyarakat pengguna lain untuk berperkara melalui e-court.

Kasubdit Mutasi Hakim juga menambahkan bahwasannya dalam promosi dan sosialisasi aplikasi Badilag khususnya e-litigation agar memberikan tema “Berperkara Mudah, Murah dan Cepat”. Hal ini dilakukan agar masyarakat mudah menerima dan merasa tertarik untuk menggunakan e-litigation dalam berperkara di Pengadilan Agama.

Direktur Pembinaan Tenaga Teknis Peradilan Agama sangat mengapresiasi kinerja Pengadilan Agama dalam hal implementasi e-court. Dimana untuk Pengadilan Agama Kelas II di Sumatera Utara Pengadilan Agama Binjai memiliki perkara e-court yang paling banyak.

Ketua Pengadilan Agama Binjai juga berdiskusi mengenai permasalahan-permasalahan yang ada di Pengadilan Agama Binjai. Tak lupa beliau juga mengucapkan terima kasih kepada Direktur Pembinaan Teknis Peradilan Agama dan Kasubdit Mutasi Hakim Ditjen Badilag Mahkamah Agung yang telah meluangkan waktunya untuk melaksanakan teleconference dengan Pengadilan Agama Binjai.

Harapannya dengan adanya teleconference ini menambah semangat kinerja aparatur Pengadilan Agama Binjai dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat pencari keadilan. (Tim IT PA Binjai)

  • 954-d-pahlawan-harahap.jpg
  • 955-s-rosmawardani.jpg
  • 956-d-bj-habibie.jpg
  • 957-s-mhd-nuh.jpg
  • 958-s-yayan-liana.jpg
  • 959-s-shalahuddin.jpg
  • 960-s-masalan-bainon.jpg
  • 961-s-royid-mumtaz.jpg
  • 962-s-zubaidah-hanoum.jpg
  • 963-s-basuni.jpg