PELANTIKAN PANITERA PTA MEDAN
![]() |
![]() |
“Dengan mengucap syukur kehadirat Allah SWT, atas rahmat dan ridha-Nya, pada hari ini Rabu, tanggal 20 Januari 2016 M bertepatan dengan tanggal 10 Rabiul Akhir 1437 H, Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 3884/DJA/KP.04.6/SK/12/2015, tanggal 29 Desember 2015, Saya Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Medan, dengan resmi melantik :
Sdr. H. TRI HARYONO, S.H., sebagai PANITERA Pengadilan Tinggi Agama Medan;
Demikian bunyi sebahagian naskah Pelantikan yang diucapkan oleh Dr. Hj. Djazimah Muqaddas, S.H., M.Hum, Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Medan.
Acara pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan Panitera Pengadilan Tinggi Agama Medan dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 20 Januari 2016 pukul 10.00 WIB, bertempat di Hotel Garuda Plaza Medan. Hadir dalam acara tersebut Ketua PTA Surabaya, Ketua PTA Semarang, Para hakim Tinggi PTA Medan, Ketua, Panitera dan Sekretaris Pengadilan Agama se Sumatera Utara.
Setelah Pelantikan acara dilanjutkan dengan serah terima jabatan, dari Panitera lama Drs. H. SYAMSIKAR yang mutasi ke PTA Pekanbaru kepada H. TRI HARYONO, S.H,. yang sebelumnya sebagai Panitera PTA Semarang.

“Saya berasal dari Klaten”, ujar H. Tri Haryono, memperkenalkan diri yang baru pertama kali ke Medan. Saya memulai karir sebagai CPNS tahun 1981 di wilayah Pengadilan Tinggi Agama Denpasar. Di Bali inilah saya mendapatkan seorang isteri, lanjutnya. Setelah Dari Bali saya Mutasi ke Wilayah PTA Yogyakarta yaitu Pansek PA Bantul kemudian mutasi menjadi Panitera PTA Yogyakarta, dari Yogyakarta pindah ke PTA Bandung, kemudian ke PTA Surabaya dan terakhir ke PTA Semarang, lebih kurang 3 tahun mutasi lagi ke PTA Medan”;
Wakil Ketua PTA Medan, dalam sambutannya menyampaikan; “Mutasi perpindahan tugas adalah hal yang wajar, karena mutasi merupakan bagian dari kebijakan strategis Mahkamah Agung untuk memastikan bahwa organisasi selalu diisi oleh tenaga yang kompeten, bersemangat dan memiliki komitmen”.
“Berbagai faktor selalu dipertimbangkan oleh pimpinan Mahkamah Agung dalam mengatur komposisi sumber daya manusia”, lanjut beliau, “mutasi yang diselenggarakan oleh pimpinan senantiasa bermuara kepada kepentingan institusi/lembaga, penyegaran, peningkatan karier dan kepentingan-kepentingan lain atas pertimbangan tertentu, oleh karena itu saya harapkan mutasi ini dapat disikapi dengan arif dan bijaksana untuk mewujudkan peradilan yang agung dan modern. Kepada Panitera yang baru dilantik saya ucapkan selamat dengan harapan mudah-mudahan dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab”.
Acara ditutup dengan doa dan pemberian ucapan selamat kepada Panitera yang baru dilantik didampingi isteri. (amr)
MANTAN KETUA PTA MEDAN KEMBALI KE KAMPUNG HALAMAN
31 Desember 2015 adalah hari terakhir Bp. Drs. H. Moh. Thahir, S.H., M.H., berada di Medan. Pagi menjelang siang beliau dan keluarga berangkat ke Bandara Kuala Namu menuju kampung halamannya yaitu Desa Batu Besar Pulau Batam, setelah hampir 50 tahun berada di perantauan.

Keluarga besar PTA Medan melepas keberangkatan beliau dalam satu acara yang sangat sederhana yang dilaksanakan di Lobby PTA Medan, tanggal 31 Desember 2015 pukul 8.00 WIB.
