Tuesday Meeting Pengadilan Agama Balige
"Bersatu Sekata, Berpadu Berjaya"

Untuk pertama kali pasca Ramadhan berlalu, Wakil Ketua Pengadilan Agama Balige Drs. Al Azhary, SH., MH. Memimpin rapat koordinasi dengan seluruh Pegawai Pengadilan Agama Balige pada Selasa 4 September 2012, termasuk para honorer sebagai penerapan program PTA Medan "Tuesday Meeting".
Setelah menerima masukan dari seluruh pejabat struktural, fungsional, staf dan juga honorer, keseluruhannya mencapai satu kata untuk lebih meningkatkan kinerja dan pelayanan. Dalam pengarahannya, Wakil Ketua PA. Balige menyatakan bahwa kesuksesan suatu organisasi merupakan hasil kerja sama dan sama-sama bekerja. Hubungan yang harmonis yang didasari "rasa" kekeluargaan merupakan keniscayaan. Jika rasa persaudaraan dan kesatuan setiap unit merupakan kesatuan dengan unit lain dalam wadah "Pengadilan Agama Balige", seberat apapun pekerjaan yang dihadapi akan terasa mudah, bagaikan motto salah satu Kabupaten di Sumatera Utara "Bersatu Sekata, Berpadu Berjaya". Kalau kita bersama, apa yang tak bisa?
Selengkapnya: Tuesday Meeting PA Balige "Bersatu Sekata, Berpadu Berjaya"
Pengadilan Agama Kabanjahe Laksanakan Upacara Pembukaan Pertandingan Olahraga Dalam Rangka Peringatan 130 Tahun Peradilan Agama

Kabanjahe | pa-kabanjahe.net (7/09/2012)
“Seluruh Warga Peradilan Agama harus bersyukur kepada Allah Swt karena dengan pasang surutnya sejarah sejak kolonial Belanda sampai saat ini, peradilan agama semakin maju di antara lembaga peradilan di Indonesia”. Demikian disampaikan oleh Ketua Pengadilan Agama (KPA) Kabanjahe, Drs. Zulkifli Siregar, SH., MH, dalam kata bimbingan dan arahan ketika menjadi Inspektur Upacara pada Pembukaan pertandingan beberapa cabang olah raga dalam rangka peringatan 130 Tahun peradilan Agama di halaman kantor Pengadilan Agama Kabanjahe, pada Jum’at (7/09/2012) pagi.
Selengkapnya: PA Kabanjahe Laksanakan Upacara Pembukaan Pertandingan Olahraga
Tuesday Meeting di Pengadilan Agama Tarutung
Ketua PA Tarutung : “Mari kita Merubah Sudut Pandang”.

Setelah diambil sumpah jabatan dan dilantik menjadi Ketua Pengadilan Agama Tarutung pada tanggal 6 September 2012 yang lalu, maka pada acara pertama melakukan Tuesday Meeting, Bapak Drs. Mahmud Dongoran, MH langsung menjadi pembicara dalam acara tersebut.
Banyak hal yang disampaikan oleh Bapak Ketua dalam acara tersebut antara lain mengenai gaya kepemimpinan beliau yaitu ingin memimpin Pengadilan Agama Tarutung dengan cara kekeluargaan dan kebersamaan. Lebih lanjut Pak Ketua menyatakan bahwa gaya kepemimpinan ini bukan berarti tidak diikat dengan aturan-aturan. Aturan-aturan tetap akan diberlakukan, namun pendekatannya adalah pendekatan kekeluargaan dan kebersamaan.
MEMPERERAT TALI SILATURRAHIM DAN UKHUWAH ISLAMIYAH
(MEMPERINGATI 130 TAHUN PERADILAN AGAMA)
sumber foto : ptamedan
Medan, Rabu, 5 September 2012
Halal bi halal merupakan sebuah even tahunan yang digelar di lingkungan Pengadilan Tinggi Agama Medan, yang bertujuan untuk mempererat hubungan silaturrahim antar sesama warga Pengadilan Agama se-Sumatera Utara. Pengadilan Agama Medan yang bertindak selaku tuan rumah tahun ini mengusung tema “Dengan Halal bi Halal Kita Pererat Tali SIlaturrahim dan Ukhuwah Islamiyah” , acara tersebut bertempat di Pelataran Gedung Pengadilan Agama Medan yang disulap menjadi ruang pertemuan yang apik dan menarik.
Dirjen Badilag Tinjau Museum Rumah Keadilan

