1

Persiapan-persiapan telah dimatangkan. Satuan kerja sudah diundang. Senam Tobelo yang aslinya berasal dari ujung timur Indonesia ini akhirnya dipertandingkan. Bertempat di lapangan tenis Kompleks Perumahan Pengadilan Tinggi Agama Medan, pada hari Jum’at tanggal 10 Agustus 2018 hampir keseluruhan satuan kerja Pengadilan Agama se-Sumatera Utara berkumpul dan bersiap untuk mempertunjukkan kebolehannya dalam bersenam dalam acara Lomba Senam Tobelo Antar Warga Persatuan Keluarga Pengadilan Agama (PKPA) Se-Sumatera Utara.

Pukul 08:45 WIB, Jasman, S.H. (Panitera Pengganti Pengadilan Tinggi Agama Medan) memimpin seluruh kontingen untuk berbaris rapi guna mengikuti upacara pembukaan. Acara dibuka oleh Dra. Hj. Rahdima (Panitera Pengganti Pengadilan Tinggi Agama Medan), yang selanjutnya dirangkaikan dengan laporan ketua panitia acara oleh: Drs. Hj. Hasnah Siregar, M.M. (istri Drs. Alimuddin, S.H., M.H.: Ketua Pengadilan Agama Kisaran Kelas I B). Dalam laporannya beliau menyebutkan bahwa acara ini digelar oleh PKPA Se-Sumatera Utara untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 73. Beliau juga memaparkan bahwa peserta yang mendaftar berjumlah 1 peserta dari Pengadilan Agama Medan dan 15 peserta dari Pengadilan Agama Se-Sumatera Utara. Mengakhiri laporannya Ketua Panitia Senam Tobelo mengharapkan semoga acara ini dapat mempererat tali silaturrahim antar PKPA Se-Sumatera Utara.

2 3

Acara dilanjutkan dengan kata-kata sambutan dari Ketua Pengadilan Tinggi Agama Medan: Drs. M. Taufiq, H. Z., M.H.I. Mengawali sambutannya beliau mengajak seluruh kontingen untuk berlomba dengan baik, karena tujuan utama dari perlombaan ini adalah menjalin silaturrahim antar Peradilan Agama Se-Sumatera Utara. Dalam kesempatan ini beliau juga memuji panitia yang memutuskan untuk mendatangkan juri di luar instansi Peradilan Agama Se-Sumatera Utara, sehingga pelombaan menjadi lebih fair dalam penentuan juara nantinya. Mengakhiri sambutannya Ketua Pengadilan Tinggi Agama Medan mengucapkan terima kasih kepada Pengadilan Agama yang telah bersedia mengirimkan kontingennya di acara ini.

4

Acara pembukaan mencapai puncaknya di saat Ketua Pengadilan Tinggi Agama Medan membuka secara resmi acara perlombaan senam tobelo yang ditandai dengan penabuhan bass drum di depan seluruh hadirin. Drs. H. Syofyan Sauri, S.H. menutup acara pembukaan dengan membacakan do’a demi keberkahan acara di hari Jum’at berkah tersebut.

Acara lomba senam tobelo pun dimulai. Seluruh perwakilan peserta mengambil nomor undian. Sembari dewan juri dan seluruh tim bersiap-siap, beberapa anggota panitia acara termasuk juga istri Ketua Pengadilan Tinggi Agama Medan: Elsa Martinelly, mendemokan senam Tobelo sesuai dengan video tutorial yang telah disebarluaskan sebelumnya (https://www.pta-medan.go.id/index.php/2016-12-22-04-37-57/e-dokumen/4690-23-07-18-pkpa-se-sumut-kegiatan-hut-ri-ke-73-dan-hut-ma-ri-ke-73). Senam berdurasi kurang lebih 7 menit itu diperagakan dengan apik oleh para panitia.