Bapak. H. Moh. Thahir didampingi istri berpamitan kepada keluarga besar PTA Medan dan memohon maaf jika ada silap dan salah. Beliau juga mengucapkan terima kasih atas bantuan dan perhatian serta doa dari Wakil Ketua, Para Hakim Tinggi, Pansek, Pejabat Struktural dan Fungsional, Pegawai dan honorer.
Bp. Yazid Bustami Dalimunthe, S.H., mewakili keluarga besar PTA Medan mengucapkan terima kasih atas bimbingan dan arahan, mohon maaf atas segala kesilapan dan kesalahan dan mendoakan semoga Bapak Moh. Thahir dan keluarga diberi kesehatan dan keselamatan, perjalanan lancar dan selamat sampai ke kampung halaman.
![]() |
![]() |
Setelah bersalam-salaman, Pak Thahir beserta rombongan Pengantar berangkat menuju bandara Kuala Namu untuk melanjutkan perjalanan ke Batam. Selamat Jalan...semoga Allah senantiasa memberikan kesehatan dan keselamatan kepada kita. Amin(amr).
Kalau ada sumur di ladang
Bolehlah kita menumpang mandi
Kalau usia kita sama panjang
Insya Allah akan bertemu kembali
PROSESI PELEPASAN KETUA PTA MEDAN KHIDMAT
Desember ceria seperti kata lagu, demikian juga bagi Bapak Drs. H. Moh. Thahir, S.H., M.H, (Ketua PTA Medan yang ke 13). Desember adalah hari bersejarah karena di bulan itulah beliau dilahirkan tepatnya 5 Desember 1948. Dan 5 Desember 2015 genaplah beliau berusia 67 tahun dan 67 tahun adalah batas usia hakim tinggi memasuki pensiun. Bagi Bapak Moh. Thahir, Desember 2015 adalah hari-hari terakhir untuk meninggalkan Gedung PTA Medan karena saatnya telah tiba untuk menanggalkan jabatan sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Agama karena sudah purna bakti.

Keluarga besar PTA Medan tidak ingin kehilangan Pimpinannya begitu saja. Acara pelepasanpun digelar di Hotel Garuda Plaza Medan pada hari Senin, tanggal 28 Desember 2015 mulai pukul 9.00 WIB. Hadir dalam acara tersebut Bapak Prof. Dr. H. Abdul Manan, S.H., S.Ip., M.Hum, (Ketua Kamar Peradilan Agama MARI). Bapak Drs. H. Abdul Manaf, M.H, (Dirjen Badilag MARI), Bapak Tukiran S.H., M.M. (Sekretaris Dirjen Badilag). Para Pimpinan 4 Lingkungan Peradilan tingkat Banding Wilayah Sumatera Utara. Hadir juga 15 Ketua Pengadilan Tinggi Agama yaitu : PTA (Jakarta, Bandung, Surabaya, Aceh, Padang, Pekanbaru, Jambi, Palembang, Bengkulu, Lampung, Ambon, Palangkaraya, Gorontalo, Manado dan Makasar). Wakil Ketua PTA Yogyakarta, Ketua PA Pekanbaru, Hakim PA Semarang, serta Para Ketua, Wakil dan Pansek se Wilayah Sumatera Utara.
Prosesi pelepasan dimulai dengan Pembacaan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia yang dibacakan oleh Drs. Syamsikar, Panitera/Sekretaris PTA Medan. Kemudian dilanjutkan dengan Pembacaan riwayat hidup singkat Drs. H. Moh. Thahir, S.H., M.H yang disampaikan oleh Zulfiqar Arif Rahman Purba, S.H., M.M, Kasub Bagian Kepegawaian PTA Medan.
Drs. H. Moh. Thahir, S.H., M.H., lahir di Batam, 5 Desember 1948, isteri Dra. Hj. Munirah Djamal asal Rappang Sulawesi Selatan. Riwayat Pendidikan; SD tamat 1963, PGA 6 tahun tamat 1968, Fakultas Syariah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tamat 1975, Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda tamat 1990, Pasca Sarjana Ilmu Hukum Universitas Muslimin Indonesia Makasar, selesai 2002.
