1

Setiap muslim pasti ingin memperoleh kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat, kebahagiaan di akhirat berarti seseorang dimasukkan ke dalam surga oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Namun, keinginan untuk masuk surga bukan hal yang mudah untuk diwujudkan. Selain harus memenuhi persyaratan, juga harus mampu menghindari berbagai penghalang.

2

Berikut ini berbagai penghalang masuk surga yg harus disingkirkan, sebagaimana disebutkan dalam Al Qur’an dan Al Hadits.

1. Musyrik kepada Allah subhanahu wa ta’ala
  Musyrik kepada Allah adalah menganggap atau menjadikan selain Allah swt adalah Tuhan. Ini merupakan dosa besar sehingga pelakunya bisa dinyatakan kafir, keluar dari islam [murtad] dan seandainya sebelum itu melakukan amal yang shaleh, maka terhapuslah nilai amalan itu.
2. Memutuskan tali persaudaraan
  Allah melaknat mereka yang memutuskan tali persaudaraan, terutama dengan seorang muslim atau muslimah. Pintu surga tertutup bagi mereka. Allah berfirman, “Orang-orang yang merusak janji Allah setelah di ikrarkan dengan teguh dan memutuskan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan [silahturahim] dan mengadakan kerusakan di muka bumi, orang-orang itu mendapatkan kutukan dan bagi mereka tempat kediaman yang buruk (neraka),” (Qur’an surah ke 13:25). Rasulullah bersabda “tidak masuk surga orang yang memutuskan tali silahturahim,” (Riwayat Ahmad, Bukhari, Muslim, Abu Daud, dan Tirmidzi).
3 Sombong
  Kesombongan merupakan sifat yang sangat buruk. Hal ini karena manusia dengan segala kelemahan dan kekurangannya tidak pantas berlaku sombong. Hanya Allah swt yang maha segala-galanya pantas untuk bersombong, meskipun dia tidak menyombongkan diri di depan semua ciptaannya secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi (Takabbur).
Takabur merupakan salah satu sifat yang dibenci oleh Allah. Sifat takabur secara kebahasaan berasal dari kata kabura yang artinya besar. Sedangkan orang yang memiliki sifat takabur merupakan orang orang yang hidup dengan membanggakan dirinya sendiri dan menganggap tidak ada orang lain yang leih besar selain dirinya. Maka dari itu sifat takabur ini menjadi sifat yang dibenci oleh Allah swt.
Ciri ciri orang takabur sendiri pada dasarnya dapat kita lihat secara langsung seperti tidak bisa menerima kebenaran yang datang selain dari dirinya sendiri, suka meremehkan orang lain, dan lain sebagainya.
Contoh sifat takabur dapat kita temukan dalam berbagai cerita di masa lalu seperti kisah Abu Jahal yang tidak mau menerima kebenaran Rassulullah saw, Fir'aun yang tidak mau mengakui kerasulan Nabi Musa A.S, Bahkan sejak awal penciptaan bumi dimana iblis yang kala itu merasa lebih baik dan mulia dibandingkan Nabi Adam A.S menolak untuk bersujud dan memilih untuk takabur. Karena itu, Allah menutup pintu surga bagi orang-orang yang sombong. Allah berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat kami dan menyombongkan diri kepadanya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk ke dalam surga hingga unta masuk ke lubang jarum. Demikian kami memberikan pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan,” (Qur’an surah ke 7:40).
Rasulullah bersabda “tidak masuk surga orang yang didalam hatinya ada kesombongan meskipun hanya sebiji sawi,” (Riwayat Muslim).

Untuk lebih mendekatkan pemahaman kita tentang tidak bagusnya sikap sombong ini, mari kita simak kisah dua orang bersahabat karib sejak dibangku SLTA, kebetulan keduanya sama-sama pintar dan juara kelas. Setelah tamat sekolah kedua sahabat tersebut berpisah, karena masing-masing menempuh perkuliahan yang berbeda yang satu bernama Zainuddin kuliah di Jakarta sementara yang satu lagi bernama Ahmad, kuliah di Bogor. Kedua sabahat ini masing-masing telah tergolong orang yang sukses dalam meraih kahidupan ini.

Pada suatu hari Zainuddin berjalan-jalan ke kota Bogor, karena telah tiba waktu shalat, Zainuddin singgah di sebuah mesjid yang megah dan pekerangannya luas, setelah zainuddin memarkirkan kenderaannya dari jauh secara samar-samar dia melihat seseorang yang kira-kira sebaya dengannya sedang menyapu halaman mesjid, setelah dekat baru jelas nampak bagi zainuddin wajah laki-laki yang sedang menyapu halaman mesjid tersebut, lalu Zainuddin teringat dengan sahabatnya yang sudah lama tidak pernah bertemu.

Dengan memberi salam Zainuddin menegur yang sedang menyapu tersebut, kau Ahmad yaa !, si Ahmad mendengar namanya disebut lalu ia memperhatikan orang yang menegur tersebut, eh kau Zainuddin kan ? Ya aku Zainuddin katanya, lalu kedua bersalaman sambil berpelukan karena sudah lama tidak bertemu, tapi didalam batin Zainuddin terbersit rasa sombong bahwa ia orang yang sukses dibanding Ahmad yang hanya sebagai tukang sapu, setelah lama berpelukan, terdengar suara azan, lalu kedua sahabat tersebut melepas pelukannya, lalu Zainuddin mengeluarkan dan menyerahkan kepada Ahmad selembar kartu nama berikut Nomor HPnya, dengan menuturkan ini kartu nama saya silahkan ambil, mana tau ada perlu silahkan hubungi nomor saya ini.

Setelah selesai shalat, Zainuddin bercakap-cakap dengan laki-laki yang disebelahnya, laki-laki tersebut berujar, saya lihat tadi bapak berpelukan lama dengan… Zainuddin menyambung oh dengan tukang sapu tadi ?. Laki-laki dimaksud meluruskan, saya sebenarnya tukang sapu di mesjid ini, Bapak yang menyapu tadi hanya mau bantu saya karena adalah yang menyumbang dan membangun mesjid ini dengan biaya 1 milyar. Karena terpikir dan merenung bahwa dia tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan Ahmad, karena merasa bersalah telah merendahkan keadaan sahabatnya Ahmad, tanpa pamit lagi Zainuddin buru-buru pulang.

Demikian ikhtisar bintal Pengadilan Agama Stabat yang disampaikan oleh Khairuddin, S.Hi, pada hari Rabu tanggal 17 Zulhijjah 1439 H/29 Agustus 2018, semoga bermanfaat.

  • 971-s-ahsin-abdul-hamid.jpg
  • 972-s-imaluddin.jpg
  • 973-s-zainal-arifin.jpg
  • 974-s-yunadi.jpg
  • 975-s-imron.jpg
  • 976-s-rokhanah.jpg
  • 977-s-zainullah.jpg
  • 978-s-nasri.png
  • 979-s-arief.png
  • 980-d-mumu.png