>> >>>
Kegiatan Halal Bi Halal Keluarga Peradilan Agama
Di Aula Pengadilan Tinggi Agama
Medan, 21 September 2010

Gbr1. Halal Bi halal dimulai pukul 11.30 WIB di Aula PTA Medan
Setelah sebulan penuh menjalankan ibadah Puasa tibalah saatnya seluruh Umat Islam merayakan kemenangan di hari yang Fitri. Sesudah libur cuti bersama menyambut hari raya Idul Fitri 1431 H warga Peradilan Agama Se-Sumatera Utara mengadakan rangkaian acara yakni :1. Halal Bi Halal Keluarga Besar warga Peradilan Agama Sumatera Utara. 2. Acara Temu Pisah dengan 2 orang Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Agama Medan yang Mutasi Bapak Drs. M. Basri, Nst, SH.MH sebagai Hakim Tinggi di Banten dan Bapak Drs.H. Maraenda Harahap, SH.MH sebagai Hakim Tinggi di Pengadilan Tinggi Agama Pekanbaru dan sekaligus 3. Acara Tepung Tawar Haji Warga Peradilan Agama Sumatera Utara yang akan melaksanakan Ibadah Haji tahun ini yang dilaksanakan di Aula Pengadilan Tinggi Agama Medan.

Gbr 2. Waka PTA Medan menepungtawari warga Peradilan Agama Sumatera Utara yang akan beribadah haji


Gbr 3. Drs. M. Basri, Nst, SH.MH dan istri (atas) dan Drs.H. Maraenda Harahap, SH.MH dan istri (bawah) memberikan ucapan perpisahan dan kenangan semasa menjadi hakim tinggi di PTA Medan
Pada kesempatan ini acara di buka dengan pembacaan Ayat suci Al-qur’an. Dilanjutkan dengan Laporan dari ketua Panitia oleh Bapak Tukiran, SH. selanjutnya sepatah dua kata dari yang mewakili Jama’ah Calon Haji Warga Peradilan Agama Sumut yang disampaikan oleh Drs. Mawardi Lingga, M.A dan dilanjutkan dengan pemberian cinderamata kepada jemaah calon Haji. Selanjutnya sepatah dua kata dari yang mewakili Ketua Pengadilan Agama Se-Sumatera Utara yang disampaikan oleh Bapak Drs.H. Haspan Pulungan, SH. Selanjutnya sepatah dua kata tentang kesan dan pesan dari 2 orang hakim Tinggi yang mutasi sebagai Hakim Tinggi yaitu Drs.M. Basri Nst, SH.MH beserta Istri dan Drs.H. Maraenda Harahap, SH.MH beserta istri dilanjutkan dengan pemberian cinderamata kepada 2 orang Hakim Tinggi yang mutasi tersebut.

Gbr 4. UstadzH. Ridwan Hamid selaku penceramah dalam Halal bi halal di PTA Medan
Adapun Tausiyah yang disampaikan oleh UstadzH. Ridwan Hamid. Tausiyah ini menyampaikan tentang Ketegasan dalam mengambil keputusan, Etika dalam Kehidupan serta mengingatkan kita semua agar melakukan tindakan yang benar sesuai dengan aturan dan hati nurani dan jangan sampai kita goyah karena budi baik dari orang lain.
Diakhir acara BapakDrs.H. Soufyan M. Saleh, SH, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Medan menyampaikan bimbingan dan arahan sekaligus menepung tawari warga Peradilan Agama Sumatera Utara yang akan berangkat haji tahun ini dan acara di akhiri dengan berjabatan tangan saling memaafkan di hari yang fitri ini sekaligus makan siang bersama seluruh warga Peradilan Agama Sumatera Utara.

Gbr 5. Makan siang bersama seluruh undangan
>>>>> >>>>>> >>>>> >>>>>>>>
> > >>>
pta-medan.go.id
Medan 06-09/2010