Riwayat Pekerjaan : CPNS PA Samarinda 1976, PNS 1997, Wakil Ketua PA Samarinda (1981-1984), Ketua PA Samarinda (1984-1991), Hakim Tinggi PTA Samarinda (1991-1994), Wakil Ketua PTA Samarinda(1994-1999), Ketua PTA Jayapura (1999-2003), Ketua PTA Pekanbaru(2003-2006), Ketua PTA Palembang (2006-2010), Ketua PTA Padang (2010-2014) dan Ketua PTA Medan (2014-2015).
![]() |
![]() |
Setelah pembacaan riwayat hidup, acara dilanjutkan dengan kata Pamitan dari Ketua PTA yang purna bakti. Dengan perasaan haru dan sedih, Bapak Moh. Thahir menyampaikan salam perpisahan dan permohonan maaf, kadang sesekali beliau mengusap airmatanya. Acara dilanjutkan sambutan Pelepasan oleh Yang Mulia Ketua Kamar Agama MARI Bp. Prof. Dr. H. Abdul Manan, S.H., S.IP., M.Hum, atas nama Mahkamah Agung RI, Ketua Kamar Agama mengucapkan terima kasih atas pengabdian dan dedikasi dalam memajukan peradilan agama. Mahkamah Agung memberikan apresiasi dan penghargaan berupa Plakat yang diserahkan langsung oleh Ketua Kamar Agama. Sementara itu Dirjen Badilag menyerahkan buket bunga kepada Ny. Thahir, Dra. Hj. Munirah Djamal.(Amr)
PELANTIKAN PEJABAT STRUKTURAL PTA MEDAN

Menjelang akhir tahun 2015, tepatnya hari Rabu, tanggal 30 Desember 2015 pukul 10.00 WIB Wakil Ketua PTA Medan, Dr. Hj. Djazimah Muqaddas, S.H., M.Hum, mengambil sumpah dan melantik :
1. H. Hilman Lubis, S.H, M.H. NIP. 19670812 199403 1 007 menjadi Kepala Bagian Umum dan Keuangan pada PTA Medan, jabatan sebelumnya adalah Wakil Panitera PTA Medan;
2. Zulfikar Arif Rahman Purba, S.H., M.M., NIP. 19781109 199803 1 002 menjadi Kepala Bagian Perencanaan dan Kepegawaian pada PTA Medan, jabatan sebelumnya adalah Kepala Sub Bagian Kepegawaian PTA Medan;
3. Muhammad Nasri, S.H., M.M., NIP. 199771102 199803 1 002 menjadi Kepala Sub Bagian Kepegawaian dan Teknologi Informasi pada PTA Medan, jabatan sebelumnya adalah Kepala Sub Bagian Umum PTA Medan;
4. Partiwi Rianti, S.E., NIP. 19790220 200604 2 002 menjadi Kepala Sub Bagian Rencana Program dan Anggaran pada PTA Medan, jabatan sebelumnya adalah Pengadministrasi Umum Keuangan PTA Medan ;
5. Novi Andriyani, S.E, NIP. 19790108 200502 2 001 menjadi Kepala Sub Bagian Keuangan dan Pelaporan pada PTA Medan, jabatan sebelumnya Pengadministrasi Umum Keuangan PTA Medan;
6. Muhammad Syahrur Ramadhan, S.H., M.H., NIP. 19860512 200904 1 001, menjadi Kepala Sub Bagian Tata Usaha dan Rumah Tangga pada PTA Medan, Jabatan sebelumnya Pengadministrasi Umum PTA Medan;
Pengambilan sumpah dan pelantikan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Sekretaris Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor : 38/SEK/Peng.06.1/12/2015, tanggal 16 Desember 2015, tentang Pengangkatan PNS dalam Jabatan Struktural di Lingkungan Peradilan Tinggi Agama;
Pada waktu yang bersamaan, sesuai SK Dirjen Badilag Nomor : 2665/DJA/KP.04.6/SK/11/2015 tanggal 16 Nopember 2015, Wakil Ketua PTA Medan juga mengambil sumpah dan melantik Sdr. Syarwani, S.H,. NIP. 19751027 199703 2 003, menjadi Panitera Muda Hukum pada PTA Medan, jabatan sebelumnya Panitera Pengganti PTA Medan;
Wakil Ketua PTA Medan, dalam sambutannya menyampaikan Pelantikan Pejabat Struktural hari ini adalah akibat dari pemisahan Panitera dan Sekretaris berdasarkan Perma No. 7 tahun 2015 yang didasari pada program pemerintah yaitu Reformasi Birokasi. Disamping itu pelantikan ini dimaksudkan agar pejabat yang memangku jabatan lebih fokus dan serius sehingga lebih professional dalam bekerja. Kegiatan pelantikan dan mutasi pejabat adalah bagian dari kehidupan organisasi dalam rangka pemantapan dan peningkatan kapasitas kelembagaan serta merupakan bagian dari pola pembinaan karier pegawai. Sebagai bagian dari upaya penyegaran dan peningkatan kinerja, pelantikan ini hendaklah dimaknai terutama dari sudut kepentingan oragnisasi, bukan sekedar penempatan figur pejabat pada jenjang jabatan dan kepentingan tertentu saja melainkan untuk pembenahan dan pemantapan organisasi dalam rangka peningkatan kinerja pelaksanaan tugas pokok dan pelayanan publik.