Demi transparansi dan fairness dalam penjurian, panitia mendatangkan tenaga dewan juri yang tidak berasal dari panitia maupun PKPA Su-Sumatera Utara sendiri. Dewan juri dalam acara ini berasal dari Grup Senam Yayasan Jantung Sehat Indonesia. Dewan juri yang dipimpin oleh Bapak Eka ini kemudian menjelaskan aturan main lomba dan tata laksana penjurian sesaat sebelum acara inti perlombaan dimulai. Mengawali penyampaiannya beliau mengatakan bahwa merasa sangat bangga bisa menjadi dalam perlombaan senam tingkat provinsi ini. Beliau juga menekankan bahwa inti penjurian di sini adalah ketepatan gerakan senam yang telah ditunjukkan dalam video tutorial, kekompakan, dan tidak ketinggalan pula kostum yang digunakan oleh peserta. Nilai lebih akan diberikan apabila terdapat variasi unik tersendiri selama gerakan senam dipertontonkan, namun variasi tersebut tidak boleh jauh menyimpang dari video tutorial. Mengakhiri penyampaiannya beliau menegaskan bahwa yang diperlombakan adalah gerakan senam yang tegas bukan merupakan gerakan tari yang gemulai, sehingga diharapkan para peserta dapat tampil dengan penuh semangat.

5

Satuan kerja yang menurunkan kontingen senamnya, yaitu:

1. Pengadilan Tinggi Agama Medan

2. Pengadilan Agama Medan Kelas I A

3. Pengadilan Agama Lubuk Pakam Kelas I B

4. Pengadilan Agama Stabat Kelas I B

5. Pengadilan Agama Kisaran Kelas I B

6. Pengadilan Agama Rantauprapat Kelas I B

7. Pengadilan Agama Balige

8. Pengadilan Agama Binjai

9. Pengadilan Agama Kabanjahe

10. Pengadilan Agama Kota Padang Sidimpuan

11. Pengadilan Agama Kota Pematangsiantar

12. Pengadilan Agama Sidikalang

13. Pengadilan Agama Simalungun

14. Pengadilan Agama Tanjung Balai

15. Pengadilan Agama Tarutung

16. Pengadilan Agama Tebing Tinggi

Demi kenetralan penilaian, dewan juri tidak diperkenankan mengetahui asal satuan kerja dari setiap tim yang tampil. Dewan juri hanya menulis nilai berdasarkan nomor undian dari setiap tim.

Dewan juri telah bersiap di posisi masing-masing. Tim nomor undian 01 juga sudah bersiap untuk memasuki areal perlombaan, mengikuti di belakangnya adalah kontingen dengan nomor undian 02. Riuh tepuk tangan penonton menyambut masuknya setiap kontingen yang bertanding. Gerakan demi gerakan yang indah namun tegas diperlihatkan oleh setiap tim. Tidak ingin menjadi tim pecundang, banyak tim yang menyisipkan variasi-variasi yang unik, sehingga gerakan senam menjadi lebih berwarna. Tidak jarang dewan juri tersenyum ditengah-tengah proses menilai. Seolah terkejut dengan kemampuan kaum hawa yang kebanyakan berprofesi sebagai pegawai atau ibu rumah tangga, namun tidak disangka memiliki kemampuan yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

6 7

Beberapa derajat lagi matahari tegak lurus dengan kepala. Kontingen nomor undian 16 menyelesaikan seluruh gerakan senamnya pada sekitar pukul 11:30 WIB. Tersirat rasa puas dari wajah setiap peserta, namun para peserta juga tidak dapat menyembunyikan ketegangannya karena pemenang akan diumumkan setelah sholat Jum’at dan makan siang yang dirangkaikan dengan acara penutupan.

Namun sebelum rehat, para bapak-bapak dikumpulkan ke tengah lapangan tenis. Bertujuan tidak lain untuk menjajal kemampuan mereka dalam ber-Tobelo ria bersama dengan beberapa ibu-ibu yang memandunya di depan. Walau tidak sedikit dari para bapak yang menampilkan kelucuan dalam gerakan-gerakan mereka, namun mereka tetap serius berusaha untuk mengikuti gerakan-gerakan senam Tobelo yang dicontohkan.