Gbr 1. Tausiyah terakhir dibawakan oleh Wakil Ketua PTA Medan
Hari ini adalah hari terakhir tausiyah Ramadhan di Pengadilan Tinggi Agama Medan, Sebagai penceramah adalah wakil ketua PTA Medan yaitu Drs. H. Syahron Nasution, SH., MH. Berikut kutipan ceramah beliau.
>>
>
> > >>>
Ramadhan 1431 H tinggal menghitung hari. Hari ini kita telah memasuki hari ke-27 Ramadhan. Bagi yang benar-benar menjalankan ibadah Ramadhan akan merasakan kesedihan karena Ramadhan sebentar lagi akan berakhir. Rasulullah saw bersabda :
لَوْ تَعْلَمُ أُمَّتِي مَا فِي رَمَضَانَ مِنْ خَيْرٍ لَتَمَنَّوْا السَّنَةَ كُلِّهَا رَمَضَانَ
”Andaikan umatku mengetahui apa yang ada dalam Ramadhan, maka ia bakal berharap satu tahun itu puasa terus.” (HR. Ibnu Khuzaimah).
Saatnya mengevaluasi diri kita masing-masing, sudah optimalkah kita memanfaatkan momentum ini untuk menjadi orang bertaqwa. Menjadi manusia suci yang bersih dari dosa di hari yang fitri nanti. Sangat merugilah kita yang selesai melaksanakan ibadah Ramadhan tidak menjadi orang yang lebih baik di mata Allah SWT.
Hari – hari akhir Ramadhan merupakan renungan, bagaimana ibadah sholat kita, mengaji kita, infaq dan sedekah kita, silaturahmi kita dan sudahkah kita membantu teman-teman yang membutuhkan.
Mari kita memanfaatkan dengan sungguh-sungguh hari-hari terakhir di bulan Ramadhan 1431 H ini untuk mendapatkan kasih sayang Allah dan mendapat hidayah untuk menjadi manusia bertaqwa.

>
Gbr 2. Acara tausiyah ditutup dengan doa bersama
>
> > >>>
pta-medan.go.id
Medan 02-09/2010

Tausiyah ramadhan hari kedua terakhir di Aula PTA Medan diisi oleh Drs. H. Sholeh, SH., MH. Materi yang dibawakan beliau adalah Mensyukuri nikmat.

"Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pastiKami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamumengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Kusangat pedih". ( Q.S Ibrahim : 7)
Arti syukur adalah terima kasih dan kasih sayang. Kita wajib bersyukur kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan nikmat yang berlimpah ruah berupa alam semesta dengan segala isinya.
Nikmat Allah dapat dikelompokkan menjadi 7 macam sbb :
1.>Nikmat Fithriya; manusia diciptakan Allah sebagai makhluk yang paling indah dan paling mulia dibandingkan dengan makhluk lainnya.>
2.>Nikmat Rohaniah; manusia diberi akal untuk berfikir>
3.>Nikmat Alamiyah; Allah menempatkan manusia di alam yang subur, makmur dan indah.>
4.>Nikmat Hayat; nikmat kesehatan serta hidup dan kehidupan>
5.>Nikmat Ikhyariah; nikmat usaha yang bermacam-macam / ada kesibukan>
6.>Nikmat Hurriyah; nikmat kemerdekaan>
7.>Nikmat Dieniyyah; nikmat petunjuk berupa agama, yang merupakan kasih sayang Allah yang luar biasa.>
Manfaat bersyukur
1.>Agar rahmat dan nikmat berumur panjang>
2.>Agar rahmat dan nikmat bertambah-tambah>
3.>Agar terhindar dari azab Allah>
4.>Agar tidak sombong dengan keberhasilan>
5.>Agar tidak lupa daratan>
6.>Agar mendapat kasih sayang dari Allah SWT>
7.>Syukur adalah kebutuhan>
Cara bersyukur :
1.>Syukur dengan hati, yaitu menyadari untuk menginsafi bahwa semua rahmat dan nikmat datangnya dari Allah SWT. >
2.>Syukur dengan lidah, senantiasa mengucapkan Alhamdulillah apabila mendapat nikmat dari Allah.>
3.>Syukur dengan perbuatan, yaitu mempergunakan rahmat dan nikmat sebagaimana mestinya.>
Jaminan Allah kepada orang yang bersyukur adalah Allah menjamin manusia terbebas dari azab dan dijamin masuk syurga. Sedangkan kalau kita tidak bersyukur : Allah akanmenimpakan azab yang keras, kita senantiasa berkeluh kesah, tidak pernah merasa puas, termasuk orang yang sombong, hidup dan kehidupan akan hancur, tersiksa, dan dimurkai Allah dan dibenci oleh manusia yang lain.
Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang bersyukur. Aamin..

Pembukaan oleh Protokol yakni Ibu Animar J, SH
> > >>>
Medan 01 September2010
1.>Sebab – sabab dikatakan malam lailatul qadar di dalam AL QUR’AN>
1.1>Malam kemuliaan>
Mereka tidak memuliakan ALLAH dengan kemulian yang semestinya tatkala mereka Berkata bahwa ALLAH tidak menurunkan sesuatu kepada manusia.
1.2>Malam yang sempit>
Dikatakan malam yang sempit karena semua Malaikat turun ke bumi memohon ampun kepada umat manusia sehinnga bumi ini terasa jadi sempit.
ALLAH berfirman dalam surat Ar Rad ayat 26
ALLAH melapangkan rezeki yang dikehendaki dan mempersempit bagi yang dikehendaki