Parameter utama yang digunakan dalam menentukan jabatan adalah melalui pertimbangan kapasitas, kompetensi, integritas, loyalitas, moralitas, mutasi jabatan, pendidikan dan pelatihan serta nilai pengabdian dan komitmen terhadap tugas dan tanggung jawab kepada Negara, lanjut Wakil Ketua.
Dengan perubahan jabatan ini tentunya akan berdampak dengan tambahan pendapatan (take home pay), oleh karenanya jadilah pejabat yang pandai bersyukur, dan ingatlah kepada saudara kita yang lain terutama pegawai honor yag pendapatannya dibawah upah minimum, demikian harapan Wakil Ketua.
Akhir sambutan, Wakil Ketua menghimbau kepada pejabat yang baru dilantik agar amanah, bertanggung jawab dan loyal kepada atasan, serta saling bekerjasama dalam bekerja, karena kita bekerja dalam sebuah system, kalau ada yang rusak maka rusaklah semuanya dan jika satu berhasil maka itu keberhasilan semua, selamat bekerja, semoga Allah memberikan kesehatan dan perlindungan kepada kita dalam menjalankan tugas, Amin. (amr)
PENGANTAR PURNA BAKTI KETUA PTA MEDAN

Wahai sahabat wahai teman, Mari wujudkan peradilan yang agung
Laksanakan pembaharuan wujudkan kebersamaan, Menuju visi dan misi Mahkamah Agung
Burung dara hinggap di dahan, Hinggap juga si burung balam
Baktiku berakhir dengan pelepasan, Tinggalkan Medan menuju Batam
Demikian dua bait pantun yang disampaikan oleh Bapak Drs. H. Moh. Thahir, S.H., M.H. Ketua PTA Medan yang mengakhiri masa baktinya karena memasuki masa pensiun, dalam acara pengantar purna bakti KPTA Medan yang ke 13.
Acara perpisahan dan ramah tamah tersebut dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 28 Desember 2015 mulai pukul 10.00 WIB, bertempat di Hotel Garuda Plaza Medan. Hadir dalam acara tersebut; Ketua Kamar Peradilan Agama Prof. Dr. H. Abdul Manan, S.H., S.IP., M.Hum., Dirjen Badilag Drs. H. Abdul Manaf, M.A., Sekretaris Dirjen Badilag, Tukiran, S.H., M.M., KPT.TUN., 14 KPTA dari Aceh sampai Ambon, Waka, Hakim Tinggi PTA Medan, Ketua dan Panitera/Sekretaris PA se Wilayah Sumatera Utara. Hadir juga Ketua PA Padang dan PA Pekanbaru.
