Tba1 1

Tanjungbalai (23/05/19) - Alhamdulillah, segala puji serta syukur senantiasa kita panjatkan kehadirat Allah Swt kita telah sampai di ramadhan yang ke-18, mudah-mudahan kita telah cukup beramal sholeh di hari-hari yang lalu dan mampu meraih lebih banyak lagi amalan-amalan baik lainnya di sisa bulan ramadhan ini. Seperti biasa, sebagai agenda rutin Pengadilan Agama Tanjungbalai di bulan penuh berkah ini adalah tausyiah atau ceramah singkat yang dilaksanakan Aparatur Pengadilan Agama Tanjungbalai secara bergiliran, dan  tanggal 23 Mei 2019 yang bertepatan dengan 18 Ramadhan 1440 H,  tausyiah disampaikan oleh Mukhlis Pulungan, S.Ag., M.H., Sekretaris Pengadilan Agama Tanjungbalai dengan pembawa acara Julham Efendi Ginting, S.H. Kali ini tema yang diambil adalah tentang “Sabar”.

Beliau menyampaikan “Salah satu nama Ramadhan adalah syahrush shabr. Bulan kesabaran. Mengapa Ramadhan disebut bulan kesabaran? Karena ibadah utama di bulan ini adalah puasa dan puasa adalah separuh kesabaran.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

الصَّوْمُ نِصْفُ الصَّبْرِ

“Puasa itu separuh kesabaran” (HR. Tirmidzi)

Menahan diri inilah bagian dari pendidikan kesabaran yang Allah canangkan melalui puasa. Dan Allah telah menyediakan banyak keutamaan untuk orang-orang yang sabar.

Bahwa Ulama mengkategorikan kesabaran pada 3 hal :

  1. Sabar terhadap Nikmat, sebagai contoh ketika seorang mendapatkan nikmat berupa jabatan, ia bukan hanya perlu bersyukur akan tetapi harus bersabar pula dalam menjalankankan jabatannya, sehingga jika ada yang mengajaknya bermaksiat, ia akan mampu menolaknya. Karena kesabaran itu bermakna juga menahan diri.
  2. Sabar terhadap Musibah.

Yaitu saat seseorang mendapatkan kesulitan lalu ia pasrah tanpa berusaha menghilangkan kesulitan itu atau mencari solusinya dikatakan sabar.

  1. Sabar terhadap Ibadah. Shalat, Puasa, Zakat adalah implementasi kesabaran kita untuk taat kepada Allah. Artinya seorang mukmin harus sabar menjalankan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala meskipun perintah itu berat dan dibenci oleh nafsunya.

Seorang mukmin harus tetap taat pada hal-hal yang telah diwajibkan baginya meskipun banyak hal yang merintangi.  Saat semua upaya telah dilakukan, saat ikhtiar mencapai batas maksimal, maka saat itulah sabar bertemu dengan tawakal.

Maka barangsiapa yang mampu menjadikan dirinya sebagai orang yang sabar, Allah berjanji dan memberikan pengakuan/sertifikat bahwa Allah bersama orang-orang yang sabar. Seseorang yang telah sabar, ia akan diliputi dan dinaungi Allah SWT dengan rahmat-Nya, perlindungan-Nya, pertolongan-Nya, dan ridho-Nya. Adapun dzat Allah tidak sama  dengan makhluk-Nya. Allah SWT berfirman :

Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar (QS. Al-Baqarah : 153)

Semoga di bulan Ramadhan yang juga dikenal sebagai bulan kesabaran ini kita mampu melatih kesabaran kita dan dikuatkan kesabaran kita oleh Allah SWT. (admin)

  • 956-d-bj-habibie.jpg
  • 957-s-mhd-nuh.jpg
  • 958-s-yayan-liana.jpg
  • 959-s-shalahuddin.jpg
  • 960-s-masalan-bainon.jpg
  • 961-s-royid-mumtaz.jpg
  • 962-s-zubaidah-hanoum.jpg
  • 963-s-basuni.jpg
  • 965-s-eldi-harponi.jpg
  • 966-s-dian-ingrasanti.jpg