1

Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada prinsipnya merupakan laporan yang wajib disampaikan oleh penyelenggara Negara mengenai harta kekayaan yang dimilikinya saat pertama kali menjabat, mutasi, promosi dan pensiun. Kewajiban lain yang menyertai LHKPN adalah mengumumkan harta kekayaan dan bersedia dilakukan pemeriksaan terhadap kekayaannya. 

LHKPN tersebut disampaikan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berdasarkan Pasal 10 s.d. 19 Undang-Undang Nomor 28 tahun 1999 tentang penyelenggaraan Negara yang bersih dari korupsi jo pasal 71 ayat (2) Undang-undang Nomor 30 tahun 2002 tentang komisi pemberantasan Korupsi.

Sejalan dengan ketentuan di atas, maka Ketua PTA Medan H. Abd. Hamid Pulungan menginstruksikan semua penyelenggara negara di PTA Medan dan PA sewilayah PTA Medan untuk menginput dan mengirim LHKPN tersebut paling lambat tanggal 26 Februari 2021. Hal ini sangat penting agar terpenuhi salah satu syarat dalam pembangunan zona integritas menuju wilayah bebas dari korupsi (WBK) tahun 2021.

“Saya instruksikan semua penyelenggara negara di PTA Medan PA sewilayah PTA Medan untuk mengirim LHKPN paling lambat tanggal 26 Februari 2021,” tandas H. Abd. Hamid Pulungan.

“Pengiriman LHKPN harus dimonitor agar tidak terdapat kesalahan sampai diumumkan oleh KPK,” pinta H. Abd. Hamid Pulungan.

LHKPN yang telah diumumkan KPK tersebut diinput pada Sikep Mahkamah Agung RI sebagai bukti telah selesai mengirim LHKPN tahun 2020. Oleh sebab itu, tambah H. Abd. Hamid Pulungan, admin LHKPN harus memastikan bahwa dokumen tersebut telah lengkap dan e-docnya di input pada Sikep MA.

Penyelenggara Negara yang wajib mengirim LHKPN rupanya menyahuti dan sigap atas instruksi Ketua PTA Medan. Tidak sampai akhir bulan Februari 2021 sebagaimana dalam instruksi, ternyata LHKPN dikirim ke KPK sekalipun masih ada beberapa orang yang memerlukan perbaikan dan kekurangan data seperti surat kuasa.

“Alhamdulillah, PTA Medan dan PA sewilayah PTA Medan telah selesai mengirim LHKPN tahun 2020 dan hasilnya mencapai 100%,” ujar H. Abd. Hamid Pulungan dengan bangga.

Masih menurut H. Abd. Hamid Pulungan, bagi mereka yang memerlukan perbaikan dan kelengkapan data pada LHKPN seperti surat kuasanya dan yang lainnya, dirinya meminta supaya kekurangan tersebut segera dilengkapi agar LHKPN terverifikasi lengkap dan diumumkan oleh KPK.  (ahp)

  • 908-d-abdullah.jpg
  • 909-p-masdarwiaty.jpg
  • 910-d-yazid-bustami.jpg
  • 911-d-mannan-hasyim.jpg
  • 912-d-aminuddin.jpg
  • 913-p-mansur-muda.jpg
  • 914-s-zulkarnaen.jpg
  • 915-s-hamid-saleh.jpg
  • 916-s-maharnis.jpg
  • 917-s-ahmad-zein.jpg
  • 918-s-jeje.jpg
  • 919-s-asep.jpg
  • 920-s-misran.jpg
  • 921-s-aminuddin.jpg
  • 921-s-kasim.jpg
  • 922-s-ribat.jpg
  • 923-s-sakwanah.jpg
  • 924-s-evawaty.jpg
  • 925-s-diana.jpg
  • 926-s-nuzul-lubis.jpg