Bapak Moh. Thahir menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh undangan yang berkenan hadir dalam acara pengantar purna bakti beliau. Lebih lanjut Pak Thahir menyampaikan kesan dan pesan selama bertugas sebagai Hakim maupun sebagai pimpinan peradilan. Pengabdian yang panjang hampir 40 tahun lamanya mulai dari CPNS di PA Samarinda sampai menjadi Ketua. Karir beliau terus menanjak menjadi Hakim Tinggi dan Wakil Ketua di PTA Samarinda. Ketua di 5 Wilayah PTA yaitu Jayapura, Pekanbaru, Palembang, Padang dan terakhir sebagai Ketua PTA Medan tentu banyak sekali kesan dan pesan yang ingin disampaikan, namun karena keterbatasan waktu, dalam kesempatan ini apa yang teringat itulah yang terucap, apa yang berkesan itulah yang terkatakan yang tidak tersampaikan akan menjadi kenangan. Dan pengabdian yang panjang itu beliau tulis dalam buku Biografi dengan judul “Membangun Peradilan Agama Setulus Hati” dengan editor Drs. Muslim Bakhtiar, S.H., M.A, (Hakim PA Semarang) dan dalam sebuah Video Profile dengan judul Menggapai Asa Menuai Cita. Editor Aulia. Diakhir sambutan beliau lebih banyak mengungkap perasaan melalui bait-bait pantunnya.
Kalau menanam si limau manis, Jangan ditanam dekat mengkudu
Ingin rasanya kami menangis, Berpisah dengan bapak dan ibu
Kalau matoa berbuah sudah, Jangan ditebang atau rubuhkan
Kalau ada luput dan salah, Kami sekeluarga mohon ampunkan
Kalau ada sumur di ladang, Jangan biarkan kering kerontang
Kalau ada waktu yang lapang, Ke Batam datanglah bertandang
![]() |
![]() |

Setelah Pak Thahir memberikan kesan dan pesan, Wakil Ketua PTA Medan Dr. Hj. Djazimah Muqaddas, S.H., M.Hum mewakili keluarga besar PTA Medan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pak Manan, Ketua Kamar dan Pak Dirjen, yang berkenan hadir ditengah kesibukan yang amat padat dan memberikan pembinaan serta melepas Ketua PTA Medan dan juga kepada seluruh undangan yang hadir dalam acara pelepasan ini.
Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Bp. Drs. H. Moh. Thahir, S.H., M.H, yang telah memberikan arahan. Bimbingan dan pengajaran selama bertugas di Medan. Kesan kami Bapak bersikap lugas, sederhana, disiplin dan ngayomi dekat dengan hakim tinggi dan akrab dengan bawahan. Begitulah hidup ini, lanjutnya, selalu bergerak dan berpindah, sebab kalau tidak bergerak lagi berarti kehidupan ini berakhir. Kalau tidak berpindah berarti pengabdian kita berakhir, lanjutnya.
Kami keluarga besar PTA Medan memohon maaf kepada Bapak dan Ibu atas segala kesilapan dan kesalahan selama kita bergaul di Medan. Kalaupun ada kesalahan Bapak dan Ibu sudah lebih dahulu kami maafkan. Ibu Wakil juga menutup sambutannya dengan beberapa pantun:
Bunga Kamboja putih berseri, Putihnya melur diujung dahan
Atas hubungan kerja dan arahan yang diberi, Terima kasih kami ucapkan
Kalau pergi ke tanah deli, Jangan lupa makan durian
Walaupun pak Thahir telah purna bakti, teladanmu takkan kami lupakan
Masjid Raya di Kota Medan, Orang melayu menggelar tikar
Selamat Jalan Kami ucapkan, Jangan lupa berkirim kabar.
Sementara itu Pak Dirjen Badilag, Drs. H. Abd. Manaf, M.A.,menyampaikan sambutannya: Pak Dirjen merasa senang dan bangga dengan hadirnya 14 Ketua PTA dalam acara pelepasan Ketua PTA Medan. Inilah para pendahulu, orang tua kita, para pejuang Peradilan Agama yang ikhlas mengabdi, yang muda harus lebih banyak belajar dengan orang-orang ini, ujar Dirjen. Merekalah kelompok Assabiqunal Awwalun, kelompok pertama. Ada 3 kelompok Hakim, lanjut beliau, yaitu; Kelompok pertama; adalah mereka yang diangkat murni oleh Departemen Agama. Mereka adalah orangtua kita yang berjuang dan mengabdi tanpa pamrih. Bahkan terkadang rela berkorban dengan kantong pribadi, gaji kecil tapi pengorbanan besar. Fasilitas seadanya bahkan kurang, namun pengabdian dan ikhlas beramal menjadi semboyan. Merekalah yang sekarang berada dihadapan kita yang sebentar lagi juga akan memasuki masa purna bakti. Pengabdian mereka begitu panjang ada yang sampai 23 tahun seperti Pak. Thahir berada di Samarinda. Tetapi mereka sehat-sehat dan jarang sakit. Itu karena mereka rajin berinfak dan tidak banyak mengeluh.
