Ketua Pengadilan Agama Pematangsiantar Asri Handayani, S.H.I., M.E., beserta Wakil Ketua, Panitera, Sekretaris, Hakim serta aparatur PA Pematangsiantar mengikuti Webinar Gugatan Mandiri dan Peningkatan Akses Keadilan Bagi Perempuan yang diselenggarakan oleh Ditjen Badilag bekerjasama dengan Family Court of Australia (FCoA) secara virtual via Zoom Meeting pada Selasa, 26 Juli 2022.

Webinar ini dihadiri oleh 412 pengadilan tingkat pertama dan 29 pengadilan tingkat banding di lingkungan peradilan agama dan dimoderatori oleh Natsir Asnawi, S.H.I., M.H., Hakim Yustisial Ditjen Badilag dan difasilitasi oleh Australia Indonesia Partnership for Justice. Selain itu 4 orang delegasi dari Family Court of Australia, Justice Suzy Christie, Justice Liz Boyle, ditemani Senior Advisor Indonesia Australia Partnership for Justice (AIPJ), Cate Sumner, Leisha Lister, Wahyu Widiana dan Herni Nurbayanti hadir di Badilag Command Center untuk mengikuti webinar.

 

Dirjen Badilag Dr. Aco Nur, S.H., M.H.membuka langsung webinar ini dan menyampaikan paparan terkait pentingnya kerjasama antar dua institusi pengadilan di negara yang berbeda ini, selain itu beliau juga memaparkan kinerja dan capaian Ditjen Badilag selama ini. Selanjut, Dirjen Badilag mempersilahkan Justice Suzy Christie untuk memberikan sambutan selaku perwakilan dari FcoA.

Dr. Dra. Nurdjannah Syaf, S.H., M.H.,  sebagai narasumber  menyampaikan  bahwa 400 ribu perkara di Peradilan Agama setiap tahun dengan 70% diajukan oleh pihak istri dan lebih dari 1 juta anak terdampak dari perceraian tersebut. Hanya ada 1% yang disertai nafkah anak dan 2% hak asuh anak pasca perceraian. Selanjutnya beliau menjelaskan perkembangan dari aplikasi Gugatan Mandiri dengan  melakukan update formulir yang ada dalam Gugatan Mandiri agar dapat menangkap informasi yang lebih komprehensif dari suatu perkara perceraian yang diajukan (permohonan dan gugatan).

 

Upaya untuk mengsosialisasikan aplikasi Gugatan Mandiri agar  meningkatan penggunaannya bagi pencari keadilan telah dilakukan. “Dirjen Badilag MA RI menghimbau kepada Peradilan Agama diseluruh Indonesia untuk mengoptimalkan e-court dan gugatan mandiri dengan menyediakan link gugatan mandiri di website masing-masing satker.”, ujar Dr. Dra. Nur Djannah Syaf, S.H., M.H.

Selanjutnya  narasumber kedua Rio Satria, S.H.I., M.H., Hakim Yustisial Biro Hukum dan Humas MARI, menyampaikan presentasi mengenai keterkaitan antara Gugatan Mandiri dengan e-Court. “Pendaftaran perkara melalui e-court memberikan kemudahan bagi para pencari keadilan karena sangat menghemat biaya dan tenaga dengan layanan pendaftaran dapat diakses darimanapun dan kapanpun.”, ungkapnya. Beliau juga menjelaskan mengenai perkembangan pembahasan revisi Perma 1/2019 bagi peningkatan akses perempuan dan anak terhadap layanan pengadilan.

Kegiatan ini pun dilanjutkan dengan diskusi tanya jawab. Sebelum menutup webinar, Dirjen Badilag menyampaikan ucapan terima kasih atas apresiasi yang diberikan oleh pihak terkait atas kinerja pelayanan yang baik yang telah diberikan oleh aparatur peradilan agama.  Selanjutnya, webinar akan digelar kembali pada Jum’at 29 Juli 2022 dengan tema Client Oriented Website.

 

Tim IT PA Pematang Siantar

  • 797-s-amrani.jpg
  • 798-s-syarwani.jpg
  • 799-s-asran.jpg
  • 800-s-armiwati.jpg
  • 801-s-edy.jpg
  • 802-p-rohyan.jpg