Artikel Anda

Menakar Capres dan Caleg 2014, Golput Perbuatan yang Tidak Terpuji

MENAKAR CAPRES DAN CALEG 2014, GOLPUT
PERBUATAN YANG TIDAK TERPUJI

0leh Drs. H. Tarsi, SH., MHI./ Wakil Ketua PA. Stabat

Masa kampanye calon Presiden dan Calon Wakil Presiden dan Calon Legislatif ( DPR, DPD dan DPRD ) belum lagi dimulai. Namun beberapa partai politik sudah mensosialisasikan atau mengkampanyekan kandidat andalannya. Partai Hanura terang-terangan mengusung Wiranto – Hari Tanoesodibjo, Partai Golkar mencalonkan Abu Rizal Bakrie, Partai Gerindra menjagokan Prabowo Subianto,PKB masih menimang-nimang antara Yusuf Kalla, Mahfud MD dan Rhoma Irama, PDIP masih pikir-pikir antara Jokowi atau Megawati, PPP, PAN tidak mau kalah masing-masing menjagokan Ketua Umumnya, sementara Partai Demokrat masih menuggu hasil Konvensi dan lain-lain.

Sejumlah lembaga survei sudah merilis kandidat calon presiden untuk pemilu 2014. Ada yang populer seperti Joko Widodo (Jokowi), tokoh partai politik macam Abu Rizal Bakrie, matan tokoh militer, akademisi hingga pendangdut seperti Rhoma Irama. Ada yang menarik dari sekian calon presiden bila kita cermati, telah ternyata banyak diwarnai oleh muka-muka lama sementara wajah-wajah baru masih relatif sedikit, dan usianya pun di atas 50 tahun.

Apabila dilihat dari segi usia, seorang capres memerlukan tenaga yang ekstra dalam menjalankan kepemimpinannya. Apalagi tugas presiden tidaklah ringan. Tak hanya fit dalam menjalankan tugas, seorang presiden juga harus cool, tidak loyo dan pemikirannya fresh (segar). Biasanya Capres yang sudah tua terkendala dengan produktivitas, fisik dan kesehatan yang sudah menurun, sementara yang muda itu energik, segar dan idealis. Capres muda akan mampu menyesuaikan diri dan tidak mudah terpengaruh dalam menjalankan roda pemerintahan. Indonesia memang memerlukan pemimpin yang fresh.

Baca Selengkapnya>>>