Kelompok kedua, adalah Hakim yang diangkat setelah adanya kerjasama Mahkamah Agung dengan Departemen Agama yaitu sekitar tahun 1984 sampai 2002, Kelompok ketiga adalah hakim yang diangkat setelah periode satu atap. Tetapi kelompok ini banyak sekali penyakitnya. Kalau ada mutasi, langsung protes, kadang baru dua tahun sudah minta mutasi lagi dengan alasan kesehatan. Padahal fasilitas lengkap, gedung megah tetapi tuntutan dan keluhan serta curhatan dengan berbagai alasan diutarakan kepada Badilag. Dari TPM yang lalu ada 23 orang Hakim yang tidak sanggup melaksanakan tugasnya karena penyakit. Mungkin banyak yang sakit karena jarang berinfak atau bersedekah, sehingga penyakit pun datang. Kalau ada list yang diedarkan, mereka menulis paling belakang setelah para pegawai terlebih dahulu berinfak. Bahkan ada yang protes dan mengirim surat. Mereka mungkin kurang qanaah, ujar pak Dirjen. Padahal mereka menikmati Peradilan Agama sekarang ini berkat perjuangan orang-orang tua kita, kelompok Assabiqunal Awwalin. Dan Perjuangan Peradilan Agama ini memerlukan pengorbanan dari orang Peradilan Agama itu sendiri.
Harapan Pak Dirjen, tidak ada lagi Hakim yang cacat namanya dan menjalani sidang MKH, yang muda harus belajar dari yang tua, kelompok pertama tadi tidak ada yang cacat namanya di Badan Pengawas MA, mereka sepuh tapi masih sehat.
Beliau menutup sambutannya dengan pantun: Tanjung periok jembatan tinggi, tempat berjalan sore dan pagi, Walaupun pak Thahir sudah purna bakti, ISO wilayah PTA Medan tetap terjadi.
Sambutan terakhir disampaikan oleh Ketua Kamar, Bapak Prof. Dr. H. Abdul Manan, S.H., S.IP, M.Hum., Beliau menceritakan waktu sama-sama kuliah dengan Pak Thahir di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Teman kuliah senasib sepenanggungan, akhir bulan menunggu harap harap cemas, apakah wesel sudah dikirim atau belum, kadang tidak makan nasi hanya pecel saja lantaran wesel belum datang. Namun perjuangan dan pengorbanan itu membawa hasil. Pak Thahir sampai memasuki masa purna bakti dan saya juga tidak lama lagi akan pensiun juga. Pensiun ini tidak bisa kita hindari.
Pak Manan, juga mengucapkan terima kasih atas nama Mahkamah Agung, atas pengabdian, perjuangan dan dedikasi Pak Thahir turut membesarkan Peradilan Agama. Yang ada sekarang ini adalah berkat perjuangan orang-orang dulu, generasi ketiga perlu diberi pencerahan oleh orangtua generasi pertama (Assabiqunal Awwalin). Kalau PA dulu dengan biaya hanya 3 milyar 1 tahun untuk seluruh Peradilan Agama, ternyata bisa hidup dan bertahan karena ada infak dan sedekah.
Perjuangan harus diteruskan, ya perjuangan tiada henti, ujar beliau, sebab masih ada orang yang tidak senang dengan perkembangan peradilan agama. Mari kita jaga Peradilan Agama dengan sebaik-baiknya dan berusaha agar PA tetap eksis dan nama Peradilan Agama makin agung. Beliau berharap agar Para Hakim baik generasi satu maupun ketiga agar senantiasa menjaga harga diri dan martabat, jangan ada lagi hakim yang terkena MKH hanya gara-gara perempuan/perselingkuhan dimasa mendatang.(amr)