8 9

Usai ishoma, Rifnatul Hasanah Harahap, S.Ag (istri Ketua Pengadilan Agama Stabat: Drs. H. Darmansyah Hasibuan S.H., M.H.) memulai acara penutupan di siang hari itu. Dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua PKPA Se-Sumatera Utara: Elsa Martinelly. Mengawali sambutannya beliau menghaturkan syukur kepada Allah SWT, karena kondisi cuaca mendukung kegiatan ini hingga akhir. Dalam kesempatan ini Ibu Ketua Pengadilan Tinggi Agama Medan mengucapkan apresiasi setinggi-tingginya kepada Ketua Pengadilan Tinggi Agama Medan dan jajaran atas segala dukungan moril dan materil demi kelancaran acara ini; kepada seluruh panitia yang terah bekerja keras; kepada Ketua Pengadilan Agama se-Sumatera Utara yang berkenan mengirim timnya untuk bertanding; kepada para donatur; dan terutama kepada para peserta yang telah berkorban waktu dan mungkin juga keluarganya untuk berlatih senam Tobelo demi penampilan terbaik mereka di acara ini. Beliau juga membocorkan penyataan dewan juri yang mengatakan bahwa untuk beberapa penampil terbaik, jika “dipoles” lagi maka akan dapat bersaing di tingkat Nasional.

10

Mendekati akhir sambutannya Elsa Martinelly mengucapkan permohonan maaf mewakili seluruh panitia apabila terdapat kekurangan selama acara berlangsung. “Ini adalah lomba, ada kalah dan ada menang; ini adalah olahraga, kita belajar menjadi sportif untuk dapat menerima kekalahan dan kemenangan” adalah pesan yang disampaikan beliau untuk menutup sambutannya. Ketua PKPA Se-Sumatera Utara kemudian menabuh bass drum yang telah tersedia, menandakan ditutupnya secara resmi Lomba Senam Tobelo Antar Warga Persatuan Keluarga Pengadilan Agama (PKPA) Se-Sumatera Utara

Akhirnya moment yang ditunggu-tunggu telah tiba. Para peserta tampak sudah gelisah di tenda penonton. Detik-detik ketegangan mencapai puncaknya di saat Safima Marani (istri Drs. Jakfaroni, S.H.; Hakim Pengadilan Agama Rantauprapat Kelas I B) membacakan hasil keputusan dewan juri. Para jawara senam Tobelo adalah:

• Juara I: Pengadilan Agama Lubuk Pakam Kelas I B

• Juara II: Pengadilan Tinggi Agama Medan

• Juara III: Pengadilan Agama Stabat Kelas I B

• Juara Harapan I: Pengadilan Agama Kisaran Kelas I B

• Juara Harapan II: Pengadilan Agama Binjai

• Juara Favorit: Pengadilan Agama Tanjung Balai

Sorak sorai kegembiraan kontingen yang terpilih sebagai juara pun tidak dapat dibendung lagi. Rasa haru bercampur aduk dengan kegembiraan tidak lagi bisa diungkapkan dengan kata-kata, sehingga banyak dari mereka yang meloncat-loncat kegirangan merayakan kemenangannya.

11 12

Panitia kemudian membariskan para jawara yang masih larut dalam kegembiraan tersebut. Beturut-turut Ketua Pengadilan Tinggi Agama Medan: Drs. M. Taufiq, H. Z., M.H.I. beserta dengan istri: Elsa Martinelly; Hj. Dra. Hj. Rokhanah, S.H., M.H. (Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Agama Medan) dan Drs. Hj. Hasnah Siregar, M.M. selaku Ketua Panitia menyerahkan hadiah berupa piala dan cindera mata. Acara dilanjutkan foto bersama para jawara beserta seluruh panitia dan Ketua Pengadilan Tinggi Agama Medan.

13

Acara ditutup dengan penampilan kembali sang jawara senam Tobelo: kontingen Pengadilan Agama Lubuk Pakam Kelas I B yang mempertunjukkan kehebatannya dalam ber-Tobelo ria di tengah lapangan. Kemudian dilanjutkan dengan penampilan kembali bersama dari juara II, III, dan juara favorit. (ap)

  • 971-s-ahsin-abdul-hamid.jpg
  • 972-s-imaluddin.jpg
  • 973-s-zainal-arifin.jpg
  • 974-s-yunadi.jpg
  • 975-s-imron.jpg
  • 976-s-rokhanah.jpg
  • 977-s-zainullah.jpg
  • 978-s-nasri.png
  • 979-s-arief.png
  • 980-d-mumu.png