Pengadilan Tinggi Agama Medan Gelar Diskusi Hukum

1

Di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, dalam kondisi berpuasa tidak membuat semangat berkarya menjadi kendur. Diprakarsai oleh Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI) Pengadilan Tinggi Agama Medan, bekerjasama dengan IKAHI Cabang Pengadilan Agama se-Sumatera Utara, Pengadilan Tinggi Agama Medan menyelenggarakan diskusi hukum dengan pokok bahasan tentang permasalahan eksekusi.

Acara diskusi ini merupakan event pertama dari rangkaian kegiatan panjang satu harian (full day) yang digelar oleh Pengadilan Tinggi Agama Medan pada 31 Mei 2018 lalu. Dimulai pukul 9.00 WIB acara diskusi yang berdurasi sekitar 4 jam ini mengambil tempat di Aula Pengadilan Tinggi Agama Medan.

1   3

Hadir dalam diskusi tersebut, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Medan: Drs. M. Taufiq HZ, M.H.I.; Ketua Pengadilan Tinggi Agama Bengkulu yang belum lama dilantik: Drs. H. Pelmizar, M.H.I.; seluruh Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Agama Medan; Ketua, Wakil Ketua dan Hakim Pengadilan Agama se-Sumatera Utara; serta calon Hakim Pengadilan Agama se-Sumatera Utara. Total peserta yang mengikuti acara diskusi ini adalah 131 orang.

Acara dimulai oleh Addelaida Rangkuti, S.H., M.M. (Panitera Pengganti Pengadilan Tinggi Agama Medan) yang bertindak sebagai pembawa acara. Dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Fatma Khalieda, S.Sy.; Calon Hakim asal Rantauprapat yang bertugas di Pengadilan Agama Binjai. Dirangkaikan dengan laporan Ketua Panitia Acara: Dr. H. Achmad Zainullah, S.H., M.H. (Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Agama Medan).

4

Selanjutnya acara diskusi hukum dibuka secara resmi oleh Ketua Pengadilan Tinggi Agama Medan, Drs. M. Taufiq HZ, M.H.I. Dalam sambutannya, Ketua menyampaikan, mengawali sambutannya beliau mengutarakan bahwa acara diskusi ini sebenarnya sudah lama direncanakan. Namun belum didapat waktu yang tepat karena padatnya kegiatan di Pengadilan Tinggi Agama Medan terutama yang berkenaan dengan Sertifikasi Akreditasi Penjaminan Mutu (SAPM) Peradilan Agama. Ketua Pengadilan Tinggi Agama Medan juga mengutarakan bahwa tujuan diskusi ini adalah untuk menyamakan persepsi dan pendapat yang berbeda terhadap permasalahan yang muncul dan ditemukan dalam penyelesaian perkara permohonan eksekusi. Kesamaan pendapat ini penting sebagai acuan dan pedoman dalam mengambil keputusan terhadap permasalahan yang muncul di lapangan. Kesimpulan dari hasil diskusi ini merupakan pedoman yang harus dilaksanakan oleh Pengadilan Agama dalam menerima dan menyelesaikan permohonan eksekusi, sehingga diharapkan tidak ada lagi perbedaan pendapat hakim yang satu dengan hakim lain dalam penyelesaian kasus yang sama.

5   6

Sebelum diskusi dimulai, terdapat acara pemutaran video profil Calon Hakim Pengadilan Agama Se-Sumatera Utara. Pemutaran video ini dimaksudkan sebagai sarana perkenalan para Calon Hakim kepada Peradilan Agama Se-Sumatera Utara. Video singkat ini merupakan buah karya dari Fauzan Arrasyid, S.H.I. yang merupakan Calon Hakim asal Kota Medan dan saat ini sedang bertugas di Pengadilan Agama Tarutung. Dengan dipandu oleh Muhammad Nasri, S.H., M.M. (Kepala Sub Bagian Kepagawaian dan Teknologi Informasi Pengadilan Tinggi Agama Medan), satu per satu ke 34 orang calon hakim dipanggil ke podium sesuai dengan nama yang terpampang di video tersebut, dan kemudian bersalam dengan Ketua Pengadilan Tinggi Agama Medan, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Bengkulu dan Ketua Panitia Acara.

7

Rangkaian acara akhirnya tiba pada acara utama: Diskusi Hukum. Diskusi dibagi dalam dua sesi. Pada sesi pertama, diskusi dipimpin oleh Muhammad Razali, S.Ag., S.H., M.H. (Ketua Pengadilan Agama Kabanjahe) yang berlaku sebagai moderator. Bertindak sebagai pemakalah dalam sesi ini adalah Drs. Misran, S.H., M.H. (Ketua Pengadilan Agama Medan Kelas I A) dengan judul “EKSEKUSI HAK TANGGUNGAN’’. Bertindak sebagai pembanding adalah Drs. Darmansyah Hasibuan, S.H., M.H. (Ketua Pengadilan Agama Stabat Kelas I B).

9

Setelah sesi pertama berjalan dengan sukses, maka acara dilanjutkan kepada diskusi sesi kedua yang dimoderasi oleh Drs. H. Bakti Ritonga, S.H., M.H. (Ketua Pengadilan Agama Rantau Prapat Kelas I B). Sesi ini menampilkan pemakalah utama: Dr. Sakwanah, S.H., M.H., (Ketua Pengadilan Agama Binjai) dengan judul makalah ‘’EKSEKUSI HAK-HAK ISTERI PASCA PERCERAIAN DALAM KAITAN SIDANG PENYELESAIAN IKRAR TALAK BERDASARKAN PERMA NO. 3 TAHUN 2017’’. Bertindak sebagai pembanding adalah Drs. Muslim, S.H., M.H. (Wakil Ketua PA Kisaran Kelas IB).

9   10

Setiap sesi diskusi berjalan dengan seru. Saling lempar tanggapan, kritik dan saran perbaikan makalah, pertanyaan maupun adu argumentasi menghiasi jalannya diskusi hukum ini. Terkadang terjadi perdebatan yang diiringi emosi, namun tidak sedikit pula gelak tawa dan canda yang muncul dari peserta. Suasana diskusi menjadi hidup, tanpa bermaksud saling menyerang, baik pemakalah, pembanding, maupun peserta yang memberikan tanggapan, saling mengeluarkan jurus ampuh untuk mempertahankan pendapatnya. Diskusi berjalan serius namun santai karena suasana saat itu adalah masih dalam suasana Ramadhan. Peserta diskusi tampak antusias dan memberikan masukan dan pendapat terhadap permasalahan yang dibahas.

Akhirnya sebelum ditutup permasalahan yang dibahas diserahkan kepada Tim Perumus untuk menyempurnakan makalah tersebut. Diskusi berakhir pukul 13.00 WIB. (Amr/Ap/Isty)