Pembacaan Ayat Suci Al-Qur'an Oleh Multazam, SH
> > >>>
1.3>Malam penetepan/penentuan>
Sesuai dengan Firman ALLAH SWT
Sesungguhnya kami menurunkan AL QUR’AN pada suatu malam yang diketahui dan kamilah yang memberi pernyataan pada malam itu dijelaskan/ditegakkan semua manusia yang penuh hikmah yaitu urusan yang kesan dari kami (ALLAH)
->Para ulama menyatakan sebab dikatakan malam penentuan oleh karena pada malam itu semua manusia yang akan terjadi tahun itu telah ditetapkan misalnya rezeki, ayat>
->Didalam Kitab disebutkan bahwa ada 4 Malaikat yang telah diserahkan untuk dapatmelaksanakan tugas itu,yaitu>
1.Malaikat Jibril diserahkan catatan tentang urusan yang diketahui dengan keberuntungan dan kerugian.
2.Malaikat Izrail
3.Malaikat Jibril
4.Malaikat Mikail rizki

Penyampaian Tausyiah Oleh Bapak Abdul Munir S, SH
> > >>>
Oleh karena itu kalau kita beribadah ketepatan dengan turunnya LAILATUL QADAR kita berdoa maka doa kita akan diterima oleh ALLAH SWT.orang yang dituruni LAILATUL QADAR akan dibimbingoleh ALLAH hidupnya dan akan mudah melaksanakan kebaikan dan menjauhi larangan ALLAH SWT dan akan terhindar dari perbuatan jahat.oleh karena itu marilah kita memperbanyak amal diakhir-akhir bulan RAMADHAN ini mudah-mudahan kita semua mendapat LAILATUL QADAR. orang yang beribadah ketepatan pada malam itu turun LAILATUL QADAR sama kalau beribadah 83 tahun 4 bulan.

Jamaah Sholat Zuhur sangat Khusuk mendengarkan Tausyiah Agama.
> > >>>
Nabi Muhammad SAW bersabda
Menurut pendapat sebagian besar para ulama malam LAILATUL QADAR akan muncul pada 27 RAMADHAN sedangkan menurut syariat Islam malam 21 dan 23.
Jadi kesimpulan dari keutamaan Lailatul Qadr adalah :
1.>Malam diturunkannya Al-Qur’an.>
2.>Malam yang lebih baik dari seribu bulan.>
3.>Malam yang diampuni semua dosanya bagi hamba yang banyak beribadah di malam Lailatul Qadr.>
4.>Semua Malaikat akan turun memohon ampunan dosa bagi orang yang beriman.>
>
pta-medan.go.id
Medan 31-08/2010

> > >>>
Memasuki hari ke-20 Ramadhan, kegiatan tausiyah di PTA Medan setiap ba'da zuhur dibawakan oleh Drs. H. M. Jamil Ibrahim, SH., MH. Beliau adalah hakim tinggi di PTA Medan. Judul tausiyah yang beliau sampaikan adalah mengenai zakat.
Zakat merupakan rukun Islam ke- 2 setelah diperintahkan mendirikan Shalat, sampai-sampai Allah senantiasa menggandengkan kata shalat dan zakat bersamaan. Beliau memaparkan beberapa manfaat zakat dimaksud, yang pertama ada 3 masalah yang tidak bisa dipisahkan antara satu dengan yang lainnya, 1. Taati Allah dan Rasulnya, (2) dirikan shalat dan bayarlah zakat,(3) bersyukur dan berbuat baik kepada orang tua.
Ibnu Abbas mengatakan seorang yang melaksanakan shalat tapi tidak membayar zakat, maka shalatnya terkatung- katung dilangit karena belum dibayarnya zakat dimaksud, hadist dimaksud mengikatkan kita tentang pentingnya membayar zakat hingga diartikan shalat seseorang tidak diterima dikarenakan tidak memenuhinya, beliau juga menyampaikan sungguh tiada berkurang harta seseorang jika ia keluarkan untuk dizakati baik zakat fitrah maupun zakat profesinya melainkan akan dilipat gandakan menjadi sepuluh kelipatan , apa lagi jika kita lakukan pada momentum Ramadhan ini maka pahalanya jauh lebih baik dari bulan- bulan yang lain.

Beliau juga mengatakan dalam hartayang kita miliki ada hak orang lain didalamnya, maka jika tidak kita keluarkan hak itu, keberkahanpun akan jauh dari harta yang kita miliki, beliau juga menganalogikan dari sebuah budaya orang arab yang memanfaatkan momentum Ramadhan ini menjadi bulan yang saling berbagi , orang arab itu “ senang bersedeqah”mereka itu tidak malu memikul bawaan mereka untuk dibawa ke baitul maal untuk disalurkan kepada mustahaq karena betapa besar ganjaran orang orang bersedeqah dan sangat mulia dimata Allah.