PA.Rap - Pengadilan Agama Rantauprapat Gelar Pelayanan Terpadu Sidang Isbat Nikah di Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Kotapinang)

1

Pengadilan Agama Rantauprapat bekerjasama dengan Bupati Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), Kantor Kementrian Agama Kab. Labusel, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab. Labusel serta PT Pos Indonesia Cab. Labusel menggelar Pelayanan Terpadu Sidang Isbat Nikah bagi masyarakat wilayah Kabupaten Labuhanbatu Selatan, sesuai dengan Peraturan Mahkamah Agung (PERMA) Nomor 1 Tahun 2015 tentang Pelayanan Terpadu Sidang Keliling Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama/Mahkamah Syar’iyah Dalam Rangka Penerbitan Akta Perkawinan, Buku Nikah dan Akta Kelahiran.

Istilah Pelayanan Terpadu karena setelah dilakukan sidang isbat nikah oleh Hakim Tunggal selanjutnya penetapan tersebut langsung memiliki kekuatan hukum tetap dan data tersebut dapat lansung dipergunakan ke Kemenag (KUA) untuk dibuatkan Buku Kutipan Akta Nikah, kemudian dari KUA juga dapat langsung dipergunakan ke Dukcapil untuk dibuatkan Kartu Keluarga dan Akta Kelahiran bagi pasangan yang telah memiliki anak.

Kegiatan Layanan Terpadu Isbat Nikah dilaksanakan pada hari Kamis, tanggal 25 Juli 2019 Tepat pukul 09.00 Wib di aula gedung Santun Berkata Bijak Berkarya (SBBK) Kecamatan Kotapinang Kabupaten Labuhanbatu Selatan yang di ramaikan oleh sekitar 107 pasangan suami isteri dan juga para saksi dari masing-masing pasangan yang nantinya akan diperiksa dalam persidangan.

Acara tersebut dihadiri oleh Drs. H. Bakti Ritonga S.H., M.H Ketua Pengadilan Agama Rantauprapat, Dra. H. Erfi Desrina Hasibuan, S.H., M.H Wakil Ketua Pengadilan Agama Rantauprapat, Dr. H. M. Syarif Mappiasse, S.H., M.H Ketua Pengadilan Tinggi Agama Medan, Drs. H. Ahsin Abdul Hamid S.H Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Medan, Drs. Khurtubi S.H Panitera Pengadilan Tinggi Agama Medan, Zulkifli SIP. MM Sekretaris Daerah Kabupaten Labuhanbatu Selatan selaku perwakilan dari Bupati Labuahanbatu Selatan, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Dr. H. Abdul Fattah Nasution, MPd Kakan Kemenag Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Kadis Dukcapil Kab. Labuhanbatu Selatan, Para Tokoh Agama dari Majelis Ulama Indonesia, Para Hakim Pengadilan Agama Rantauprapat, Panitera, Sekretaris dan seluruh Tim layanan terpadu Pengadilan Agama Rantauprapat, serta 107 pasangan suami isteri yang akan diisbatkan pernikahannya di Kab.Labuhanbatu Selatan.

2

Ketua Pengadilan Agama Rantauprapat menyampaikan bahwa, “Jangan sampai ada anak yang lahir dari pernikahan yang tidak dilindungi undang-undang, akibatnya anak tidak memiliki akta kelahiran yang berakibat anak akan sulit mendapatkan kesejahteraan hidup sesuai dengan salah satu visi misi kabupaten Labuhanbatu Selatan yakni untuk kesejahteraan rakyat. Inilah salah satu tujuan dari pelaksanaan Pelayanan Terpadu Isbat Nikah ini yang bekerjasama dengan Pemerintahan Kabupaten Labuhanbatu Selatan, agar masyarakat Kab Labusel mendapatkan Akta Nikah dari Penetapan yang telah diterbitkan Pengadilan agama dan kemudian dapat mengurus Akta Kelahiran anak”.

3

Kemudian Ketua Pengadilan Tinggi Agama Medan menyampaikan bahwa beliau sangat memberikan apresiasi dan mengucapkan terimakasih khususnya kepada Bupati Kab. Labuhanbatu Selatan yang telah memberikan dukungan baik moril maupun materiil demi terselenggaranya kegiatan ini. Beliau menambahkan bahwa terdapat satu fenomena dalam masyarakat, yaitu masih banyak perkawinan yang tidak tercatat sehingga berakibat tidak dapat diterbitkannya akta kelahiran bagi anak yang lahir dari satu perkawinan yang orangtuanya tidak memiliki akta perkawinan. Negara, melalui Pengadilan Agama Rantauprapat dibawah naungan Pengadilan Tinggi Agama Medan, Pemerintah Kab. Labuhanbatu Selatan, Kementerian Agama Kab. Labuhanbatu Selatan bekerjasama untuk membantu masyarakat untuk mendapatkan kesejahteraan.

Terakhir sambutan dari Bupati Kab. Labuhanbatu Selatan, yang dalam hal ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kab. Labuhanbatu Selatan. Dalam sambutannya beliau menyampaikan salam dari Bupati Kab. Labuhanbatu Selatan yang tidak dapat hadir, kemudian beliau menjelaskan bahwa Pelaksanaan Pelayanan Terpadu Isbat Nikah bertujuan untuk mewujudkan tertib administrasi kependudukan guna memberikan perlindungan dan pengakuan terhadap penentuan status hukum atas setiap peristiwa kependudukan dan peristiwa penting yang dialami oleh masyarakat.

4

Pelayanan Sidang Isbat dilaksanakan oleh 5 (lima) Hakim Tunggal masing-masing Dra. Hj Erfi Desrina Hsb, S.H., M.H, Drs. H. Badaruddin Munthe S.H., M.H, Dra. Hj. Samlah, Drs. H. Idrsi S.H., M.H, Drs. Zukri S.H, serta masing-masing dibantu oleh Pnitera Pengganti. 5 (lima) pasangan pertama yang diisbatkan mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan produk pelayanan.

  • 957-s-mhd-nuh.jpg
  • 958-s-yayan-liana.jpg
  • 959-s-shalahuddin.jpg
  • 960-s-masalan-bainon.jpg
  • 961-s-royid-mumtaz.jpg
  • 962-s-zubaidah-hanoum.jpg
  • 963-s-basuni.jpg
  • 964-d-muhammad-irfan.jpg
  • 965-s-eldi-harponi.jpg
  • 966-s-dian-ingrasanti.jpg