Dirjen Badilag Mahkamah Agung Republik Indonesia, Drs. H. Wahyu Widiana, MA, berkunjung ke Pengadilan Agama Binjai. Ikut serta dalam kunjungan tersebut Hakim Tinggi PTA Medan Drs. Sudirman Cik Ani, SH, MH, Pansek PTA Medan Tukiran, SH, Ketua Pengadilan Agama Stabat Drs. Syaifuddin, SH, M.Hum dan Kasub Bagian Umum PTA Medan Zulfikar Arif Rahman Purba, SH. Dirjen tiba di Pengadilan Agama Binjai pada hari Rabu, tanggal 5 September 2012 pukul 14.00 WIB. Kehadiran Pak
Dirjen sangat dinantikan oleh keluarga besar Pengadilan Agama Binjai. Beliau disambut oleh Wakil Ketua Drs. Rusyidi An, SH, para hakim, Panitera/Sekretaris, Pejabat struktural dan fungsional, serta seluruh pegawai Pengadilan Agama Binjai. Setelah beramah tamah dengan hakim dan pegawai PA Binjai, Pak Dirjen berkeliling, melihat ruangan gedung Pengadilan Agama Binjai.
Pengadilan Agama Binjai memiliki dua gedung yang berdampingan. Gedung lama yang merupakan cagar budaya adalah tempat pelayanan masyarakat pencari keadilan. Di gedung ini terdapat ruang sidang 2 ruangan, ruang mediasi, ruang tunggu hakim, ruang arsip, ruang posbakum, ruang informasi, ruang pelayanan perkara (meja I, II, III dan kasir) dan satu ruangan khusus untuk museum. Sedangkan gedung baru (dua lantai dibangun tahun 2010) bersebelahan dengan gedung lama adalah merupakan tempat kerja, di lantai dua terdapat ruang Ketua, Wakil Ketua, ruang hakim, ruang rapat, ruang pustaka, sedangkan lantai 1 ada ruang Panitera/Sekretaris, Wapan, Wasek, kepaniteraan, kesekretariatan(kepegawaian dan umum), dan ruang keuangan.
Yang cukup menarik di dalam gedung Pengadilan Agama Binjai ini adalah adanya satu ruangan khusus untuk Museum. Museum ini dinamakan Museum Rumah Keadilan, karena isi museum adalah berupa foto dan barang bersejarah tentang perjalanan dan perkembangan peradilan agama di Sumatera Utara. Nuansanya sederhana namun syarat makna. Diresmikan oleh Walikota Binjai, M. Idaham, SH, M.Sc pada tanggal 14 September 2011 yang lalu kini usianya hampir satu tahun. Museum ini berukuran 4,5 x 4,5 m. “Yang mahal dari museum ini adalah ide”ujar Pak Dirjen, ketika beliau melihat-lihat isi museum tersebut.
Setelah berkeliling meninjau gedung Pengadilan Agama Binjai, beliau juga menyaksikan tampilan aplikasi baru yang dibuat oleh Fadli Iskandar, SH (honorer yang memiliki pengetahuan IT) aplikasi antrian sidang yang nantinya akan terkoneksi dengan siadpa. Program aplikasi ini akan memudahkan masyarakat pencari keadilan untuk mengikuti persidangan, karena daftar/jadwal dan nomor urut/antri persidangan dapat dilihat pada monitor yang diletakkan di ruang tunggu sidang. Pak Wahyu memberikan apresiasi dan mendukung program ini. Program ini diharapkan dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. Beliau juga memberikan saran-saran terhadap aplikasi ini. Agar masyarakat lebih jelas supaya antrian ini dibuat lebih besar dan ditampilkan pada monitor tersendiri tidak digabung dengan siaran televisi. Beliau mengucapkan selamat dan berharap kepada warga Peradilan Agama Binjai agar tetap berkarya, inovatif dan kreatif, membuat ide dan gagasan-gagasan baru yang mendukung pelaksanaan tugas pokok dan fungsi serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan.
Sekitar pukul 16.00 WIB Pak Wahyu pamit meninggalkan Pengadilan Agama Binjai kembali ke Jakarta. Selamat jalan Pak Wahyu, semoga bapak tetap diberikan kesehatan dan keselamatan serta kesejahteraan oleh Allah SWT dan sukses dalam melaksanakan tugas. Amin.(Amr)
(sumber : pa-binjai.net(07/09/12))