PA.Rap - Qs.Al Ashr (Demi Masa) Oleh Bapak Drs. H. Rudi Hartono, S.H

1

الرَّحِيمِ الرَّحْمَنِ اللَّهِ بِسْمِ

“Demi masa (1). Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian (2). Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan saling menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran (3)”.

Huruf wau dalam ayat ini disebut dengan wau qasam, yang dalam bahasa arab digunakan untuk bersumpah. Maka ayat pertama ini termasuk bentuk kalimat sumpah atau qasam. Dalam ayat ini Allah Ta’ala bersumpah dengan salah satu makhluk-Nya yaitu al ashr.

Sebagaimana yang disampaikan oleh Imam Ath Thabari: “Pendapat yang benar dalam masalah ini adalah memaknai bahwa di sini Allah bersumpah dengan al ashr, yaitu waktu secara umum, juga waktu sore, juga siang dan malam, dan tidak mengkhususkannya dalam satu makna khusus dan membuang makna yang lain. Setiap makna yang dari kata al ashr tercakup dalam sumpah Allah tersebut.” (Tafsir Ath Thabari, 24/589)

Jika ayat yang pertama tadi adalah kalimat qasam, ayat kedua ini adalah jawabul qasam. Yaitu pokok pikiran dari sumpah yang dilakukan. Yaitu lafadz al insan mencakup keumuman manusia tanpa terkecuali. Allah tidak memandang agama, jenis kelamin, status, martabat, dan jabatan, melainkan Allah mengkhabarkan bahwa semua manusia itu dalam keadaan celaka kecuali yang memilki empat sifat yang terdapat pada kelanjutan ayat ketiga.

Allah Ta’ala menjelaskan bahwa semua manusia berada dalam kerugian total kecuali orang yang memiliki empat kualifikasi yaitu iman, amal shalih, nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.

Dengan dua hal pertama (iman dan amal shalih), seorang hamba dapat melengkapi dirinya sendiri sedangkan dengan dua hal berikutnya dia dapat melengkapi orang lain dan dengan melengkapi keempat-empatnya, maka jadilah seorang hamba orang yang terhindar dari kerugian dengan meraih keuntungan yang besar. Inilah yang tentunya akan selalu diupayakan oleh seorang insan yang berakal di dalam kehidupanny.

  • 978-s-nasri.png
  • 979-s-arief.png
  • 980-d-mumu.png
  • 981-s-zulfikar.png
  • 982-s-syahril.png
  • 983-s-rahmah.png
  • 984-s-pelmizar1.jpg
  • 985-d-abdrahman.jpg
  • 986-d-junaida.jpg
  • 987-s-halimatun.jpg
  • 988-s-wahyu-k-lbs.jpg
  • 989-s-husnah.jpg
  • 990-s-khairuddin.jpg